Banyak orang beranggapan kalau untuk melangkah ke pelaminan harus pacaran dulu biar tahu sifatnya bagaimana. Sebenarnya, ada benarnya juga.

Namun tak selamanya demikian. Kadang yang namanya pacaran tak semua sifat aslinya terbuka, lho! Karena ada beberapa faktor terkait kebiasaan dia di rumah atau saat lagi nggak sama kamu dan ditunjukin langsung di depanmu.

1. Nggak ngasih kabar dalam waktu lama biasa dilakukan para pasangan yang sudah lama pacaran. Kalau jadi kebiasaan, bisa gawat nih!

Kepikiran si dia

Kepikiran si dia via https://unsplash.com

Banyak orang bilang,

Advertisement

“Kalau kamu punya pacar tapi dia seperti burung yang hanya bisa nyamperin sarangnya, kamu harus hati-hati”

Yang ditakutkan itu ada banyak sarang di luaran sana yang justru lebih bersih. Nah loh! Kamu jadi kepikiran si dia kan kalo lagi nggak bersama dan nggak kasih kabar?

2. Nggak sedikit dari mereka yang menyalahgunakan lamanya waktu pacaran dengan chat ke sembarang orang. Kalau ketahuan, "ah, iseng doang" katanya :")

Kok jadi asik sendiri ya?

Kok jadi asik sendiri ya? via https://www.merdeka.com

Untuk menutupi kesalahannya ,biasanya pasanganmu akan berdalih kalau yang diajak chatting itu teman lama. Dan kamu pasti bakalan curiga karena dia sibuk dengan ponselnya daripada denganmu.

3. Lama atau sebentarnya masa pacaran itu sama saja artinya, kalau di antara kalian masih suka menyembunyikan isi hati alias berpura-pura

Dia jaim-jaim aja deh!

Dia jaim-jaim aja deh! via https://pixabay.com

Advertisement

Orang pacaran itu memiliki sifat asli yang terkadang ia mati-matian menyembunyikannya. Dan ia selalu menampakkan kebaikannya daripada keburukannya.

Ia menciptakan bahwa 'diriku pantas untukmu'. Alhasil, dia selalu melakukan pencitraan untuk menunjukkan bahwa dialah yang tepat untukmu.

4. Apa jadinya kalau yang sudah pacaran lama masih suka buang-buang uang hanya demi dibilang "wah"? Duh!

Kok boros banget ya?

Kok boros banget ya? via https://www.liputan6.com

Pacaran itu selalu membutuhkan uang buat modal. Dalam artian ia harus melakukan yang terbaik demi pasangannya untuk bisa dianggap 'dia romantis' padahal belum tentu dia romantis.

Bisa saja modalnya hari ini untuk berkencan denganmu ia dapatkan dari meminjam, meminta sama orangtua, kredit, dll. Mungkin itu bentuk usaha membahagiakanmu, tapi justru akan menjadi boomerang bagi dia.

5. Doyan mengumbar kemesraan bukan jaminan kamu dan dia akan bertahan. Nah lho, jangan sampai menyesal!

Mengumbar kemesraan terlalu over

Mengumbar kemesraan terlalu over via https://www.idntimes.com

Bisa jadi hari ini kamu memposting foto berduaan dengan doi sambil memberikan caption manis. Namun, tak selang beberapa hari kemudian kamu menghapusnya dengan alasan sudah putus dengannya.

Tidakkah kamu hanya menghabiskan waktu dan energimu untuk bisa terlihat romantis di depan banyak orang?

6. Terlalu sering foto berdua dengan jarak dekat pun bisa bahaya; susah nge-crop-nya! Haha

Kalo kedekatan nanti susah dicrop lho!

Kalo kedekatan nanti susah dicrop lho! via https://www.idntimes.com

Banyak orang mengunduh foto bersama pasangan kekasihnya untuk mendapatkan like dan coment. Ditambah lagi dengan caption manis dan menjanjikan.

Tak jarang mereka justru melakukan adegan pemotretan seperti pasangan suami-istri. Nanti gimana pas ternyata kamu dan dia tak berjodoh? Kan sayang banget buat ngecrop dan menghapus fotonya.

7. Lebih baik menjaga pasanganmu lewat cara sederhana namun mengena, jangan cuma mengumbar status yang belum tentu ketemu ujungnya

Jangan keterusan jagain jodoh orang ya!

Jangan keterusan jagain jodoh orang ya! via https://www.kincir.com

“Masih masa transisi,nggak apa-apalah kalau masih percobaan. Meskipun dia nanti bukan jodohku”

Pacaran bukanlah cocok tanam yang mudah bisa digantikan dengan yang baru. Ada perasaan yang berperan didalamnya. Ada hati yang mudah tersakiti jika mendapatkan perlakukan tak mengenakan dari pasanganmu.

Tidakkah kamu berfikir bahwa pacaran “begitu merugikan”?

8. Toh, kalau pas pacaran terbiasa over romantis, pas nikah nanti justru akan terasa hambar, lho!

Kok jadi hambar yah?

Kok jadi hambar yah? via http://candyredskupi.blogspot.com

Pernikahan bukanlah ajang permainan yang bisa kamu katakan “kita putus saja” seperti pada saat kalian pacaran. Pernikahan adalah sebuah komitmen. Didalamnya ada pahala dan tanggung jawab.

Kalau kamu terbiasa mengatakan kata-kata romantis saat pacaran,maka saat menikah kebiasaan itu akan hilang. Mau tahu alasannya? Karena nggak ada gregetnya. Cintanya mulai hambar seiring berjalannya waktu. Pasti kamu bakalan berfikir “lebih baik pacaran daripada menikah” dan penyesalan akan datang dikemudian hari.

Oleh sebab itu,pacaran bukanlah masa transisi. Ia hanya kedok pencitraan untuk bisa menjadi yang terbaik bagimu. Sudah banyak korban pacaran yang justru saat menikah mereka cenderung bosan pada pasangannya. Walaupun tak semuanya seperti itu. Lalu bagaimana kita bisa melakukan perkenalan untuk bisa menikah? Mintalah pada kedua orangtuamu atau gurumu untuk mencarikan pasangan yang menurutnya baik. Walaupun saat ini bukanlah jaman perjodohan. Tapi,apa salahnya mencoba dengan jalan singkat ini. Siapa tahu dia adalah jodoh yang terbaik untukmu. Tuhan sudah mengabulkan doamu dengan menikahinya tanpa proses pacaran.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya