Cara Paling Asyik Menjaga Kesehatan Bumi. Selain Memberikan Sumbangsih Besar, Kamu Juga Menjadi Bagian Dari Gerakan Kekinian, Lho!

Semakin tua usia bumi, semakin ia tidak baik-baik saja. Isu-isu pencemaran lingkungan, pembalakan liar, bencana alam, tidak lepas menimpa bumi. Akibatnya, perubahan iklim secara ekstrem tidak mampu dihindari.

Berbagai upaya telah dilakukan oleh para pemimpin negara. Namun, belum ada solusi mutakhir yang mampu meredam perubahan buruk dari kondisi bumi. Meski demikian, kita sebagai generasi muda tidak boleh tinggal diam. Ada beragam upaya yang dapat kita lakukan demi menjaga kesehatan bumi, tempat tinggal kita.

Adapun gerakan tersebut sangat mudah, sederhana, dan hype di tengah kalangan anak muda dan yang terpenting gerakan ini dapat dimulai dari diri kita sendiri. Apa saja? Berikut 5 cara kekinian anak muda yang dapat menyelamatkan bumi dari kerusakan. 

Advertisement

1. Membawa tas belanjaan sendiri saat pergi berbelanja

Foto oleh Sam Lion dari Pexels

Foto oleh Sam Lion dari Pexels via https://www.pexels.com

Sampah plastik merupakan permasalahan yang tidak pernah berkesudahan. Meski beberapa negara sudah menggalakan larang menggunakan plastik, nyatanya masih banyak negara yang pro penggunaan plastik.

Telah banyak upaya dari para ahli untuk menemukan solusi dan pengganti plastik. Seperti misalnya di Indonesia yang mengolah singkong sebagai bahan baku pembuatan kantong ‘plastik’ ramah lingkungan. Kantong plastik eco-friendly tersebut diklaim lebih cepat terurai dan aman bagi lingkungan.

Advertisement

Walau demikian, masih ada solusi yang kece banget untuk kamu terapkan. Yaitu, membawa reusable bag di manapun, ke manapun dan kapanpun kamu pergi. Selain bisa digunakan berkali-kali, reusable bag juga sangat eco-friendly.

2. Menghindari konsumsi botol plastik berlebihan, memilih membawa sendiri botol minuman

Foto oleh Marta Ortigosa dari Pexels

Foto oleh Marta Ortigosa dari Pexels via https://www.pexels.com

Masih tentang plastik nih. Di Indonesia sendiri, masih banyak sekali produk-produk yang dikemas menggunakan plastik. Mulai dari perlengkapan dapur, bahan makanan hingga botol air mineral.

Advertisement

Bayangkan saja, jika satu juta penduduk Indonesia di hari yang sama membeli air mineral ukuran 600 ml. Kemudian pada hari itu juga botol air mineral tersebut menjadi sampah. Nah, kira-kira bisa dihitung berapa perolehan sampah plastik dari botol air mineral saja. 

Untuk menghindari hal itu terjadi, kita bisa banget mengganti kebiasaan membeli air mineral dengan membawa sendiri air minum dari rumah yang disimpan dalam wadah ramah lingkungan. Satu, karena jauh lebih aman. Kedua, menekan laju sampah plastik di Indonesia.

Eits, tunggu dulu. Hal ini tidak berlaku pada botol air minum saja lho. Kamupun bisa menerapkan hal yang sama dengan wadah makan siangmu dan pernak-perniknya. Jadi lebih ringkas, bukan?

3. Mengganti sabun berbahan dasar kimia dengan sabun natural yang ramah lingkungan

Foto oleh Sarah Chai dari Pexels

Foto oleh Sarah Chai dari Pexels via https://www.pexels.com

Bukan rahasia lagi jika sabun yang beredar di pasaran didominasi sabun-sabun berbahan dasar kimia. Hal ini bisa dilihat dari betapa menyengatnya aroma harum yang dihasilkan, betapa banyaknya buih yang timbul saat digosok-gosok ke badan, dan residu yang dihasilkan sabun tersebut tidak mudah hilang alias masih tetap terlihat saat terbawa air mengalir. So, sudah pasti sangat membahayakan lingkungan.

Kamu bisa lho mengganti sabun yang saat ini kamu gunakan dengan sabun natural. Meski masih terdengar asing, nyatanya, sabun natural sudah banyak dijual di bulk store dan toko-toko yang aktif menggalakkan gerakan zero waste. Walau harganya sedikit mahal, tapi jika manfaat sangat baik untuk diri sendiri dan lingkungan, mengapa tidak?

4. Menghindari penggunaan sedotan sekali pakai

Foto oleh Karolina Grabowska dari Pexels

Foto oleh Karolina Grabowska dari Pexels via https://www.pexels.com

Kita sering sekali disuguhi sedotan sekali pakai saat membeli minuman. Apapun jenis minumannya, pasti sedotan yang disodorkan terbuat dari plastik. Terkadang, mau menggunakan sedotan eco-friendly yang disediakan café rasa-rasanya pun risih.

Nah, daripada risih, curiga cara mencucinya kurang bersih dan semacamnya, bagaimana jika kamu bawa sendiri sedotanmu? Atau ketika membeli minuman take away, kamu bisa banget menolak sedotan sekali pakai yang diberikan pihak café. Hal ini tidak hanya berlaku pada sedotan sekali pakai saja lho, tetapi juga alat-alat makan yang disediakan tempat-tempat makan. Kamu bisa menolaknya dengan baik atau dengan mengatakan bahwa kamu sudah membawa sendiri peralatan makanmu.

So, tidak was-was lagi, kan?

5. Memahami konsep sustainable fashion dan menjadi salah satu penggunanya

Foto oleh Tim Douglas dari Pexels

Foto oleh Tim Douglas dari Pexels via https://www.pexels.com

Sudah tahu belum, kalau industri fashion dunia merupakan salah satu penyebab pencemaran selain industri minyak? Pesatnya perkembangan fashion atau tren pakaian menjadi faktor penyebab rusaknya lingkungan hidup. Tapi jangan khawatir, karena belakangan ini para ahli bekerja keras untuk melahirkan solusi berupa tren eco-fashion atau lebih familiar dengan sebutan sustainable fashion.

Berbeda dengan tren pakaian yang saat ini masih banyak ditemui di pasaran, pakaian dengan konsep sustainable fashion mengutamakan penggunaan bahan baku alami yang aman bagi lingkungan hidup, menghindari penggunaan zat pewarna kimia buatan beracun, dan bahan dasar yang digunakan diutamakan berasal dari serat-serat alami dari tumbuh-tumbuhan.

Untuk menghindari pencemaran, konsep sustainable fashion ini mengutamakan pakaian yang dibuat agar jauh lebih tahan lama. Bahan-bahan yang tersisa pun nantinya akan didaur ulang menjadi produk baru atau didaur ulang menjadi bahan baru.

Nah, apakah pakaian yang kamu kenakan saat ini sudah eco-friendly? Kalau belum, yuk, beralih ke pakaian yang jauh lebih ramah lingkungan.

Itu beberapa cara yang anak muda banget dalam menjaga lingkungan dan alam sekitar. Kira-kira, kamu sudah melakukan yang mana nih?

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

selalu ingin belajar menulis

CLOSE