Berikut 5 Gaya Hidup untuk Mengurangi Gejala Parkinson

Melalui Gaya Hidup yang Baik, Kualitas Hidup Lebih Terjaga

Kesehatan merupakan mahkota bagi orang yang sedang sakit. Berharap agar kembali prima seperti sediakala adalah impian mereka, yang kemudian dengan segenap jiwa dan raga mencari cara agar tubuh sehat kembali.

Salah satu penyakit yang dapat menurunkan kualitas hidup adalah Parkinson. Parkinson merupakan penyakit yang disebabkan kerusakan pada sistem syaraf, sehingga penyakit ini menjadi momok yang cukup menakutkan karena membuat tubuh sulit untuk bergerak.

Melansir hellosehat.com, penyebab utama dari penyakit ini adalah kurangnya dopamin yang diproduksi oleh sel-sel otak. Dopamin bertanggung jawab pada gerakan otot dan koordinasi. Yang artinya jika kekurangan dopamin akan mengganggu respon sinyal dari otak ke otot.

Gejala yang ditimbulkan pada penyakit ini biasanya adalah kekakuan pada otot, gangguan pada pergerakan, dan beberapa kasus mengalami tremor. Sehingga membuat banyak penderitanya membutuhkan bantuan dari orang lain terutama keluarganya.

Parkinson belum dapat disembuhkan secara total. Namun dengan penanganan yang sesuai maka bisa menekan gejala yang diderita. Berikut beberapa gaya hidup yang bisa diterapkan untuk mengurangi gejala parkinson.

Yuk, langsung simak penjelasannya di bawah.

ADVERTISEMENTS

1. Latihan fisik

Photo by Anna Shvets from Pexels

Photo by Anna Shvets from Pexels via https://www.pexels.com

Parkinson menyebabkan gerak tubuh penderitanya terasa kaku dan berat. Karena terganggungnya respon sinyal dari otak ke otot. Namun pasien Parkinson diharapkan tetap melakukan latihan fisik. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan fleksibilitas dan kekuatan otot. Sehingga bisa mempertahankan kualitas hidup.

Untuk latihan fisik yang dapat dilakukan bisa seperti menggerakkan kaki dan tangan, melatih otot wajah, bersepeda, melatih bicara, bahkan berenang. Tentu saja latihan fisik ini harus berada dalam dampingan keluarga atau terapis. Biasanya pasien Parkinson akan mengunjungi layanan fisioterapi di klinik maupun rumah sakit untuk mendapat perawatan yang optimal.

ADVERTISEMENTS

2. Mengonsumsi obat dan makanan yang sehat

Photo by SHVETS production from Pexels

Photo by SHVETS production from Pexels via https://www.pexels.com

Penyakit Parkinson memiliki obat-obatan khusus. Seperti levedopa yang mampu menambah kadar dopamin sehingga dapat meningkatkan kendali atas kontrol tubuh.  Selain minum obat-obatan berbahan kimia, juga dapat mengonsumsi buah-buahan, herbal, dan ikan kaya omega-3.

Dilansir KlikDokter.com, buah-buahan yang dianjurkan untuk mengurangi gejala Parkinson diantaranya buah beraneka beri, seperti stroberi ataupun blueberry. Hal ini karena buah beri penuh dengan antioksidan dan vitamin yang secara alami dapat meningkatkan respons sinyal pada otak. Selain itu disebut dapat memperbaiki sel-sel otak akibat penuaan.

Makanan hewani juga menjadi sumber makanan pilihan yang baik. Seperti ikan salmon yang minyaknya mengandung asam lemak omega-3 dan baik untuk mengurangi laju penurunan kognitif. Selain itu pengidap Parkinson juga dapat mengonsumsi Habbatussauda. Dilansir Halodoc.com, bahwa Habbatussauda mampu mengurangi peradangan dan melemaskan otot kaku.

ADVERTISEMENTS

3. Berjemur

Photo by Vlada Karpovich from Pexels

Photo by Vlada Karpovich from Pexels via https://www.pexels.com

Terdapat beberapa pandangan mengenai waktu terbaik untuk berjemur, yaitu diantara jam 8 ataupun jam 10. Pada jam 10 ke atas disebut merupakan waktu yang lebih efektif untuk mendapatkan sinar ultraviolet (UV). Sinar UV ini diharapkan dapat meningkatkan vitamin D pada tubuh.

Dilansir Halodoc.com, beragam manfaat pada vitamin D dibutuhkan pada tubuh salah satunya untuk mentransmisi kerja otot dengan saraf.  Sehingga hal ini dapat dilakukan untuk mengurangi gejala Parkinson.

ADVERTISEMENTS

4. Aktif untuk berpikir

Photo by Anete Lusina from Pexels

Photo by Anete Lusina from Pexels via https://www.pexels.com

Aktivitas membaca merupakan salah satu cara agar otak tetap aktif berpikir. Karena dengan membaca akan menurunkan risiko penyakit lainnya, seperti demensia yang memengaruhi daya ingat. Selain itu dengan membaca sesuatu yang disenangi dapat menimbulkan kebahagiaan dan kepuasan tersendiri.  

Jika berobat di rumah sakit, biasanya dokter rehabilitasi medik akan merujuk pasien Parkinson melakukan terapi okupasi. Terapi ini bertujuan agar pasien melakukan latihan dan menyelesaikan sesuai target yang diinginkan. Misalnya latihan memakai kancing, merapihkan barang, dan memindahkan barang secara teratur dan berpola. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan beraktivitas sehari-sehari.

ADVERTISEMENTS

5. Beribadah

Photo by SHVETS production from Pexels

Photo by SHVETS production from Pexels via https://www.pexels.com

Banyak orang ketika sakit menunjukkan gelagat mencintai aktivitas ibadah. Hal ini tidak salah, karena dalam agama Islam penyakit itu justru dapat menjadi penggugur dosa. Sehingga akibat sakit yang diderita akan memunculkan keimanan yang lebih tinggi. Bertambahnya amal saleh, menjadi sabar, menjadi ikhlas. Semuanya akan bernilai ibadah. Disamping doa yang selalu diperturutkan demi mendapat kesehatan dari Yang Kuasa.

Jika keluarga terdekat atau orang yang Anda sayangi sedang diuji sakit Parkinson. Bantu mereka untuk menerapkan gaya hidup sehat. Karena penderita Parkinson akan mengalami kesulitan tanpa bantuan orang terdekat seperti keluarganya sendiri. Bonusnya Anda akan mendapat kebaikan di dunia dan di akhirat jika Anda meyakininya.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Mahasiswa akhir yang sedang mengembangkan diri dalam dunia kepenulisan dan bisnis online