Teruntuk Suami dan Bapak-bapak yang Mulai Menggendut, Berikut Jawaban Bijak ketika Mengalami Body Shaming

Bapak-bapak korban body shaming

Setelah menikah banyak perubahan yang akan dialami oleh suami dan istri. Salah satu perubahan yang paling kelihatan adalah bentuk badan. Kebanyakan pasangan suami istri akan mengalami kenaikan berat badan. Dari yang awalnya ukuran pakaiannya M meningkat menjadi L bahkan XL.

Untuk istri sendiri, perubahan bentuk badan tersebut dianggap wajar karena mengalami proses kehamilan dan menyusui dengan waktu yang lama sehingga terkadang sulit mengembalikan bentuk badan seperti dulu ketika sebelum menikah dan punya anak. Tapi, bagi suami naiknya berat badan setelah menikah terkadang menjadi hal yang tidak mudah dihadapi dalam kehidupannya. Apalagi kalau sudah terkena body shaming yang biasanya dilakukan oleh keluarga sendiri, rekan kerja, atau teman-temannya.

Sama seperti body shaming yang dilakukan kepada wanita, body shaming yang dilakukan kepada pria yang sudah berstatus suami dan bapak-bapak bisa jadi menjadi masalah tersendiri. Pelaku body shaming kebanyakan berkelit dan beralasan itu hanya candaan untuk mencairkan suasana. Tapi, dalam kenyataannya banyak sekali orang yang merasa itu bukan candaan. Lebih tepatnya adalah sindiran berujung ejekan.

Dampaknya sangat luar biasa bagi orang yang mengalami body shaming. Ada yang  kehilangan rasa percaya diri, mogok makan, bahkan ada yang sampai nekat minum obat-obatan dan mengakibatkan kehilangan nyawa. Pemicunya adalah mengalami body shaming karena dinilai gendut di mata orang lain.

Bagi suami dan bapak-bapak yang tubuhnya sudah mulai menggendut, ketika sedang bertemu dengan orang lain pasti pernah mendapatkan kalimat. Wah, setelah nikah tambah seger saja nih, atau kalimat seperti ini, Makin subur nih, enak pasti hidupnya. Kalimat-kalimat tersebut memang tidak langsung menyebut kata gendut.

Tapi, itu maknanya sama saja seperti mengisyaratkan adanya perubahan bentuk badan yang tadinya kurus atau sedang sekarang menjadi lebih berisi alias gendut. Alih-alih marah atau menjawab dengan nada yang sinis lebih baik jawablah kalimat-kalimat sindiran tersebut dengan jawaban-jawaban yang bijak. Berikut ini akan saya jabarkan alternatif jawaban bijak ketika mengalami body shaming bagi suami dan bapak-bapak yang tubuhnya mulai menggendut.

Advertisement

1. Iya nih gendut, istri hobi masak jadi makan terus deh

Photo by Ketut Subiyanto from Pexels

Photo by Ketut Subiyanto from Pexels via https://www.pexels.com

Enaknya menikah adalah salah satunya bisa merasakan makanan-makanan yang dibuat oleh istri. Apalagi kalau istrinya hobi masak dan sudah terbukti bahwa makanannya enak. Misalnya, sarapan nasi goreng, makan siang sop daging plus sambel, makan malam oseng-oseng kikil campur jeroan.

Wah, dijamin kenyang terus. Kalau ada orang lain yang ngomong gendutan, tinggal jawab begini, Iya nih gendut, istri hobi masak jadi makan terus deh. Ngomongnya sambil melirik istri lagi. Dijamin istri akan bahagia dan berbunga-bunga. Happy wife happy life. Gendut, no problem.

Advertisement

2. Iya nih gendut, tidurnya sudah teratur jadi berisi badannya

Photo by Ketut Subiyanto from Pexels

Photo by Ketut Subiyanto from Pexels via https://www.pexels.com

Perubahan jam istirahat dan tidur setelah menikah, perlahan akan berubah dari sebelum menikah. Biasanya jaman masih bujang hobi nonton bola atau game sampai pagi, setelah punya istri tidurnya bisa lebih awal. Yang tadinya suka bangun kesiangan dan terlambat kerja, sekarang ada istri yang setia ngebangunin setiap hari.

Pokoknya jam tidur dan bangun tidur jadi lebih teratur. Kalau ada orang lain yang ngomong gendutan, tinggal jawab begini, Iya nih gendut, tidurnya sudah teratur jadi berisi badannya. Aman kan?

3. Iya nih gendut, jarang keluar malam sih

Advertisement
Photo by cottonbro from Pexels

Photo by cottonbro from Pexels via https://www.pexels.com

Percaya deh, setelah menikah pasti para suami dan bapak-bapak mikir-mikir kalau mau keluar malam. Jika nggak penting-penting amat lebih baik di rumah bareng istri dan keluarga. Tanpa sadar, itulah yang membuat tubuh para suami dan bapak-bapak jadi gendutan karena jarang sekali kena angin malam.

Angin malam itu sendiri tidak baik bagi tubuh dan bisa menyebabkan mudah terserang penyakit. Itulah yang membuat tubuh para suami dan bapak-bapak dulu ketika belum menikah kurus karena sering masuk angin. Kalau ada orang lain yang ngomong gendutan, tinggal jawab begini, Iya nih gendut, jarang keluar malam sih. Hehe.

4. Iya nih gendut, asik main sama anak jadi jarang olahraga

Photo by nappy from Pexels

Photo by nappy from Pexels via https://www.pexels.com

Setelah menikah dan menjadi bapak-bapak, para suami akan menomorsatukan keluarganya. Apalagi kalau sudah mempunyai anak. Apapun akan dilakukan untuk membuat anaknya bahagia. Nah, ini bisa menjadi alasan ketika ada orang lain yang ngomong kalau gendutan.

Jawab saja begini, Iya nih gendut, asik main sama anak jadi jarang olahraga. Walaupun sebenarnya itu hanya alasan untuk menutupi rasa malas dalam melakukan olahraga, tapi setidaknya alasan tersebut bisa diterima dan masuk akal. Hehe.

5. Iya nih gendut, tanda hidup bahagia nih

Photo by august de richelieu from Pexels

Photo by august de richelieu from Pexels via https://www.pexels.com

Memang sih kebahagiaan seseorang itu tidak bisa dilihat dari penampilan fisiknya. Tapi setidaknya itu bisa menjadi suatu alasan kalau sedang dibilang orang gendutan badannya. Jawab saja seperti ini, Iya nih gendut, soalnya setiap hari ada yang merhatiin sih. Makan disiapin. Cucian terima bersih. Wah, bahagia deh pokoknya. Hehe.

Setiap orang wajib mencintai dirinya sendiri dengan apa adanya. Mau gendut atau kurus itu merupakan pilihan. Yang terpenting adalah sehat dan bahagia. Bagi para suami dan bapak-bapak yang sekarang tubuhnya sudah mulai melar dan menggendut, jangan minder. Anggap saja masa-masa kurus dan ideal telah usai. Atau mungkin membuat para suami menjadi gendut adalah salah satu misi para istri agar suami tidak dilirik oleh wanita lain? Bisa jadi itu. Hehe. Canda istri.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

"Jangan Bosan Jadi Orang Baik".

CLOSE