Tuhan tidak membuat garis pada tangan kita untuk terus bersama. Meski kemarin kita saling menggenggam erat, pada akhirnya kita harus melepaskan itu semua. Kini kau dan aku merdeka.

Ranjau yang kita buat sendiri malah memakan hati kita masing-masing. Sekarang kita telah terbebas dari jajahan hubungan yang tak bermasa depan ini.

1. Ketika Kau Memilih Mengkhatamkan Cerita Cinta Ini, Bagai Ada Bambu Runcing yang Menusuk Jantungku

Hubungan ini lama-lama penuh polemik via https://www.google.co.id

Hubungan ini lama-lama penuh polemik. Dilanjutkan pun akan semakin banyak tercipta intrik. Kesepakatan untuk benar-benar diakhiri pun terwujud. Kita sudah berbeda visi dan misi. Bagaimana pun ini tidak akan baik jika dilanjutkan.

Meski sungguh aku masih ingin memperjuangkan hubungan ini. Tapi apalah daya, kau memilih mengkhatamkan cerita cinta yang telah kita buat selama beberapa tahun ini. Ya Tuhan, dia telah menusukan bambu runcing ke dalam jantungku. Jleb!

2. Jika Kau Pernah Menusukan Bambu Runcing Pada Jantungku, Aku pun Pasti Pernah Menembakan Senapan Pada Hatimu

Kau pernah terluka karena ulahku. via https://www.google.co.id

Advertisement

Tak akan egois. Aku pun sadar. Aku tak sempurna. Makanya kau membuat keputusan ini, pastilah ada banyak yang salah dalam diriku. Kau pernah terluka karena ulahku. Kau pernah menusukan bambu runcing pada jantungku. Pasti aku pun pernah menembakan senapan pada hatimu. Kau pernah terluka olehku.

Karena kita sama-sama manusia yang tak begitu mengerti makna sebuah perasaan. Percayalah, aku sungguh sadar akan kesalahanku.

3. Sepertinya Kali Ini Kita Akan Berlomba “Balap Karung”

Bedanya, Kita akan membungkus semua kenangan yang pernah kita lalui bersama pada sebuah karung yang bernama waktu. via https://www.google.co.id

Layaknya di Negara kita, kemerdekaan kita pun harus kita rayakan dengan berlomba. Salah satunya lomba balap karung.

Bedanya, Kita akan membungkus semua kenangan yang pernah kita lalui bersama pada sebuah karung yang bernama waktu. Ya, biarkan waktu yang membawa karung-karung kenangan.

Lantas siapakah diantara kita yang akan menang dalam perlombaan mengkarungi kenangan? Aku atau Kamu?

4. MERDEKA! Kudengar Hatimu Meneriakan Itu. Bagaimana Dengan Hatiku? Sudah Merdeka kah?

Kau pantas merdeka karena telah terlepas dari hubungan yang memenjarakanmu dengan berbagai perdebatan. via https://www.google.co.id

Kau pantas merdeka karena telah terlepas dari hubungan yang memenjarakanmu dengan berbagai perdebatan. Lantas bagaimana denganku?

Jujur, aku masih belum merdeka. Aku masih dijajah oleh rasa pilu akan berakhirnya hubungan kita. Tapi biarlah mungkin suatu saat aku pasti mampu berdamai dengan namamu.

Dan akan kupastikan aku segera merdeka!

5. Merdeka Negeriku, Merdeka Hatiku!

Bersabar dan terus berjuang untuk menetralkan perasaanku kepadamu. via https://www.google.co.id

Untuk menjadi negara yang merdeka dan berdaulat sangat diperlukan perjuangan yang keras. Begitu pun dengan hatiku. Aku perlu melakukan perjuangan agar hatiku segera merdeka. Dan melakukan perdamaian denganmu.

Bersabar dan terus berjuang untuk menetralkan perasaanku kepadamu. Hanya itu yang bisa kulakukan. Malulah aku pada Negeriku yang sudah merdeka.

Merdeka untuk hatiku! Amiinn..