Pernikahan adalah suatu momen yang sakral yang didambakan oleh siapapun makhluk single di dunia ini. Padahal kadang kita sering kali keliru tentang “untuk apa sih menikah itu?” dan “apa sih alasan kita untuk menikah?”.

Tujuan dan alasan pernikahan sering kali disalah artikan oleh banyak orang, dan karena tujuan dan alasan menikahnya sudah keliru, banyak pasangan yang kecewa dan meyerah pada pernikahannya. Nah, apa aja sih tujuan dan alasan pernikahan yang kurang tepat? Yuk simak, supaya kalian nggak kecewa karena dirasa tujuannya nggak tercapai.

1. Menikah bukan jawaban ketika kamu sudah capek kerja

Photo by yanalya

Photo by yanalya via https://www.freepik.com

Advertisement

Dalam pekerjaan ada kalanya kita down, merasa lelah, merasa sulit, merasa berat, karena hari-hari memang tidak bisa ditebak. Ketika sedang dalam posisi down, kadang kala kita berkhayal, andai ada yang bisa menjadi tempat berteduh, sehingga tak perlu lagi ada peluh dan bersusah di kantor, karena hidup sudah ada yang menjamin.

Ingat, menikah tidak sesederhana itu! Menikah itu bukan perihal, kita menikah, kamu kerja, aku di rumah. Menikah adalah tentang menggabungkan dua latar belakang yang berbeda, dua keluarga yang memiliki sudut pandang yang berbeda, perlakuan yang berbeda, dijadikan satu dalam pernikahan.

Ada banyak hati yang harus lebih dijaga. Ada banyak toleransi besar yang harus dibangun. Ada banyak kemungkinan sakit hati, kecewa dan banyak lagi, selain tentunya kebahagiaan yang luar biasa karena cinta kita bisa diwujudkan dengan cara yang lebih di rahmati Tuhan.

Advertisement

Percaya deh, ketika menikah bukannya menghilangkan masalah lelahmu, malah pasti timbul adanya masalah-masalah baru yang pasti ada dalam setiap pernikahan. Dan kita harus menghadapinya bersama.

2. Aku udah ketuaan nih, jadi harus cepat menikah. Padahal umur bukanlah sebuah patokan

Photo by Min An from Pexels

Photo by Min An from Pexels via https://www.pexels.com

Usia yang sudah matang bukanlah alasan untuk menikah. Ketika usia sudah dipenghujung 20 dan 30, lalu panik karena belum menemukan tambatan hati, lantas memilih siapa saja yang penting satu keyakinan untuk menikah? Tidak semudah itu..

Menikah itu tidak bisa diburu-buru, hati tidak bisa dipaksakan. Jadi jangan merasa tertekan dengan semua yang terjadi di hidupmu. Orang lain hanya bisa melihatmu dari luar, toh mereka tak akan mengambil resiko jika hidupmu tidak berjalan baik. Mereka hanya ingin berkomentar apa yang mereka inginkan, jangan terpancing.

Hal terpenting, jangan sepelekan pernikahan, dan jadikan pernikahan hanya terjadi satu kali di dalam hidupmu. 

3. Menikah bukan untuk mencari rasa bahagia semata

Photo by Just Name from Pexels

Photo by Just Name from Pexels via https://www.pexels.com

Menikah itu bukan semata untuk bahagia. Jangan mengharapkan dengan menikah kamu bisa lebih bahagia dari fase kehidupan sebelumnya. Karena, kita hanya akan memiliki ekspektasi bahwa pasangan harus membuat kita bahagia.

Padahal, di dalam pernikahan itu, kamu harus berbagi kebahagiaan, bukan menuntut kebahagiaan dari pasangan. Kamu harus memiliki kebahagiaan untuk diri kamu sendiri lebih dulu, dan berbagi kebahagiaan yang kamu punya terhadap pasangan.

So, berbahagialah dengan dirimu saat ini. Berbahagialah pada diri sendiri dulu, karena dengan itu kamu bisa membagikan kebahagiaanmu dengan orang lain.

4. Menikah bukan untuk menambah harta

Photo by jcomp

Photo by jcomp via https://www.freepik.com

“Hm, dia kan dari keluarga kaya, gue kalo sama dia bakal jadi orang kaya”

Wah… siapa nih yang pernah punya pikiran begini? Hayo, ngaku!

Enak sih memang punya orang tua yang berada. Tapi ingat, keadaan orang tuamu saat ini adalah hasil jerih payahnya di masa lalu. Hasil usahanya, hasil kerajinannya, keuletannya, banyak tetesan keringat dan air mata yang tak mereka rasa untuk keadaannya saat ini dan masih banyak faktor pendukung lainnya.

Tak dipungkiri, harta yang dimiliki orang tua, nantinya akan menjadi milikmu juga, namun alangkah manisnya jika kita memiliki harta dari hasil jerih payah kita sendiri, lain hal nya jika orang tua memang membantu kita untuk sukses, tidak salah.

Namun, kita juga harus membanggakan mereka dengan memperlihatkan kemampuan kita, hasil dari jerih payah dan kasih sayang orang tua kita dalam mendidik dan membesarkan kita. Buat mereka bangga memiliki anak seperti kita, ya?

5. Menikah bukan hanya untuk mengejar ketertinggalanmu dari teman-teman yang sudah punya momongan

Photo by J carter from Pexels

Photo by J carter from Pexels via https://www.pexels.com

Siapa sih yang habis menikah nggak mau punya keturunan lucu-lucu, keturunan yang akan menyambung cita-cita? Keturunan yang akan membanggakan kita, dan membawa gen dari dalam darah kita? Semua pasangan juga mau deh pasti, nggak ada yang gak mau punya anak.

Namun, jangan dijadikan alasan untuk menikah. Anak adalah anugerah terindah dan terbesar pada setiap pasangan. Anak adalah titipan paling indah di dalam kehidupan. Namun, tidak ada yang pernah tahu, kapan anak akan dihadiahkan oleh Tuhan kepada kita, segera atau nanti?

Jadi, apa sih yang harus kita jadikan tujuan dan alasan dari pernikahan itu, supaya kita nggak salah langkah dan kecewa?

Jadikan tujuan pernikahan tulus ikhas karena ingin menyempurnakan separuh ibadahmu. Jadikan semata-mata kita menikah untuk mengharap kasih sayang dan rahmat dari Tuhan. Jadikan pernikahan sebagai jalan kita kedepan untuk mencapai tujuan akhir kita, yaitu surga.

Maka, mulai saat ini, yuk luruskan tujuan dan alsan kita… aku menulis ini bukan untuk menggurui, tapi lebih untuk sama-sama belajar, bahwasannya pernikahan jangan dijadikan alat untuk memenuhi ego kita.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya