#CatatanAkhirTahun – Awali Tahun 2022 dengan Status Jomblo? Say No To Galau, Ini Waktunya Tingkatkan Kualitas Diri!

Kesendirian seakan menjadi lelucon paling lucu untuk masyarakat. Namun, nyatanya kesendirian mendatangkan banyak berkah untuk diri sendiri.

2021 bergerak meninggalkan kita, perlahan tapi pasti, di sisi lain secepat roller coaster yang membuat jantung berdegup kencang. Bersama dengan langkah perginya, 2021 meninggalkan banyak hal yang mengundang untuk kita simpan, kenang, syukuri, buang, ataupun kutuk. Tahun 2021 juga menorehkan banyak rasa di dalam dada dan sudut amigdala, tak terkecuali lonjakan dopamin dan serotonin karena cinta. Kata cinta yang terkait dengan 2021 dapat diartikan dengan cara yang berbeda-beda untuk setiap orang. Tahun 2021 bisa saja menjadi tahun dimana cinta bersemi, entah setelah belasan tahun penantian atau patah hati yang baru terjadi satu-dua bulan lalu. Tahun 2021 bisa saja menjadi tahun dimana cinta tak tersedia di atas meja, tersingkirkan oleh kerja, buku, karir, kesempatan, atau teman yang tak kalah bikin bahagia. Namun, tahun 2021 bisa saja menjadi waktu yang terkutuk untuk cinta. Berakhirnya hubungan, rasa tak berbalas, berjuang dengan luka sementara ia sudah berbahagia dengan kekasih baru, penolakan, dan banyak hal menyakitkan lain menjadi hidangan pahit yang disajikan cinta. 

Mungkin, entah sedikit atau banyak, terdapat kita yang mengakhiri tahun 2021 dan menikmati countdown menuju tahun 2022 tanpa pasangan. Isi hatinya pun beragam. Ada yang menyambut tahun 2022 dengan luka segar setelah perpisahan, ada yang penuh harapan bahwa tahun 2022 akan mendatangkan pasangan terbaik untuknya, ada yang dengan santai berpikir bahwa jodoh adalah masalah belakangan karena ada terlalu banyak hal menyenangkan yang dapat dinikmati dalam hidup.

Ada pula yang memasuki tahun 2022 dengan rasa cemas, detik terus berlalu, usia terus bertambah, kapan aku akan menemukan si dia? Belum lagi adanya pandangan masyarakat, didukung oleh komentar julid dari teman-teman saat kumpul bareng, bahwa sendiri adalah suatu perkara dan berpasangan membuat seorang jauh lebih baik.

Namun, tak selamanya sendiri itu menyeramkan atau memalukan. Pandangan dan lelucon jomblo-lah yang membuat status ini seakan harus membuat nasib seseorang terpuruk. Padahal, kesendirian dapat mendatangkan banyak berkah dan kesempatan untuk diri kita, lho!

Hai para lajang! Yuk, kita gunakan waktu sendiri kita untuk melakukan hal-hal di bawah ini agar kualitas diri makin baik dan semakin siap untuk bertemu si dia yang terbaik!

Advertisement

1. Masa Lajang Membuat Kita Lebih Mudah untuk Memulai Kebiasaan Baru yang Positif

Photo by Min An

Photo by Min An via https://www.pexels.com

Siapa bilang jadi single harus selalu kesepian dan meratapi nasib? Sebaliknya, status single sangat menguntungkan pengembangan diri kita, lho! Tanpa adanya orang yang perlu diperhatikan atau dikabari setiap saat, kita bisa fokus untuk memperbaiki diri dan memperoleh kebahagiaan dengan cara kita sendiri. 

Saat kita sedang sendiri adalah saat terbaik untuk memulai kebiasaan baru. Mulai dari kebiasaan sederhana seperti lebih banyak makan sayur dan buah, berolahraga setiap hari, tidur kurang dari jam 11 malam hingga kebiasaan yang lebih kompleks seperti belajar skill baru, bisa kamu terabas dengan bebas. 

Advertisement

Mulailah untuk menentukan kebiasaan apa yang kamu ingin bangun selama kamu masih melajang, tanpa kebutuhan untuk memperhatikan seseorang yang spesial. Misalnya, kamu ingin mulai berolahraga selama 30 menit setiap hari melalui video at home workout.

Buat pengingat di ponselmu, buat agenda dan checklist yang akan membuatmu tersenyum puas setiap kali kamu menyelesaikan komitmenmu. Lihatlah, waktu yang produktif dan penuh untuk diri sendiri menyenangkan juga, bukan?

2. Daripada Galau, Yuk Susun Strategi untuk Capai Mimpi Besarmu!

Advertisement
Andrea Piacquadio

Andrea Piacquadio via http://www.pexels.com

Tiba-tiba mellow karena merasa kesepian? Atau pahit sendiri saat melihat teman sudah bergandengan dengan pasangannya? Daripada merasa gundah gulana atau cemas tentang kapan datangnya waktu kamu, mendingan tanya satu hal ke diri kamu, Apa impianku? Apa yang aku inginkan di masa depan? Apa targetku dalam waktu dekat?

Impian adalah perihal yang menyenangkan, penuh motivasi, dan membuat seseorang menjadi tak terkalahkan. Impian adalah hal yang membuat Agnes Monica berhasil menjadi artis internasional dan Walt Disney menciptakan Mickey Mouse yang legendaris. Impian adalah sepasang kaki kuat yang bisa menggerakan seseorang kemanapun yang ia mau. 

Coba sekarang bayangkan impianmu. Misalnya, kamu ingin berkuliah di luar negeri atau menjadi content creator yang terkenal. Menyenangkan sekali bukan perasaan tersebut? Namun, tentunya untuk meraih impian butuh usaha yang keras, doa, air mata, dan peluh. Perjalanan menuju impianmu adalah perjalanan yang berbatu, terkadang turun hujan badai, dan penuh tebing curam. Namun, impian jugalah yang akan mendorongmu untuk tidak berhenti sampai saat ini.

Karena impian membutuhkan kekuatan dan fokus yang besar untuk menjadi realita, menjadi lajang adalah keuntungan bagimu. Waktu dan tenaga yang kamu miliki dapat kembali digeser untuk mewujudkan cita-cita terbesar atau terdekatmu.

Kamu juga bisa mempersembahkan impian tersebut ke orang terkasih, misalnya kedua orangtua atau saudara-saudaramu. Melihat mereka ikut tersenyum ketika kau berhasil meraih impian  adalah bentuk cinta yang membuat diri terasa penuh.

Impian dapat membuatmu menjadi tak terhentikan. Tidak, bahkan tawa mengejek dari teman-teman sinismu saat tahu statusmu adalah 'jomblo' atau pertanyaan, Kapan nikah? tidak akan menghentikannya. Raih impianmu dengan usaha keras, doa, dan harapan yang besar. Dengan itu, kamu akan memperoleh rasa bahagia yang besar. 

 

3. Jalin Hubungan Erat, Habiskan Banyak Waktu, dan Bergembiralah dengan Orang-Orang Terdekat!

Helena Lopes

Helena Lopes via https://www.pexels.com

Patut diakui, bahwa di masa sendiri atau lajang kita dapat merasa kesepian. Terkadang rasa sepi tersebut begitu dalam, sehingga kita mulai cemas atau terburu-buru untuk menerima kehadiran seseorang yang istimewa dalam kehidupan kita. Namun, di saat inilah kita akan belajar bahwa cinta dan kehangatan dapat datang darimana saja, terlebih dari orang-orang terkasih.

Buat masa lajangmu menjadi penuh cinta dengan menghabiskan waktu dengan orangtua. Berbincang, berbagi keluh kesah, menonton televisi, ataupun menikmati makan malam bersama niscaya dapat mengisi relung yang kosong dalam hatimu. Malam minggu di tempat makan favorit, kunjungan ke taman hiburan, hingga sekadar mengobrol panjang dengan sahabatmu dapat membuatmu merasa dibutuhkan dan dikasihi. Tertawa keras dan menghabiskan waktu dengan saudara dapat menyadarkan kita bahwa bahagia tak harus datang dari pasangan.

Sadarilah bahwa kamu juga dicintai, bahkan jika saat ini belum berpasangan. Cinta datang dalam berbagai rupa dan semua baik adanya. 

4. Lagi Sendiri Tanpa Doi Bikin Kita Punya Banyak Waktu untuk Memperbaiki Diri, Luar dan Dalam

energepic.com

energepic.com via https://www.pexels.com

Masa jomblo adalah masa untuk mengembangkan diri! Ya, inilah saatnya untuk kita glow up baik secara penampilan ataupun kapasitas diri. Di masa sendiri ini, kita punya banyak waktu yang dapat kita sediakan untuk diri sendiri. 

Bentuk-bentuk usaha glow up itu bisa kita laksanakan sebagai ganti dari perasaan ataupun paparan negatif yang mungkin terjadi dalam masa lajang kita. Galau karena belum dapat pasangan, alihkan energi tersebut untuk berolahraga, membaca buku, dan mencari referensi outfit agar penampilan makin kece! Sedih setelah ditanya tentang percintaan? Bunuh perlahan rasa sedih itu dengan mengembangkan dirimu, misalnya ikut online course, tekun belajar bahasa, atau belajar skill baru lewat internet. 

Psst.. Tapi ingat, glow up kita itu untuk diri kita sendiri lho.. Bukan untuk menarik seseorang! Jika kita sudah puas dengan diri sendiri dan mampu melakukan self love, nantinya ada seseorang yang akan mengagumi dan mencintai kita karena hal tersebut. 

5. Berkelanalah! Mulai dari Kafe Dekat Kampus sampai Negara Bersalju, Nikmati Waktumu untuk Traveling

Dominika Roseclay

Dominika Roseclay via https://www.pexels.com

Merasa sepi karena sendiri? Berkelanalah! Ambil waktu untuk melihat bagaimana dunia begitu kaya dan terus bekerja di sekitar kita. Perjalanan ke pulau-pulau eksotis di Indonesia, negara bersalju di Eropa, kehidupan kota New York, dan kecantikan negara Nordik menjadi hal-hal yang terlintas di benak ketika mendengar kata 'berkelana'. Namun, kau juga bisa berkelana ke tempat-tempat yang dekat dan familiar. Niscaya, akan selalu hal baru dan daya tarik yang bisa kau temui. Misalnya, menemukan kafe kecil yang hangat di dekat kampus atau mendengar cerita bermakna dari seseorang yang tak sengaja kau temui di bus antar kota. 

Inilah saatnya menghabiskan waktu lajangmu untuk menjelajah. Bisa dimulai dari dekat rumah saja, hingga ke negara asing impianmu. Buat masa lajangmu menjadi penuh dan berharga oleh banyak cerita dan pelajaran!

6. Mengabadikan Hal-Hal Kecil yang Membuatmu Bersyukur dan Bahagia. Catat Setiap Paginya

Řaj Vaishnaw

Řaj Vaishnaw via https://www.pexels.com

Salah satu hal yang sangat mudah sekaligus sangat sulit dilakukan adalah bersyukur. Masa sendiri adalah masa yang tepat untuk belajar bersyukur. Pada masa ini, mungkin saja kita merasa kesepian atau 'kurang' akibat status hubungan.

Tidak punya pasangan mungkin berat bagi sejumlah orang, sendiri mungkin susah bagi beberapa orang. Saat inilah, rasa syukur layaknya mengambil alih. Menghitung berkah di balik banyaknya hal yang ingin dikeluhkan, mendapati sukacita dalam hal sederhana, hingga merayakan kemenangan-kemenangan kecil.

Menulis dapat menjadi sarana yang efektif untuk merasakan berkah dan menikmati berbagai perihal dengan rasa syukur setiap hari. Cobalah untuk bangun di pagi hari, kemudian tuliskan lima hal yang membuatmu bersyukur saat itu. Hal-hal sesederhana 'udara pagi' dan 'bisa bangun pagi ini' bisa saja dituliskan. Lama kelamaan, kita belajar untuk mensyukuri hal-hal sederhana ataupun besar.

7. Eksplor Berbagai Hal yang Membuatmu Penasaran dan Dapat Meningkatkan Rasa Percaya Diri

Andrea Piacquadio

Andrea Piacquadio via https://www.pexels.com

Masa lajang adalah waktu yang tepat untuk eksplorasi! Ya, mumpung bebas, jelajahilah setiap hal yang ingin kau pelajari, membuatmu penasaran, atau ingin kau telusuri lebih jauh. Rasa penasaran yang terbayarkan, keinginan belajar yang terpenuhi, tempat yang berhasil dikunjungi, hingga pengalaman baru dapat mendatangkan rasa gembira yang luar biasa. 

Eksplorasi hal baru membuatmu jadi sibuk dan bahkan enggan untuk memikirkan percintaan. Kamu dapat berfokus untuk membuat dirimu makin bersinar, memperkaya diri, dan menemukan kebahagiaan dalam hal-hal baru. Rasanya gimana? Menyenangkan sekali!

Di tahun baru yang ini, jika kamu masih sendiri, alangkah baiknya jika kamu mulai mengeksplor hal-hal baru. Sebuah tempat yang ingin kau kunjungi, sebuah keahlian yang kau ingin pelajari, atau sebuah permainan yang kau ingin kuasai, lakukanlah itu! Tahun baru akan terasa makin lengkap dan berarti dengan hal-hal yang baru dan positif. 

8. Latihan Afirmasi Positif untuk Tingkatkan Kebahagiaan dan Rasa Percaya Diri. Bye Insecure, Bye Omongan Orang!

Andrea Piacquadio

Andrea Piacquadio via https://www.pexels.com

Bagi beberapa orang, tahun 2021 merupakan tahun yang dihabiskan dengan memikirkan kata-kata orang lain. Rasa tidak percaya diri, insecure, takut, bahkan terluka datang dari omongan menyakitkan tersebut. Status sebagai single, walaupun sedang bahagia ataupun fokus terhadap sesuatu, bisa saja menjadi mengganggu karena kata-kata tidak bijak dari lingkungan luar.

Hei, stop dengarkan orang lain, stop minta validasi orang lain, stop insecure di tahun baru, yuk! Validasi, cinta, dan kenyamanan datang dari dalam diri sendiri. Salah satu cara untuk membentuk self love yang kuat dan benteng diri yang kokoh adalah dengan afirmasi.

Pikirkan, tulis, atau ucapkan afirmasi yang positif kepada diri sendiri. Kata-kata seperti 'aku seorang yang berhasil', 'aku cantik', 'penampilanku keren dan menarik', 'aku menyenangkan bagi orang-orang di sekitarku', atau kalimat positif lain dapat meningkatkan rasa percaya diri kita. Bagusnya, kalimat tersebut berasal dari diri sendiri! Jika kita mengucapkan kata-kata tersebut, lama-lama kita percaya bahwa diri kita sesuai dengan apa yang kita katakan, pikirkan, ataupun tuliskan.

Afirmasi positif dapat membantumu untuk lebih mencintai diri sendiri dan yakin dengan keputusanmu. Memang tidak mudah dilakukan, namun akan sangat berarti untuk dilakukan di awal tahun.

 

Menjadi lajang, jomblo, single, atau apapun istilahnya bukanlah suatu bencana. Anggapan dalam masyarakatlah yang membuat hal tersebut menjadi suatu masalah. Padahal, kita pun bisa berbahagia dengan apapun status kita. Rasa cinta, kepuasan, dan percaya diri dapat datang dari hati kita sendiri. Malahan, masa sendiri adalah masa terbaik untuk menemukan, mengenal, dan mencintai diri sendiri. 

Setiap orang memiliki waktu yang berbeda-beda. Quotes klise, namun sangat benar. Saat ini, mungkin beberapa dari kita gelisah karena tak kunjung menemukan orang yang tepat. Mungkin ada juga yang merasa minder karena belum pernah berpacaran dan ingin segera mengakhiri masa lajangnya. Mungkin ada yang ingin segera menebus sakit hati dengan cinta yang baru. 

Namun, sebaiknya kita ingat bahwa mencintai diri sendiri adalah hal yang paling penting. Mengembangkan diri, menggunakan waktu untuk momen-momen berharga, dan meraih impian adalah bentuk cinta untuk diri sendiri. Saat kita merasa penuh, bahagia, dan berhasil, bisa jadi seseorang datang untuk menawarkan cintanya pada kita. Niscaya, orang tersebut hadir dalam versi terbaik, sepadan dengan kita yang terus berusaha untuk menjadi versi diri terbaik. 

Tahun 2021 mungkin membawa sakit hati dan keburukan untuk kehidupan percintaanmu. Namun, apakah kamu siap untuk memulai tahun 2022 yang penuh cinta? Dimulai dari diri sendiri dulu, ya!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Mahasiswa tingkat akhir yang suka nulis skripsi, suka juga nulis santai

CLOSE