#BeraniWujudkanMimpi–Kisah Jo dalam Film Little Women Ini Akan Menguatkan Tekadmu untuk Wujudkan Mimpi!

Sebuah Inspirasi Bagi Kamu yang Ingin Menekuni Dunia Menulis.

Apakah selama ini kamu punya impian menjadi seorang Penulis namun masih merasa ragu? Atau kah kamu masih merasa belum termotivasi untuk serius menekuni dunia menulis karena berbagai alasan? Well, let me tell you a story. Sebuah cerita dari film drama asal Amerika Serikat berjudul Little Women yang akan menginspirasi kamu dan menguatkan tekadmu untuk menjadi seorang Penulis.

Film ini mengisahkan tentang kehidupan sebuah keluarga sederhana dengan latar waktu tahun 1868. Ada empat orang anak perempuan bernama Meg, Jo, Amy, dan Beth. Mereka semua memiliki impian yang berbeda satu sama lain. Di antara mereka berempat, Jo adalah sosok gadis yang sangat gigih dan antusias dengan dunia menulis. Impiannya adalah menjadi seorang Penulis terkenal. Namun upaya Jo untuk wujudkan mimpi sering terkendala oleh berbagai macam tantangan kehidupan.

Apakah kamu pun mengalami hal yang sama? Jika iya, maka kisah Jo ini sungguh dapat menginspirasi kamu agar lebih #BeraniWujudkanMimpi menjadi seorang Penulis hebat. Simak ceritanya berikut ini yah!

Advertisement

1. Butuh Mental Kuat ‘Tuk Hadapi Semua Penolakan dan Kritikan Tajam.

Screenshot From Youtube Video

Screenshot From Youtube Video via https://www.youtube.com

Tulisan ditolak dan dikritik editor? Itu adalah hal yang wajar bagi semua Penulis. Jangan kecut hatimu ya. Biasanya penolakan tersebut disertai dengan penjelasan logis agar kamu bisa merevisi tulisanmu atau menciptakan cerita yang lebih baik dari sebelumnya.

Jo pun mengalami hal yang sama kok. Meskipun tulisannya kerap kali mendapat pujian bahkan tulisannya sudah pernah dimuat di surat kabar namun hal itu tak lantas membuatnya luput dari kritik tentang tulisannya.

Advertisement

Lalu apa yang Jo lakukan? Apakah dia berhenti menulis dan menyerah begitu saja dengan impiannya? Jo memang merasa sangat terpukul dan sempat meragukan dirinya sendiri, namun ia tidak menyerah. Ia mengambil waktu untuk beristirahat sejenak dari dunia menulis setelah itu barulah dia mulai menulis lagi. Hal ini patut dicontohi.

2. Emotional Intelligence yang Baik Adalah Kunci ‘Tuk Hadapi Masa Sukar.

Screenshot From Youtube Video

Screenshot From Youtube Video via https://www.youtube.com

Pernahkan kamu merasa begitu marah saat hasil usaha kerja kerasmu selama ini diremehkan, disabotase, atau bahkan dihancurkan begitu saja?

Advertisement

Di tahun 1868, Jo harus menulis cerita secara manual yaitu menggunakan pena dan kertas. Suatu ketika Amy, adik Jo, yang marah dengan perlakuan Jo terhadapnya membakar habis semua tulisan yang sudah ditulis Jo dengan susah payah dan Jo tidak bisa menyelamatkan selembar halaman pun.

Murka adalah ekspresi tepat untuk menggambarkan perasaan Jo saat itu. Namun salah satu nasihat dari Ibu Jo yang cukup menyentuh dan menyadarkan Jo adalah ‘kamu boleh marah, tapi jangan biarkan dirimu dipengaruhi oleh amarahmu’.

Memiliki Emotional Intelligence atau Emotional Quotient (EQ) yang baik bukanlah sebuah proses yang instan. It really takes time. Meskipun demikian, EQ ibarat bekal yang dibutuhkan dalam perjalananmu mewujudkan mimpi. Kadang, kamu hanya perlu menjalani semua proses hidup dengan lebih legawa.

3. Inspirasi Untuk Menulis Bisa Muncul Darimana Saja Bahkan Di Masa Sukar Sekalipun.

Screenshot From Youtube Video

Screenshot From Youtube Video via https://www.youtube.com

Pernah merasa seperti menemukan jalan buntu saat menulis? Istilah yang tepat untuk menggambarkan kondisi seperti itu adalah writer’s block.

Jo sempat merasa tidak bergairah untuk menulis bahkan merasa seperti tidak memiliki kemampuan untuk menulis lagi sejak tulisannya dikritik tajam oleh temannya yang bernama Friedrich. Di tengah-tengah masalah pribadi yang ia hadapi, ia masih harus menerima kenyataan pahit saat mengetahui adik kesayangannya yaitu Beth mengalami sakit parah.

Saat sedang menemani Beth yang sedang sakit parah, Beth secara khusus meminta Jo untuk menulis cerita untuknya bahkan memintanya untuk tetap menulis meskipun dia telah tiada. Sempat merasa sedih, Jo akhirnya mengiyakan permintaan adik kesayangannya itu dan mulai menulis cerita lagi. Ketika Beth akhirnya meninggal dunia, Jo pun mendapat inspirasi untuk menuliskan sebuah novel yang ia dedikasikan untuk Beth.

Kisah Jo ini membuktikan bahwa kita bisa menemukan inspirasi untuk menulis bahkan di saat kita mengalami masa sukar sekalipun. Jadi, jangan menyerah yah!

4. Pentingnya Memiliki Support System Dalam Hidup. Perjalanan ‘Tuk Wujudkan Mimpi Akan Terasa Lebih Mudah.

Screenshot From Youtube Video

Screenshot From Youtube Video via https://www.youtube.com

Keluarga adalah support system terdekat yang bisa kita peroleh. Ketika orang lain meragukan kemampuan kita bahkan diri kita sendiri merasa tidak percaya diri dengan apa yang sedang kita kerjakan, kehadiran support system akan mampu menyemangati kita.

Saat Jo merasa tidak begitu yakin apakah novel yang sedang ia kerjakan akan diterima oleh penerbit atau tidak, ia mendapat dukungan penuh dari kedua saudara perempuannya yakni Meg dan Amy karena mereka yakin akan kemampuan Jo dalam menulis.

5. Motivasi yang Tepat Akan Membantumu Wujudkan Mimpi.

Screenshot From Youtube Video

Screenshot From Youtube Video via https://www.youtube.com

Pastikan motivasimu tuk wujudkan mimpi tidak salah yah. Sebagian orang mungkin berusaha keras untuk mewujudkan impiannya dengan motivasi untuk mengalahkan saingannya atau ingin menunjukkan kehebatan diri sendiri. Motivasi seperti ini tidak akan memberikan hasil yang baik.

Belajarlah dari kisah Jo yang memiliki motivasi positif untuk tetap menulis meskipun sering mengalami kesulitan hidup. Motivasinya untuk menulis adalah ia ingin membantu kondisi keuangan keluarganya dengan uang hasil menulis dan memenuhi permintaan mendiang adiknya.

Dengan motivasi yang tepat, Jo akhirnya bisa mewujudkan impiannya untuk menjadi seorang Penulis dan merilis novel karyanya sendiri. Impian yang dibarengi dengan motivasi dan usaha mulia seperti ini memang patut diteladani!

6. Tidak Masalah Bila Punya Impian yang Berbeda.

Screenshot From Youtube Video

Screenshot From Youtube Video via https://www.youtube.com

Buat kamu yang punya impian lain dan bukan untuk menjadi seorang Penulis, kamu juga bisa belajar dari kisah Jo ini kok. Apakah mimpimu adalah untuk bisa membahagiakan orang tua? Atau kah mimpi untuk membangun rumah impian?

Salah satu kalimat menyentuh yang diutarakan Meg, kakak Jo, di hari pernikahannya adalah ‘hanya karena impianku berbeda darimu bukan berarti impianku tidak penting”. Hal ini menunjukkan bahwa semua impian itu penting selama impian itu tidak bertujuan buruk.

Di kehidupan masa kini, tentu segala sesuatu sudah lebih mudah dan canggih. Begitu pun dengan masalah finansial. Buat kamu yang telah memiliki penghasilan tetap namun merasa bahwa saldo tabungan belum cukup untuk mewujudkan impianmu, kini kamu tidak perlu merasa khawatir lagi.

Kamu bisa mengajukan permohonan kredit #BRIguna dengan langkah mudah. Apapun impianmu; entah membeli tanah, rumah atau mobil, entah melanjutkan pendidikan S2/S3, atau pun impian lainnya, bisa kamu wujudkan bersama #BRIguna.

Kini, tak ada lagi alasan untuk tidak #BeraniWujudkanMimpi sebab #BRIguna hadir untuk #BRISemangatBaru buat kamu. Semangat wujudkan mimpi yah.. Kamu pasti bisa!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

・A Dreamer ・Bibliophile ・Photophile ・Thalassophile

CLOSE