Hai, apa kabar kamu hari ini? Masih ingatkah denganku ? seorang wanita mungil yang pernah mengisi hidupmu.

Dulu, kita pernah berjanji bertemu di suatu taman kecil yang dipenuhi bunga dandelion dan alang-alang dengan pepohonan yang rindang. Tempat yang hanya aku dan kamu yang tahu, kamu memintaku untuk berpose lucu lalu kamu memotretku dengan kamera kesayanganmu, rasanya bahagia sekali saat itu.

5 tahun telah berlalu. Rasanya konyol jika aku masih sering memikirkanmu, tapi kenyataannya memang begitu. Perpisahan itu tak pernah kita rencanakan, kita bahkan masih saling menyayangi tetapi akhirnya berakhir begitu saja.

Ada tembok penghalang besar bernama 'perbedaan' yang tak bisa kita robohkan, meskipun harus seperti ini takdir kita pada akhirnya, tapiĀ  aku masih selalu mengingat pesan-pesan darimu

1. Semenjak perpisahan itu, aku mencoba belajar untuk bersikap lebih dewasa

Beberapa kali kamu selalu bilang, bahwa aku harus bisa move on dan tak boleh cengeng lagi. Ya, hal itu selalu kamu bilang setiap kali aku menghubungimu kembali karena tak kuasa ku menahan rindu. Aku yang selalu berpikir tak bisa hidup tanpamu, ternyata aku bisa berjalan sejauh ini; melewati waktu demi waktu tanpa canda tawamu. Setiap kali rindu itu datang, aku selalu menahan diri untuk tak lagi mengusik hidupmu. Aku belajar menjadi lebih dewasa untuk kamu dan kebahagiaanku.

2. Semua ucapan darimu selalu memotivasiku untuk menjadi lebih baik

Dulu, kamulah semangatku. Kamu selalu memintaku untuk menjadi wanita yang kuat dan sukses. Kamu mengajariku untuk selalu belajar dengan baik dan memikirkan masa depanku adalah yang utama.

Advertisement

Tanpa sadar aku selalu mengingat semua itu hingga saat ini. Hingga aku akhirnya bisa melanjutkan studiku dan lulus dengan nilai baik dan menggapai cita-citaku sesuai harapanmu.

3. Berpisah denganmu membuatku menyadari ada keluarga yang berharga

Ingatkah dulu? Kamu yang selalu mengingatkanku agar aku tak melawan orangtua karena tak diperbolehkan bersamamu. Kamu bilang keluarga adalah tempat terakhir kita, kamu menginginkanku menjadi anak yang penurut dan hormat pada mereka. Ya, meskipun rasanya tidak adil, akhirnya aku menyerah dengan keadaan dan kembali menuruti keinginanmu.

4. Akhirnya aku memahami apalah artinya ikhlas

Ketika kamu telah menemukan penggantiku, rasanya memang sakit. Ah, tapi tak disangka ternyata aku bisa begitu kuat melihatmu dengan wanita pilihanmu duduk di altar itu. Aku tersenyum bahagia dan menyimpan semua perasaan yang dulu pernah kita rasakan di hati yang paling dalam.

Advertisement

Ketika 5 tahun lalu kamu memintaku untuk ikhlas melepasmu. Meskipun tampak menyedihkan, akhirnya aku mengerti makna dari KEIKHLASAN sesungguhnya yang pernah kamu minta.

5. Jangan pernah mengkhawatirkan aku karena perpisahan ini, aku janji akan menjalani hidup dengan lebih baik lagi tanpamu

Terima kasih atas banyak hal yang pernah kita lalui bersama. Aku yakin Tuhan memperkenalkanmu dengan alasan yang baik untuk hidupku.

Percayalah, aku tak pernah menyesali kisah kita. Karenamulah hidupku lebih baik dan lebih baik lagi. Jangan pernah khawatir, aku akan baik-baik saja!

Aku hanya ingin kamu selalu ingat

Taman kecil di sudut kota itu adalah sebuah saksi bisu, di mana cinta pernah bersemayam, di mana canda tawa melebur menjadi satu tanpa melihat banyaknya perbedaan.

Di barisan bangku taman itu, kita pernah menuliskan banyak cerita meski tahun demi tahun menghapusnya..

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya