Teknologi Computer Generated Imagery atau yang biasa kita kenal dengan CGI adalah penerapan bidang komputer grafis untuk pembuatan dan memanipulasi gambar (visual) secara digital. Dengan teknologi CGI, beberapa efek khusus dalam film bisa ditambahkan dengan mengeditnya di komputer. Teknologi CGI juga memungkinkan proses syuting bisa dilakukan tanpa harus datang ke lokasi asli dari latar tempat dalam cerita.

Industri sinema di tanah air rupanya tak mau kalah dari film-film Hollywood yang sudah terlebih dahulu memanfaatkan teknologi ini. Beberapa film seperti Garuda, Jagoan Instan, Bangkit, hingga Rafathar berani menggelontorkan dana yang cukup fantastis demi menghasilkan efek CGI yang sempurna. Namun sayangnya, mereka justru gagal ketika mengetahui bahwa jumlah penonton di bioskop tidak sesuai dengan yang diharapkan. Tak ada satu pun dari film-film tersebut yang bisa tembus hingga satu juta penonton. Lantas, apa sih alasan di balik gagalnya film-film CGI Indonesia tersebut? Yuk, cari tahu!

1. Efek CGI yang masih kasar

Salah satu scene di film Bangkit

Salah satu scene di film Bangkit via https://www.youtube.com

Salah satu alasan mengapa film CGI Indonesia tidak laku adalah karena efek CGI yang dihasilkan masih kasar, sehingga terkesan dibuat-buat. Bandingkan dengan efek CGI film Hollywood yang sangat sempurna, sehingga penonton tidak bisa membedakan mana adegan yang menggunakan CGI dan yang tidak. Film CGI Indonesia masih belum sesuai dengan ekspektasi masyarakat yang menginginkan menonton film dengan efek yang benar-benar luar biasa dan terkesan nyata.

2. Cerita yang tidak mendukung

Adegan di film Jagoan Instan

Adegan di film Jagoan Instan via https://www.youtube.com

Advertisement

Alasan berikutnya adalah cerita yang kurang mendukung. Tentu sangat disayangkan pada beberapa film CGI yang hanya terfokus pada efek tapi melupakan sisi cerita. Seperti pada film terbaru yang berjudul Gerbang Neraka. Efek yang dihasilkan sangat luar biasa bahkan bisa dikatakan sempurna. Namun dari sisi cerita, film Gerbang Neraka sepertinya belum memenuhi ekspektasi penonton karena alurnya yang mudah tertebak.

3. Promosi yang kurang

Adegan di film Garuda

Adegan di film Garuda via https://www.youtube.com

Promosi merupakan bagian terpenting dalam pasca produksi film. Sukses atau tidaknya suatu film dalam menjaring banyak penonton adalah dari kesuksesan promosinya. Jika tim produksi malas dalam melakukan promosi maka jangan harap bisa mendapatkan jumlah penonton yang sesuai dengan ekspektasi. Trailer merupakan salah satu bentuk dari promosi film. Penonton biasanya akan memilih film yang dinilainya bagus untuk ditonton setelah melihat trailernya. Jika pada trailer saja sudah tidak sesuai dengan ekpektasi penonton, maka suatu film juga akan terancam gagal ketika masuk di bioskop.

4. Tidak memiliki daya tarik

Adegan di Film Rafathar

Adegan di Film Rafathar via https://www.youtube.com

Masih ingat dengan iklan Indoeskrim yang viral beberapa waktu lalu? Iklan tersebut bisa viral karena memiliki daya tarik tersendiri di hati masyarakat. Meskipun penggunaan CGInya yang masih sangat kasar, namun iklan tersebut bisa membuat satu juta viewersnya tertarik dan terus mengulangi videonya dari awal.

Advertisement

Berikutnya ada Warkop DKI Reborn Part 2 yang bisa mendapatkan satu juta penonton dalam waktu tiga hari. Mengapa hal itu bisa terjadi? Karena Warkop sendiri sudah mendapatkan tempat di hati masyarakat. Bahkan sebelum film tersebut masuk ke bioskop, masyarakat sudah antusias bersiap mengantri mendapatkan tiket. Adanya daya tarik atau keunikan di dalam film akan menambah kesuksesan dari suatu film. Tentunya ini masih belum didapatkan masyarakat dari beberapa film CGI yang dibuat oleh anak bangsa.

5. Kurang tepatnya jadwal perilisan dan jatah layar di bioskop masih kurang

Adegan di film Gerbang Neraka

Adegan di film Gerbang Neraka via https://www.youtube.com

Jadwal perilisan film juga ikut mempengaruhi jumlah penonton. Contohnya saja pada film-film Indonesia yang rilis pada lebaran bisa mendapatkan banyak penonton dibandingkan dengan film yang rilis pada hari kerja. Selain itu, bioskop tentunya ingin mendapatkan untung dari film yang diputar di studionya. Maka tidak heran jika beberapa bioskop hanya menayangkan film-film yang mereka perkirakan bisa sukses mendapatkan banyak penonton. Jika tim produksi dari suatu film gagal dalam meyakinkan pihak bioskop, maka bisa jadi mereka hanya mendapatkan jatah layar yang sangat sedikit. Bahkan jikalau pihak bioskop mau menayangkan film tersebut dengan jatah yang lebih banyak, belum tentu pihak bioskop mau menayangkannya dalam waktu lama jika penonton yang didapat sedikit.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya