Setelah mengunggah video “I Quit Instragram”  di Youtube channel-nya, Awkarin lantas mendapat banyak respon positif baik dari netizen dan juga influencer lainnya. Video berdurasi 44 menit tersebut memberikan pesan terkait mental illness serta hal berkaitan sosial media, dunia yang juga membesarkan namanya. Bukan lagi rahasia, Awkarin mampu meraup puluhan juta rupiah dalam satu hari melalui konten Instagram saja.

Ia mengungkapkan bahwa dirinya juga sempat mengalami fase dimana apa yang diunggah ke sosial media adalah bentuk dari ekspektasi tinggi yang menunjang engagement. Sehingga apabila hal tersebut tidak tercapai, akan ada perasaan tidak puas. 

Awkarin sendiri mengakui bahwa konsumsi sosial media yang berlebihan akan sama berbahayanya dengan konsumsi narkoba. Hal terkait adanya dopamin yang menyebabkan kita merasa kecanduan.
 

If you let it control you, it can control you. It can control your mind, your soul, your heart, and your life.

Sebagai makhluk sosial, implikasi sosial media yang paling terasa adalah saat kita harus bersosialisasi langsung dengan orang lain. Kita akan terdistraksi notifikasi dari sosial media, lalu menjadi tidak fokus dengan topik pembicaraan dan parahnya justru sibuk dengan gadget masing – masing. 

Lalu, hal apa yang bisa kita lakukan agar gak membuat sosial media menjadi hal yang toxic saat kita gunakan?
Belajar dari penjelasan Awkarin, yuk simak tipsnya!

1. Waktu hang out bareng temen, coba untuk nggak ngeluarin smartphone kalian dan enjoy the moment!

Nggak, ada smartphone sewaktu hang out?
Tantangan yang menarik bukan?

Advertisement

Selama ini kita selalu terbiasa dengan smartphone waktu hang out bareng temen. Entah sekedar untuk update di stories sosial media atau sekedar mengabadikan momen kumpul bareng yang jarak terjadi. Tapi kalau penggunaannya berlebihan, justru hal tersebut akan menganggu momen kumpul kalian, lho!

Padahal kalian mengandekan ketemuannya susah, tapi saat ketemu semua diem karena sibuk dengan gadget masing-masing kan sayang?

2. Mulai saring siapa saja yang kamu ikuti dan mengikutimu, agar lingkunganmu lebih positif

Social media

Social media via http://www.pexels.com

Ini salah satu hal yang perlu kamu perhatikan agar lingkungan sosial mediamu positif. Abaikan akun – akun yang membuatmu menjadi pribadi yang negatif, entah karena sering menebar hoax, gosip, menyudutkan pihak tertentu, membanggakan golongan tertentu, serta mempedulikan urusan orang lain. Jadi secara mental, kamu bisa berpikir lebih positif.

Advertisement

Mulailah follow akun-akun yang membangun insight-mu seperti secara mental, finansial, pendidikan seksual, awareness pada beberapa fenomena nasional dan global. Sehingga, ketika kamu membuka akun sosial media akan banyak insight yang kamu dapatkan.

3. Atur prioritasmu, dan matikan notifikasimu.

Kamu juga bisa mulai mematikan nofikasi ponselmu pada saat kamu sedang melakukan aktifitas yang membutuhkan konsentrasi seperti pada saat bekerja, kuliah, dan lainnya. Caranya, kamu bisa menggunakan mode airplane mode atau dengan sengaja mematikan data internet pada ponsel.

Sehingga, selain kamu bisa lebih fokus, kamu juga bisa lebih produktif dalam menjalankan aktifitas keseharian. Hal ini dikarenakan kamu tidak terganggu dengan notifikasi yang muncul dari sosial media yang ada di ponselmu. Setelah aktifitas dan pekerjaanmu selesai, kamu bisa kembali dengan sosial mediamu kok. Semua tergantung gimana kamu mengatur prioritas.

4. Kalau dirasa nggak nyaman, nggak ada salahnya menjauh sebentar dari sosial media

Saat ini beberapa sosial media sudah menyediakan fitur untuk men-dissable account for temporary. Sebelum melakukannya, biasanya kamu akan ditanyakan alasannya. Salah satunya di Instagram ada pilihan "just need a break".

Tenang! Semua data yang sudah kamu unggah bahkan jumlah followers dan following-mu nggak akan berkurang, kok! Akunmu hanya akan hilang dan nggak bisa dicari sementara waktu. Namun ketika kamu ingin mengaktifkannya kembali, kamu cukup log in seperti biasa ke akun kamu.

Hal ini tentu bisa membulatkan tekadmu saat sedang lelah dengan dunia sosial media, selain kamu harus meng-uninstall aplikasi tersebut dari smartphone-mu. Nggak ada yang salah dengan break dari sosial media dan melakukan kehidupan normal. Meski awalnya terkesan anti sosial, tapi percayalah akan banyak pengalaman menarik yang kamu dapatkan termasuk saat kamu berinteraksi dengan orang lain.

5. Mulai fokus pada tujuan kamu yang sesungguhnya!

Focus to your goals

Focus to your goals via http://www.seattleglobalist.com

Setelah kamu memutuskan mengurangi frekuensi bersosial media, lalu take a break sementara, kamu tentu akan lebih mudah menemukan apa yang kamu inginkan dalam hidupmu. Apa yang akan kamu lakukan dan apa yang sebenarnya kamu inginkan. Kamu tidak lagi fokus dengan ponselmu dan kehidupanmu di sosial media karena kamu sudah fokus dengan kehidupanmu yang sesungguhnya.

Seperti yang dilakukan Awkarin, kini ia menyadari posisinya sebagai public figure serta influencer. Apa yang dia lakukan, akan menjadi contoh oleh banyak orang di luar sana. Awkarin akan menggunakan sosial medianya hanya untuk hal-hal positif, dan ia mulai fokus membantu orang yang membutuhkan. Apa yang diunggahnya tak lagi sekedar likes dan engagement, semua dia lakukan untuk kebaikan banyak orang dan menyebarkan energi positif lebih banyak.

Bagaimana?
Apa kamu juga akan membasmi hal toxic di sosial mediamu?
Karena sesungguhnya yang paling bisa menyakiti diri kita sendiri adalah ekspektasi tinggi yang kita bangun.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya