#BelajarDiNegeriOrang-Kalian yang Mau Lanjut Kuliah di Jepang, Yuk Pahami Dulu Tentang JLPT

Mengenal Tes Kemampuan Bahasa Jepang

Melampirkan sertifikat kelulusan Japanese Language Proficiency Test (JLPT) minimal level N3

Kalian yang sering Google tentang persyaratan beasiswa ke Jepang pasti sudah tidak asing dengan kata N4? N3? JLPT? Kalimatnya tidak jauh dengan yang saya kutip di atas.

Sebenarnya apa sih itu JLPT? apasih N3 itu? Kapan sih pelaksanaannya? Gimana cara belajarnya? Saya akan mencoba menjawab setiap pertanyaan umum yang ada di benak kalian yang ingin sekali kuliah di Jepang.

Advertisement

1. JLPT (Japanese Language Proficiency Test)

Photo by Jeswin Thomas from Pexels

Photo by Jeswin Thomas from Pexels via https://www.pexels.com

JLPT (Japanese Language Proficiency Test) merupakan tes untuk mengukur kemampuan bahasa Jepang. Anak-anak jurusan bahasa Jepang lebih sering menyebutnya “Noken” atau singkatan dari kata “Nihongo Nouryoku Shiken” yang berarti tes kemampuan bahasa Jepang. Mungkin kalau dalam bahasa inggris itu semacam tes TOEFL/IELST nah kalo dalam bahasa jepang itu JLPT/Noken.

JLPT ini pelaksanaannya di atur oleh pusat, tepatnya oleh the Japan Foundation dan yang lebih menariknya pelaksanaan tes JLPT ini serempak dilaksanakan pada waktu yang sama di seluruh dunia. Biasanya JLPT ini dilaksanakan 2 kali dalam setahun yaitu di bulan Juli dan Desember.

Advertisement

Untuk di Indonesia pelaksanaannya biasanya di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, dll Untuk pendaftarannya sendiri sejak tahun 2017, bisa di lakukan secara online di laman jlptonline.or. id

2. Apa saja yang ada di soal JLPT?

Photo by Google Images

Photo by Google Images via https://www.google.com

Pada saat tes JLPT/Noken kita akan dihadapkan pada 3sesi pengerjaan soal.

Advertisement

Sesi pertama itu biasanya soal tentang “moji dan goi” atau kosakata durasi waktu yang diberikan sesuai level, nah di dalam tes kosakata itu biasanya kita dihadapkan dengan cara baca kanji, dll.

Sesi kedua itu terkait dengan “Bunpou dan Dokkai” apabila diartikan itu pola kalimat dan membaca, sama halnya dengan sesi reading dalam TOEFL di dalam sesi ini kalian akan dihadapkan dengan soal melengkapi kalimat, kemudian membaca sebuah wacana bahasa jepang. Karena cukup memakan waktu sesi ini durasi pengerjaannya lebih lama dibandingkan dengan sesi awal.

Sesi yang ketiga itu “choukai” atau mendengarkan kalian akan disuguhkan dengan soal-soal yang beragam di sesi ini tetapi semua terfokus pada apa yang kalian dengarkan. Soal dalam JLPT/Noken ini semua berbentuk Pilihan Ganda. Tentunya dengan kesulitan yang berbeda disetiap levelnya. Lalu level apa saja yang ada di JLPT/Noken ini? 

 

3. Level dalam JLPT

Bisa terlihatkan di gambarnya ada 5buku. Yah, level kemampuan bahasa jepang itu ada 5, dimulai dari level dasar yaitu N5 dan N4, kemudian level menengah N3, dan level suhu itu N2 dan N1.

Apasih perbedaan yang mencolok dari setiap levelnya?
Jelas banyak semakin tinggi sebuah level tingkatan pembelajarannya juga semakin tinggi. Bagaimana detialnya? Saya akan jelaskan di point selanjutnya.. Oke..

4. JLPT N5 dan N4

Photo by Google Images

Photo by Google Images via https://www.google.com

Jadi level ini itu merupakan yang dasar dalam tes kemampuan bahasa Jepang terutama N5. kita bahas N5 terlebih dahulu yah. Jadi kemampuan yang menjadi kompetensi dasar dari N5 ini yaitu kalian harus mampu menguasai 800 kosakata, kemudian mampu menguasai atau membaca 100 kanji, dan mampu memahami kalimat standar yang ditulis dengan huruf hiragana dan katakana.

Nah skor minimal apabila dinyatakan Lulus JLPT Level N5 ini adalah 80, tetapi dari 3 sesi yang dijabarkan di atas mempunyai standar nilainya sendiri, jadi apabila di salah satu sesi nilainya kurang tetapi akumulasi 80 tetap dinyatakan tidak lulus. Untuk JLPT N5, standar kelulusan ada dibagi menjadi dua, yaitu dilihat skor sesi kosakata, tata bahasa dan membaca: 38 (dari total 120) dan Skor Sesi mendengarkan: 19 (dari total 60).

Baik selanjutnya itu JLPT Level N4, N4 ini merupakan satu level di atas N5 kompetensi dasar yang harus dipenuhi untuk lulus N4 itu yaitu mampu menguasai dan membaca 300 Kanji, menguasai 1500 kosakata, dan Mampu memahami percakapan sehari-hari jika diucapkan lambat serta dapat membaca materi sederhana.

Dari uraian kompetensi yang harus dipenuhi dapat disimpulkan bahwa level N4 ini lebih sulit dari N5 dari segi penambahan kosakata dan kanji serta level pemahaman konteksnya. skor minimal yang perlu diperoleh untuk dinyatakan lulus JLPT N4 adalah 90 dari total skor 180.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa akumulasi skor minimal ini tidak serta merta membuat otomatis lulus karena setiap sesi mempunyai standar nilainya masing-masing. Pada JLPT N4 standar kelulusan dibagi menjadi : Sesi kosakata, tata bahasa dan membaca: minimal 38 dari total skor 120, Sesi mendengarkan: minimal 19 dari total skor 60. 

5. JLPT N3

Photo by Google Images

Photo by Google Images via https://www.google.com

JLPT Level N3 ini biasanya yang sering dijadikan syarat kemampuan bahasa Jepang yang harus dikuasai, apabila sudah mempunyai sertifikat N3 dan mengajukan beasiswa syarat yang lain hanya menjadi pendamping saja, artinya sertifikat N3 di sini ibarat golden tiket lulus syarat administrasi beasiswa. Bahkan apabila kalian ingin melamar pekerjaan ke perusahaan Jepang di Indonesia misalnya, sertifikat JLPT Level N3 ini sangat membantu bahkan menjadi syarat wajib.

Lalu kompetensi apa yang harus dikuasai agar lulus N3? Pertama harus menguasai 3750 Kosakata, mampu membaca dan menguasai 650 Kanji, dan Mampu memahami artikel Bahasa Jepang yang ditulis dengan kanji yang mudah serta dapat mengikuti pembicaraan Orang Jepang dengan kecepatan normal.

Skor minimal yang harus didapat agar bisa dinyatakan lulus JLPT N3 adalah 95 dari total skor 180. Untuk ujian JLPT N3, standar kelulusan dibagi menjadi tiga, yaitu: 1) sesi kosakata dan kanji: minimal 19 dari total skor 60; 2) sesi tata bahasa dan membaca: minimal 19 dari total skor 60; 3) sesi mendengarkan: minimal 19 dari total skor 60.

6. JLPT N2 dan N1

Photo by Google Images

Photo by Google Images via https://www.google.com

Level N2 ini bisa dikatakan kemampuan bahasa Jepang yang dikuasai sudah di atas rata-rata, bahkan N1 bisa dikatakan kemampuan bahasa jepangnya sudah setara native speaker.

Bahkan dosen S1 saya dengan lantangnya berani menyodorkan apabila mempunyai sertifikat N2 mendapat beasiswa untuk melanjutkan di pascasarjana universitas tempat saya kuliah. Kesempatan mendapatkan beasiswa di dalam negeri saja sudah terbuka lebar apalagi beasiswa ke jepang yang notabene bahasa induknya?

Hal apa yang haris di kuasai untuk dapat lulus N2 dan N1?

Untuk N2 setidaknya kalian harus dapat membaca dan menguasai 1000 kanji, menguasai 6000 kosakata, dan Mampu memahami artikel dengan topik umum serta mengerti percakapan dan berita dengan kecepatan normal. Skor minimal untuk lulus JLPT N2 adalah 90 dari total skor 180. Standar kelulusan JLPT N2 juga dibagi menjadi tiga yaitu: 1) sesi kosakata dan kanji: minimal 19 dari total skor 60; 2) sesi tata bahasa dan membaca: minimal 19 dari total skor 60; 3) sesi mendengarkan: minimal 19 dari total skor 60.

Kemudian hal yang harus dikuasai agar dapat lulus N1 adalah Mampu menguasai/membaca 2000 kanji, Mampu menguasai 10000 kosakata, Mampu memahami berbagai macam percakapan dalam situasi tertentu serta dapat memahami perbedaan nuansa dalam suatu pola kalimat jika menggunakan kosakata tertentu. Skor minimal yang harus diperoleh untuk bisa dinyatakan lulus JLPT N1 adalah 100 dari total skor 180. Sama seperti ujian JLPT level N2, standar kelulusan JLPT N1 juga dibagi menjadi tiga yaitu: 1) sesi kosakata dan kanji: minimal 19 dari total skor 60; 2) sesi tata bahasa dan membaca: minimal 19 dari total skor 60; 3) sesi mendengarkan: minimal 19 dari total skor 60. 

7. JLPT sebagai hak istimewa bisa lolos belajar di Jepang

Photo by Google Images

Photo by Google Images via https://www.google.com

Seperti yang sudah di jelaskan di awal, sertifikat JLPT ini merupakan sebuah syarat yang bisa memudahkan kalian belajar di Jepang, tentu menjadi istimewa juga karena kemampuan bahasa Jepang kalian sudah memenuhi standar.

Terlepas dari hak istimewa itu, selain bahasa yang dimatangkan, apabila kalian bersungguh-sungguh ingin belajar di Jepang, kalian harus belajar budayanya juga. Belajar bahasa itu sudah harus satu paket dengan budayanya. Poin pentingnya adalah harus “belajar meningkatkan bahasa” untuk bisa belajar di negara impian 

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Full-time Japanese Language Teacher And Postgraduate Student.

CLOSE