Pernah nggak sih, kalian merasakan rasanya ketika impian yang sudah kalian perjuangkan mati-matian ternyata harus terhenti karena hasilnya tidak sesuai dengan apa yang diharapkan? Pasti rasanya campur aduk, bukan? Merasa kecewa iya, merasa sia-sia juga ada. Terkadang harapan yang tidak sejalan itu serasa meluluhlantakkan kehidupan begitu saja. Semangat hidup mulai berkurang, juga membenci diri sendiri dengan keadaan.

Tapi sadar atau tidak, namanya hidup pasti akan memberi kita banyak pelajaran. Kamu mungkin sudah gagal menjalankan impianmu yang satu, tapi sebenarnya hidup menawarkanmu lebih dari itu. Nggak ada gunanya kamu bersedih berlarut-larut merundung nasibmu yang carut marut. Bagi kamu yang tengah berada pada fase ingin menyerah karena impian yang #bertepuk sebelah tangan, coba lakukan 6 hal ini sebagai pertimbangan untuk melanjutkan kembali hidupmu demi masa depan: 

1. Ikhlaskan apa yang sudah menjadi ketentuan-Nya, meskipun harapan itu bukan jawabannya

Menyesali hingga berhari-hari tidak ada gunanya. Sedih berlarut-larut tidak ada manfaatnya. Kamu hanya menyia-nyiakan waktu yang sudah Tuhan berikan untukmu saja. Sudahlah, ikhlaskan apa yang sudah menjadi ketentuan-Nya meskipun harapan itu bukan jawabannya. Mungkin ya, berucap memang mudah, namun menjalaninya yang susah.

Advertisement

Tapi apa kamu mau, hidupmu cuma gitu-gitu aja? Kamu harus mencoba berbaik sangka pada Tuhan, mungkin apa yang menurutmu baik, belum tentu baik menurut-Nya. Kamu juga harus percaya, bahwa sejatinya Tuhan sudah mempersiapkan hadiah yang lebih istimewa dibalik waktu-Nya yang masih rahasia. Tinggal seberapa siapkah kamu untuk menjemputnya?

2. Renungkan kembali apa yang harus diperbaiki

Intropeksi diri

Intropeksi diri via https://www.pexels.com

Merenungkan bukan berarti kamu melamun berkepanjangan. Merenungkan berarti kamu harus memikirkan dan mempertimbangkan kembali secara dalam-dalam apa yang harus kamu perbaiki dan apa yang harus kamu jauhi. Jika kamu tak mampu berpikir jernih dalam mengambil keputusan sendirian, kamu bisa luapkan kebimbanganmu itu pada orang tua atau sahabat yang dipercaya.

Dengan begitu, setidaknya beban pikiranmu akan lebih berkurang. Jangan malu atau takut untuk bercerita pada mereka, karena mereka pasti akan dengan senang hati menjadi pendengar dan akan membantumu mencari jalan keluar.

3. Cobalah berusaha mencari jalan yang lain. Jika yang satu tertutup, masih banyak jalan yang terbuka.

Maju terus, pantang mundur

Maju terus, pantang mundur via https://www.pexels.com

Advertisement

Usaha tak boleh hanya berhenti pada satu pilihan saja. Kamu juga harus berani mencoba berbagai jalan yang lain sampai kamu menemukan tempat yang tepat. Mungkin impianmu yang dulu tidak bisa menjadi tempat pemberhentianmu yang didamba, tapi kamu masih punya kesempatan untuk menemukan tempat pemberhentian yang lainnya.

Masih banyak jalan untuk mencapai kesuksesan, bukan? Percayalah, Tuhan lebih tau apa yang kamu butuhkan.

4. Jangan menyerah! Semangatmu harus tetap membara

Nikmati prosesnya

Nikmati prosesnya via https://www.pexels.com

Gagal? Coba lagi. Gagal lagi? Coba lagi. Begitupun seterusnya. Jangan mudah menyerah dan janganlah berputus asa. Melewati masa-masa ini mungkin akan sedikit melelahkan jiwa dan juga raga.

Jadi, pastikan amunisimu terisi sempurna dan semangatmu harus tetap membara. Ingat! Jangan banyak mengeluh. Kamu masih punya tujuan yang harus ditempuh, meskipun harus dilewati dengan berpeluh-peluh.

5. Selalu libatkan Tuhan dalam segala urusan

Pernah mendengar pepatah yang berbunyi “doa tanpa usaha adalah bohong dan usaha tanpa doa adalah sombong?”. Jangan sampai kita termasuk kedalam orang-orang yang  merugi, ya. Karena sejatinya apa yang kita ambil, apa yang kita lalui, dan apa yang kita dapatkan tak lepas dari campur tangan Sang Pencipta Alam Semesta.

Oleh karena itu, untuk menyelaraskan keduanya adalah dengan menyeimbangkan antara usaha dan doa. Libatkanlah Tuhan dalam segala urusanmu, maka Dia yang akan menuntunmu.   

6. Jangan lupa untuk menjaga hubunganmu dengan orang tua

Sayang orang tua

Sayang orang tua via https://www.pexels.com

Last but not least, minta doa restu orang tua. Ini penting banget lho, teman-teman. Pasti kalian juga sudah tahu kan, bahwa ridho Allah terletak pada ridho orang tua dan murka Allah terletak pada murka orang tua.

Jadi, perbaiki juga hubunganmu dengan orang tua, ya. Karena doa restu mereka adalah salah satu faktor penentu keberhasilanmu juga. Tanpa mereka pula kita bukan siapa-siapa dan tak akan menjadi apa-apa.

So, pastikan hubunganmu dengan orang tua berjalan baik-baik saja. Jangan sungkan untuk bercerita pada mereka, justru mereka akan sangat senang apabila kamu dan mereka bisa saling terbuka satu sama lainnya.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya