5 Alasan Logis di Balik Keputusan Belum Menikah Sampai Sekarang. Nggak Ada tuh Galau-galauan

Alasan logis belum menikah

Memasuki usia layak menikah namun belum juga kunjung menikah, tentu saja hal ini bisa menjadi momok tersendiri bagi kaum-kaum lajang yang memasuki usia matang dan berstatus sedang menunggu penantian. Bahkan tak jarang pertanyaan  'kapan nikah' sampai dengan 'kapan nyusul' menjadi daftar pertanyaan favorit yang ditujukan bagi kaum-kaum lajang di manapun dan kapanpun. Dan tentu saja pertanyaan tersebut sungguh menyakiti kami yang memasuki usia matang namun masih berstatus lajang, seperti vira misalnya.

“Aku tuh sering banget ditanya, kapan nyusul, kapan nikah. Bukannya gak mau nikah, tapi kalau jodohnya belum datang bisa apa coba!” – Vira (30th), Kediri.

“Orang-orang sering nanya nikah kapan, tapi nggak pernah tahu kalau banyak alasan baik di balik kita belum nikah.” – Bimo (28th), Malang.

Guys, menikah di usia muda ataupun menikah di waktu yang lebih cepat bukanlah suatu keharusan yang saklek harus kamu laksanakan. Terlebih bila menikahmu hanyalah sebuah tameng untuk menghindari pertanyaan kapan menikah.  Percayalah, menikah lebih dari sekedar kata cepat, menikah itu adalah perumpamaan kata tepat. Tidak ada yang lebih cepat ataupun terlihat lambat, namun tepat.

Menikah itu bukan persoalan mengapa kita lebih jodoh kita lebih lambat daripada teman kita, atau mengapa kita menikah terlalu cepat ketimbang teman kita. Karena nyatanya, semua berjalan di waktu yang tepat menurut-Nya. Jadi teruntuk kalian yang saat ini berada di usia matang namun belum menikah juga, jangan khawatir. Karena teryata disadari atau tidak, ada 5 alasan logis dan menguntungkan di balik mengapa kita belum menikah juga. So, check this out!

Advertisement

1. Kamu jadi memiliki waktu untuk berproses jadi pribadi yang tidak hanya sekedar dewasa tapi matang secara emosional

Woman spreading hair at during sunset by Aditya Saxena

Woman spreading hair at during sunset by Aditya Saxena via https://unsplash.com

Menikah memang lebih dari sekedar kata menyenangkan, karena setidaknya kamu memiliki sandaran. Namun tak jarang bagi pasangan muda, seringkali melupakan emosi mereka yang belum matang sehingga bertindak berdasarkan rasa egois semata. Guys, standar tolak ukur kedewasaan bukanlah usia melainkan juga bagaiamana pengalaman kalian dan cara mengangani segala persoalan dalam hidup kalian. Lalu hubungannya dengan pernikahan?

Ketika kalian memutuskan untuk menikah, maka kalian diharuskan untuk menjadi pribadi yang lebih matang dan mantap dalam menata kehidupan rumah tangga kalian. Tidak ada lagi ego yang berbicara karena nantinya sudah ada dua kepala dalam satu rumah. Dengan kematangan dan kedewasaan kalian dalam mengelola emosi dan rasa go kalian, tentu saja hal ini akan berpengaruh dalam rumah tangga kalian, misalnya dapat menghindari pertengkaran atau salah paham yang tidak seharusnya diributkan.

Advertisement

2. Kamu jadi memiliki lebih banyak waktu untuk memanjakan dirimu dan mengeksplorasi dirimu

Person in white ceramic bathtub by Ava Sol

Person in white ceramic bathtub by Ava Sol via https://unsplash.com

Banyak waktu, dalam arti bebas? Yups, kalian akan memiliki banyak waktu yang dapat kalian habiskan untuk apa saja dan di mana saja. Contohnya, kamu bisa travelling keliling Indonesia ata liburan kemanapun tanpa rasa khawatir meninggalkan anak ataupun suami di rumah. Tidak hanya itu, kalian dapat mewujudkan segala impian atau cita-cita kalian yang selama ini seringkali tertunda. Semisal kamu ingin membuat buku, dimana kamu membutuhkan konsentrasi dan fokus ataupun ingin melanjutkan studi pascasarjanamu guys.

Nah, dengan adanya kebebasan waktu yang kamu miliki sebelum menikah maka kamu akan memiliki banyak waktu untuk mengeksplorasi dan mengaktualisasikan diri kamu. Sehingga disaat nanti kamu menikah, maka fokusmu tidak akan terpecah dan hanya berfokus pada keluarga kecilmu dan pernikahanmu.

3. Kamu punya lebih banyak waktu untuk menata ekonomimu demi membangun masa depan

Advertisement
Money by Sharon McCutcheon

Money by Sharon McCutcheon via https://unsplash.com

Guys, realistis saja. Bahwa dalam kehidupan pernikahan, kita juga membutuhkan keadaan ekonomi yang matang. Tidak harus berstatus sangat mapan, namun apa yang menjadi segala kebutuhan hendaknya dapat tercukupi dengan baik dan aman. Dengan adanya status kita belum menikah di usia yang matang, maka ada baiknya kamu dapat memanfaatkan peuang ini untuk mengatur keuanganmu agar nantinya kebutuhan rumah tanggamu dapat tercukupi dengan baik, lancar dan aman.

Ada baiknya manfaatkan waktu singlemu dengan baik tidak hanya terfokus pada karirmu, namun juga ada baiknya untuk mencoba membuka usaha baru atau berbisnis dan berinvestasi. Kurangi pengeluaran yang tidak penting, dan mulailah untuk berbisnis demi menambah pundi-pundi tabunganmu sebagai bekal untuk perjalanan kehidupan rumah tanggamu nanti.  Karena nyatanya, cinta saja tidak cukup. Ada dapur yang harus tetap mengebul dan perut serta pedidikan yang harus tetap berjalan bagi anak istrimu nantinya.

4. Kamu akan belajar menjadi pribadi yang mantap mengambil keputusan, termasuk mantap dalam memilih pasangan

Couple by Candice Picard

Couple by Candice Picard via https://unsplash.com

Seringkali kita merasa bahwa kita hanya menggunakan perasaan untuk memilih pasangan. Tidak ada tolak ukur lainnya ataupun standar yang kita tetapkan ketika kita memilih pasangan. Dan setelahnya? Tak jarang kita merasa bahwa pilihan kita tak sesuai dengan apa yang betul-betul kita harapkan.

Seiring dengan bertambahnya usia dan pengalaman tentu saja pemilihan pasangan hidup kita tidak hanya sebatas perasaan saja. Ada banyak pertimbangan yang akan kita gunakan dalam menimbang dan memilih pasangan, terlebih  lagi dalam memilih pasangan hidup.

5. Seiring berjalannya waktu, sudut pandangmu tentang pemahaman pernikahan akan berubah

Married by Freestocks.org

Married by Freestocks.org via https://unsplash.com

Mungkin dahulu kamu akan berpikir bahwa menikah adalah sebuah dunia yang sangat indah dan hanya akan ada keindahan didalamnya, berdua bersama pasangan yang nantinya akan kalian habiskan sehidup semati tanpa ada gangguan lain. Namun kenyataanya? Dunia pernikahan tidak semudah dan selalu indah seperti apa yang kita bayangkan.

Seseorang teman berkata, ekpektasi kehidupan pernikahan akan selalu berbeda dengan realita setelah kita mengalami  kehidupan pernikahan yang sesungguhnya. Ada baiknya kamu belajar dari pengalaman pernikahan orang-orang terdekat di sekitar kita. Karena dengan hal tersebut, maka sudut pandangmu tentang pernikahan akan lebih terbuka ketimbang pemahaman dunia pernikahan hanya dari sudut pandangmu. Karena realitanya setelah kita menikah, kita akan paham betul mana yang menjadi prioritas dan mana yang hanya sekedar ego semata.

Seringkali dicap ataupun dilabeli telat menikah tidak ada yang salah. Dan tidak ada yang perlu merasa malu ataupun disesali dari status kita lajang matang dan telat menikah. Karena sesungguhnya dibalik kita telat untuk menikah, tersimpan 5 keuntungan yang dapat kamu petik dan resapi. Percayalah tidak ada kata kamu terlalu cepat ataupun kamu terlambat dalam kata pernikahan. Karena segala sesuatunya telah ditetapkan.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Selalu merasa bahwa hidup ini hampa tanpa pedasnya sambal bawang. Dan selalu merasa bahwa Jogja adalah kota teromantis didunia

Editor

Not that millennial in digital era.

CLOSE