Mencari mahar itu kadang bikin calon pengantin maju mundur. Mau yang sederhana, takut dianggap terlalu biasa. Mau yang unik, takut malah jadi ribet dan keluar dari kemampuan. Padahal, mahar yang baik justru yang jelas, disepakati, dan nggak bikin salah satu pihak merasa terbebani.
Di Indonesia, mahar juga sering punya nilai simbolis. Ada yang memilih nominal sesuai tanggal akad, ada yang memilih emas karena dianggap lebih tahan nilai, ada juga yang memilih barang yang dekat dengan perjalanan hidup pasangan. Bentuknya bisa berbeda-beda, selama disepakati dan tidak bertentangan dengan aturan agama maupun hukum yang berlaku.
Jenis Mahar Pernikahan
Dalam pernikahan Islam, mahar bukan sekadar simbol saat akad nikah berlangsung, tetapi juga menjadi hak yang wajib diberikan oleh calon suami kepada istrinya. Menariknya, dalam fikih terdapat beberapa jenis mahar pernikahan yang dikenal, antara lain:
1. Mahar Musamma
Mahar musamma adalah mahar yang jumlah atau bentuknya sudah ditentukan dan disepakati sebelum akad nikah berlangsung. Bentuknya bisa berupa uang, emas, perhiasan, atau barang lain yang nilainya jelas. Karena sudah dibicarakan sejak awal, mahar jenis ini menjadi yang paling umum digunakan dalam pernikahan.
2. Mahar Mitsil
Mahar mitsil adalah mahar yang nilainya mengacu pada kebiasaan atau standar mahar perempuan lain yang setara dalam keluarga maupun lingkungan sosialnya. Jenis mahar ini biasanya digunakan ketika nominal mahar tidak disebutkan saat akad atau perlu ditentukan kemudian. Tujuannya adalah memastikan hak mempelai wanita tetap terpenuhi secara adil dan wajar.
Contoh Mahar Pernikahan yang Estetik, Bermanfaat, dan Punya Nilai Simbolis
Biar kamu nggak bingung, berikut 8 contoh mahar pernikahan yang bisa jadi bahan obrolan dengan pasangan dan keluarga. Anggap list ini sebagai referensi, bukan patokan wajib. Yang paling penting tetap kesepakatan, kemampuan, dan makna yang ingin kalian simpan dari hari akad.
1. Uang Tunai Sesuai Tanggal Akad

Photo by pinterest.com/oktavianikathelia
Uang tunai sesuai tanggal akad termasuk contoh mahar pernikahan yang paling sering dipilih karena simpel, mudah dipahami, dan punya cerita. Nominalnya bisa mengikuti tanggal akad, tanggal jadian, tanggal lamaran, atau angka lain yang punya arti buat kalian berdua.
Biar tampilannya tetap cantik, uang bisa ditata dalam frame minimalis, kotak akrilik, atau amplop khusus. Pastikan uang tidak dilem permanen, dipotong, dilipat ekstrem, atau dirusak, supaya tetap bisa digunakan setelah akad.
2. Logam Mulia Emas Batangan

photo by pinterest.com/berduaseserahan
Kalau kamu mencari contoh mahar pernikahan yang praktis sekaligus punya nilai simpan, logam mulia bisa jadi pilihan. Emas batangan mudah disimpan, bentuknya ringkas, dan biasanya sudah dilengkapi sertifikat dari produsen resmi seperti Antam atau penyedia logam mulia tepercaya.
Pilihan gramasi juga bisa disesuaikan dengan kemampuan. Nggak harus langsung besar. 1 gram atau 2 gram pun sudah sah dijadikan mahar selama disepakati kedua belah pihak. Kalau budget lebih longgar, gramasi bisa dinaikkan sesuai kemampuan calon mempelai.
3. Perhiasan Emas

Photo pinterest.com/seserahannikahsby_AraProject
Perhiasan emas bisa jadi contoh mahar pernikahan yang terasa personal karena bisa dipakai langsung oleh mempelai perempuan. Bentuknya juga lebih variatif dibanding emas batangan, mulai dari cincin, kalung, gelang, sampai anting yang cocok untuk dipakai harian.
Satu hal yang sering terlewat, jangan cuma fokus ke desain. Cek kadar emas, berat, nota pembelian, dan sertifikat jika ada. Ini penting supaya mahar tidak hanya cantik saat difoto, tapi juga jelas nilainya.
4. Seperangkat Alat Salat dan Al-Qur’an

Photo by httpsid.pinterest.com/Lelyzannis
Seperangkat alat salat termasuk contoh mahar pernikahan yang klasik, tapi masih relevan sampai sekarang. Pilihan ini terasa hangat karena menyimpan harapan baik, yaitu membangun rumah tangga yang dekat dengan ibadah.
Biar nggak terasa sekadar formalitas, pilih item yang benar-benar akan dipakai. Misalnya mukena berbahan adem, sajadah yang tidak terlalu licin, dan Al-Qur’an dengan ukuran huruf yang nyaman dibaca. Kalau calon istri sering bepergian, mukena travel juga bisa jadi pilihan praktis.
Mahar ini juga mudah dipadukan dengan item lain. Misalnya seperangkat alat salat ditambah uang tunai sesuai tanggal akad atau logam mulia kecil. Jadi, secara tampilan tetap cantik, secara fungsi juga terasa berguna.
5. Uang Asing

Photo by pinterest.com/nurulfitrahazam85
Uang asing bisa jadi contoh mahar pernikahan yang unik. Misalnya riyal untuk pasangan yang punya niat umrah bersama, yen untuk yang punya impian ke Jepang, atau won untuk pasangan yang sama-sama suka budaya Korea.
Nilainya bukan cuma di nominal, tapi di cerita yang menyertainya. Mahar ini bisa menjadi simbol perjalanan baru setelah menikah. Semacam pengingat kecil bahwa rumah tangga juga berisi rencana, mimpi, dan tujuan yang ingin dicapai bareng.
Supaya aman, beli uang asing di tempat penukaran resmi. Kamu juga bisa menggabungkannya dengan uang rupiah agar tetap mudah dicatat dan disebutkan saat akad. Misalnya uang tunai rupiah Rp250.626 dan 10 riyal.
6. Saham atau Reksadana Syariah

Photo via kumparan.com
Saham atau reksa dana syariah termasuk contoh mahar pernikahan yang cukup modern. Ide ini biasanya dipilih oleh pasangan yang sudah terbiasa mengatur keuangan dan ingin mahar yang punya potensi berkembang.
Tapi, bagian ini perlu ekstra hati-hati. Berbeda dari uang tunai atau emas fisik, instrumen investasi punya risiko naik turun nilai. Jadi, jangan memilihnya hanya karena terlihat keren. Pastikan calon istri memahami produknya, setuju menerimanya, dan kepemilikannya bisa dipindahkan dengan jelas.
Kalau kamu tertarik memakai ide ini, bicarakan dulu dengan keluarga dan pihak KUA atau penghulu. Saat akad, sebutkan mahar dengan jelas. Misalnya 10 lembar saham syariah tertentu atas nama mempelai perempuan atau unit reksa dana syariah senilai nominal tertentu.
7. Kendaraan Pribadi
Kendaraan bisa jadi contoh mahar pernikahan yang sangat fungsional. Bukan cuma terlihat “wah”, tapi juga benar-benar bisa dipakai untuk aktivitas harian, kerja, usaha, atau mobilitas keluarga setelah menikah.
Kalau bentuknya motor, mahar ini cocok untuk pasangan yang butuh kendaraan praktis dan biaya perawatannya masih relatif terjangkau. Kalau bentuknya mobil, nilainya tentu lebih besar, jadi perlu dibicarakan lebih matang antara calon pengantin dan keluarga.
Bagian paling penting adalah dokumen. BPKB dan STNK sebaiknya jelas atas nama siapa, lalu proses balik nama perlu dipikirkan sejak awal. Balik nama kendaraan biasanya membutuhkan dokumen seperti KTP pemilik baru, STNK, BPKB, cek fisik kendaraan, dan bukti transaksi sesuai ketentuan Samsat setempat.
8. Rumah atau Hunian Siap Tinggal
Rumah bisa dibilang salah satu contoh mahar pernikahan paling besar nilainya. Bukan hanya soal harga, tapi juga makna emosionalnya. Rumah sering dibayangkan sebagai ruang pertama untuk membangun kehidupan baru setelah menikah.
Tapi justru karena nilainya besar, mahar berupa rumah harus dibahas sangat hati-hati. Pastikan statusnya jelas, apakah rumah sudah lunas, masih KPR, atas nama siapa, dan apakah bisa dialihkan kepada mempelai perempuan. Kalau rumah masih dalam cicilan, perlu dijelaskan apakah yang diberikan adalah rumahnya, hak kepemilikannya, atau komitmen pembayaran cicilan. Ini tiga hal yang berbeda.
Dokumen juga jadi kunci. Sertifikat rumah atau tanah, bukti pajak, akta jual beli atau hibah, serta proses balik nama perlu dicek sebelum akad. Untuk aset properti, proses balik nama biasanya terkait peralihan hak atas tanah dan bangunan, sehingga sebaiknya melibatkan PPAT atau notaris agar lebih aman secara hukum (CIMB Niaga, 2024).
Pada akhirnya, nggak ada contoh mahar pernikahan yang paling benar atau paling mewah. Ada pasangan yang nyaman dengan uang tunai, ada yang memilih emas, ada juga yang lebih suka barang yang punya cerita khusus di baliknya. Selama mahar tersebut disepakati bersama, jelas bentuknya, dan sesuai kemampuan, maka itulah yang paling penting.
Jadi, kalau kamu dan pasangan masih bingung menentukan mahar, nggak perlu terlalu terpaku pada tren atau pendapat orang lain. Fokus saja pada makna yang ingin kalian bawa ke dalam pernikahan. Sebab, yang akan dikenang bukan hanya isi kotak maharnya, tetapi juga niat baik dan perjalanan yang dimulai dari hari akad itu sendiri.