Anak Jarang Komunikasi Kepada Orang Tua? Beginilah Cara Agar Anak Terbuka Kepada Orang Tua!

Peran orangtua dalam tumbuh kembang anak.

Anak-anak cenderung memiliki sifat ceria, biasanya mereka selalu berbagi cerita dengan orang-orang terdekat mereka. Dari permasalahan kecil hingga yang tidak penting anak sangat sering membagikan ceritanya, terutama kepada orang tua. Namun, tidak semua anak-anak dapat menceritakan segala hal kepada orang tuanya. Mereka lebih sering menutupi dan diam saat bersama orang tuanya dikarenakan banyak hal yang ia takuti jika berbicara dengan orang tuanya. 

Apa jadinya jika anak melakukan kesalahan tapi tidak komunikasi kepada kedua orang tuanya? Tentu, sebagai orang tua akan sangat sedih dan menyesal jika tidak mengetahui dan memahami anaknya selama masa pertumbuhan. Sebagian besar orang tua biasanya mengomeli, meneriaki, bahkan bersikap cuek terhadap apa yang dibicarakan anak. Hal ini membuat anak takut dan tidak terbuka atas kejadian-kejadian selanjutnya. Anak-anak akan selalu mengingat bagaimana ia diperlakukan oleh kedua orang tuanya, bisa saja hal tersebut juga berpengaruh kepada lingkungan sosial dan bagaimana dia berinteraksi dengan orang lain. 

Orang tua memiliki peranan yang amat penting bagi pertumbuhan anak. Dan tentunya sebagai orang tua tidak ingin anaknya menyembunyikan sesuatu dan menjalani masalahnya sendiri. Jika anak sampai berbuat seperti itu orang tua akan sangat menyesali apa yang dilakukannya. Berikut tips agar anak dapat berkomunikasi terbuka kepada orang tuanya:

Advertisement

1. Dengarkan apa yang ingin anak bicarakan

Foto oleh Ketut Subiyanto dari Pexels

Foto oleh Ketut Subiyanto dari Pexels via https://www.pexels.com

Hal yang pertama dapat dilakukan orang tua adalah mendengarkan. Dengan mendengarkan apa yang dibicarakan, anak-anak biasanya akan sangat senang dan merasa gembira. Biasanya anak-anak akan lebih jujur dan terbuka jika orang tua dapat mendengarkan dengan baik apa yang disampaikan. Orang tua pun tidak akan khawatir kepada anaknya, karena merasa bahwa anak akan selalu terbuka kepada orang tuanya. Bersikaplah dengan baik dan selalu dengarkan apa yang dikatakan anak, baik penting maupun tidak penting cobalah untuk mendengarkan agar anak merasa senang dan aman kepada orang tuanya.

2. Jangan asik sendiri saat bersama anak

Foto oleh Ketut Subiyanto dari Pexels

Foto oleh Ketut Subiyanto dari Pexels via https://www.pexels.com

Jangan lakukan hal ini di depan anak, jika sedang bersama anak cobalah meluangkan waktu untuk bermain dan berbagi cerita dengan anak. Jangan terlalu sibuk atau asik sendiri, anak akan merasa sedih dan bosan karena merasa orang tuanya terlalu sibuk dan tidak meluangkan waktu untuk anaknya. Sebagai orang tua dalam keadaan sesibuk apapun akan tetap mengutamakan momen bersama anaknya bukan mengabaikan momen tersebut. Anak-anak akan merasa senang bermain dan bercerita kepada orang tuanya meskipun dengan waktu yang singkat. Jika terlalu sibuk, anak biasanya tidak dapat memberitahu dan bercerita tentang apa yang ingin ia katakan kepada orang tuanya. Maka dari itu, anak akan selalu diam jika suatu hal terjadi pada dirinya atau mengenai apapun yang harus ia bicarakan.

Advertisement

3. Luangkan waktu bermain bersama anak

Foto oleh Tatiana Syrikova dari Pexels

Foto oleh Tatiana Syrikova dari Pexels via https://www.pexels.com

Dengan bermain dapat mempererat hubungan antara orang tua dan anak. Anak akan selalu menghargai dan menyukai waktu-waktu seperti ini. Orang tua pun akan sangat senang melihat anak-anaknya tersenyum bahagia. Dalam keadaan sedih maupun senang orang tua sudah seharusnya menghibur anak dengan bermain bersama. Anak-anak akan merasa bangga dengan orang tua seperti ini, sehingga anak merasa orang tua adalah sumber kebahagiaan yang paling utama.

4. Jangan bentak anak

Foto oleh August de Richelieu dari Pexels

Foto oleh August de Richelieu dari Pexels via https://www.pexels.com

Dibentak atau diomeli akan sangat membuat anak trauma atau takut jika melakukan kesalahan. Sehingga jika suatu saat jika melakukan kesalahan, anak cenderung menutupinya dan berusaha menyelesaikannya sendiri. Hidup dalam ketakutan dan selalu berbohong. Sebagai orang tua, cobalah memahami dan memberikan nasihat yang baik agar anak selalu nyaman dan mengambil hal baik dari orang tuanya. 

Jika dibentak atau diomeli anak biasanya lebih banyak menimbulkan masalah kembali. Bagaimana jika anak bersikap bohong dan berdampak besar dalam kehidupannya? Orang tua akan merasa malu dan bersalah terhadap apa yang dilakukan anaknya. Kesalahan yang dibuat anak amatlah wajar, anak-anak masih belum tahu banyak tentang kehidupan. Maka dari itu, sebagai orang tua berikanlah nasihat dan pengalaman tentang kehidupan kepada anaknya. Agar anak selalu mengingat nasihat orang tuanya dan tidak mengulangi atau melakukan kesalahan. Jika dibentak atau diomeli anak hanya akan semakin memberontak dan orang tua hanya menghabiskan tenaga padahal anak biasanya tidak mendengarkan bentakan tersebut. 

Advertisement

5. Berikan perhatian kepada anak

Foto oleh jonas mohamadi dari Pexels

Foto oleh jonas mohamadi dari Pexels via https://www.pexels.com

Cobalah berikan pelukan hangat kepada anak, agar anak melihat besarnya cinta yang orang tuanya berikan. Dengan pelukan, biasanya orang tua dapat merasakan apa yang dirasakan oleh anaknya. Sesibuk apapun pekerjaan tetaplah berikan pelukan hangat untuk anak. Agar ia tidak merasa sendiri dan menyimpan segala sesuatu sendiri. Dengan begitu hubungan antara orang tua dan anak akan selalu saling membahagiakan dan erat. Anak akan selalu senang meskipun perhatian yang diberikan sangat singkat.

6. Jangan bertengkar di dekat anak

Foto oleh cottonbro dari Pexels

Foto oleh cottonbro dari Pexels via https://www.pexels.com

Sebagian orang tentunya mengalami hal tersebut. Apa yang anda rasakan jika orang tua anda bertengkar? Sedih, takut, trauma akan segala hal. Hal ini membawa dampak buruk terhadap tumbuh kembang anak. Anak akan diam dan sedih namun tidak ditampakkan kepada siapapun bahkan bisa jadi ia tidak menunjukkan kesedihan tersebut kepada orang tuanya. 

Hal ini sangat berdampak besar bagi pertumbuhan anak, ia akan merasa terancam dan takut kepada orang tuanya. Anak sangat membutuhkan perhatian, namun apa jadinya bila anak merasa perhatian dari kedua orang tuanya tidak ada akibat konflik yang sering ia dengar dan kedua orang tuanya tidak pernah bersama-sama ketika sedang bersama anak. Hal ini sudah banyak terjadi, anak yang mendengar orang tuanya bertengkar akan selalu merasa sedih dan tidak senang saat berada dirumah. Ia akan lebih memilih mencari kesenangan bersama teman-temannya dibanding bersama kedua orang tuanya. 

Dari kecil hingga dewasa peranan orang tua dalam keseharian serta pertumbuhan anak sangatlah penting. Jika anak bertumbuh kembang dengan baik semua itu berkat orang tua yang selama ini memahami dan selalu ada untuknya meskipun hanya sebentar. Hubungan anak dan orang tua pun akan cenderung lebih baik. Beberapa tips di atas dapat dilakukan agar hubungan anda dan keluarga menjadi lebih baik. Utamakan komunikasi antar keluarga agar dapat memahami satu sama lain, berbagi cerita satu sama lain, dan memberikan perhatian hangat kepada anggota keluarganya. 

Berikan perhatian, cinta, dan kasih sayang yang tulus kepada anak-anak agar mereka dapat terbuka dengan kedua orang tuanya. Anak tidak akan merahasiakan sesuatu dari orang tuanya namun jika hal sebaliknya terjadi cobalah pahami dan lakukan beberapa perbaikan agar komunikasi orang tua dan anak berjalan dengan baik tanpa ditutup-tutupi. Orang tua dan anak akan merasa senang dan saling membahagiakan. Cobalah pahami, dengarkan dengan baik saat anak bercerita maka anak akan selalu jujur dalam kondisi apapun.

Sumber:
Wood, Julia. T (2013) . Komunikasi Interpersonal: Interaksi Keseharian (Edisi 6). Salemba Humanika: Jakarta.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

CLOSE