#CatatanAkhirTahun – Pembelajaran di Kelas Kembali Normal, 5 Hal yang Perlu Dibuat Guru untuk Kelas yang Berbeda!

Januari sebagai bulan pertama di tahun ini akan berakhir. Tantangan menulis #CatatanAkhirTahun dari Hipwee pun tiba di puncak. Catatan ini bagi saya menjadi pamungkas di tantangan menulis kali ini, teriring harap agar satu dari sekian artikel untuk tantangan kali ini dapat menginspirasi pembaca Hipwee, bonusnya kalau satu di antara sekian catatan ini bisa masuk peringkat.

Di tahun yang baru ini, pemerintah telah membuka sekolah. Pembelajaran tatap muka dibuka, dengan tetap berpaku pada protokol kesehatan yang ketat. Pandemi telah mematikan banyak kesempatan di berbagai bidang kehidupan, termasuk pendidikan.

Jika sebelum pandemi, pembelajaran berbasis luring, selama pandemi berbasis daring. Beruntung sekarang pemerintah telah membuka akses pendidikan dengan pembelajaran berbasis luring, walau tetap berpaku pada protokol kesehatan yang ketat. Kita berharap wabah ini lekas berlalu, biar kita dapat bernapas lega mengarungi hari-hari sepanjang hidup kita masing-masing.

Bagi saya selaku guru, pembelajaran tatap muka membawa angin segar untuk kemajuan peserta didik kami. Jujur selama pandemi kita jauh tertinggal. Akses pembelajaran kita banyak terhalang. Peserta didik sebagian besar dirugikan. Sekarang  guru-guru harus bekerja ekstra untuk memulihkan pendidikan.

Di dalam #CatatanAkhirTahun edisi pamungkas ini, ada lima hal yang perlu dibuat guru di dalam kelas. Tujuannya agar pembelajaran dapat mencapai apa yang telah direncanakan sepanjang tahun pelajaran. Mari kita cek!

ADVERTISEMENTS

1. Membuat refleksi terkait pembelajaran yang dilakukannya di dalam kelas

Foto oleh Inzmam Khan dari Pexels

Foto oleh Inzmam Khan dari Pexels via https://www.pexels.com

Setelah mengisi pembelajaran di dalam kelas, guru sebaiknya melihat ke dalam diri. Temukan apa yang kurang di dalam pembelajaran. Dengan begitu, ia memiliki waktu untuk berbenah. Pembelajaran di hari berikutnya dapat berjalan dengan baik.

Guru harus melakukan refleksi. Ia tidak boleh besar kepala, apalagi egois. Merasa sudah paling benar sepanjang pembelajaran berjalan. Guru yang baik ialah guru yang sering membuat refleksi. Tantangan pembelajaran harus membentuknya lebih baik lagi dari hari ke hari. Ia dapat berbenah saat membuat refleksi diri.  

ADVERTISEMENTS

2. Membuat target kelas yang konsisten

Foto oleh Bob Price dari Pexels

Foto oleh Bob Price dari Pexels via https://www.pexels.com

Guru bersama dengan siswanya harus membuat target kelas yang konsisten. Target kelas dapat dibuat di awal semester. Ia bisa berisi ikrar warga kelas, lalu ditempel di dinding kelas. Di dalam target kelas termuat rencana-rencana baik dari peserta didik dan guru di kelas.

Seluruh target kelas yang dibuat harus dikawal sepanjang tahun pelajaran. Ia dibuat sekonsisten mungkin, supaya segala sesuatunya tercapai seperti apa yang direncanakan di awal tahun pelajaran. Guru keren harus membuat target kelas dengan konsisten. Jangan jadi guru yang malas.

ADVERTISEMENTS

3. Memaksakan siswa untuk konsisten dalam membaca

Foto oleh Thought Catalog dari Pexels

Foto oleh Thought Catalog dari Pexels via https://www.pexels.com

Demi  sebuah kemajuan, terkadang prosesnya harus dipaksakan. Membaca sebagai salah satu budaya literasi dasar harus ditanamkan sedini mungkin. Bila guru menemukan siswanya malas membaca, ia harus menanamkan budaya membaca dengan paksa. Jangan biarkan siswanya enggan untuk akrab dengan buku.

Pelaksanaannya dapat dilakukan di dua puluh menit pertama setiap harinya. Usahakan agar guru di kelas mampu menyediakan pelbagai buku bacaan yang menarik. Manfaatkan perpustakaan sekolah.

Sesekali ajak siswa untuk mengunjungi perpustakaan. Jangan biarkan buku-buku di dalam perpustakaan rusak dimakan rayap. Isi dari buku-buku tersebut harus dilahap oleh siswa.

ADVERTISEMENTS

4. Mendorong siswa untuk kreatif dan peka dengan lingkungan sekitar

Foto oleh Natã Romualdo dari Pexels

Foto oleh Natã Romualdo dari Pexels via https://www.pexels.com

Pembelajaran di kelas harus dijalankan penuh kreatif. Prosesnya tidak boleh monoton. Ia harus variatif.  Guru harus menyadari kalau saja setiap peserta didik memiliki gaya belajar yang beragam. Ia harus responsif dengan situasi demikian. Pembelajaran kreatif solusinya.   

Guru harus mendorong peserta didik untuk selalu kreatif. Dasarnya ada di guru. Jika guru kreatif, maka ia dapat mendorong pembelajaran di kelas menjadi fleksibel. Untuk membentuk kelas yang kreatif, guru dapat menggunakan ragam strategi dan metode pembelajaran yang ada. Bisa PBL atau CTL.

Selain menuntun kelasnya kreatif, guru harus mendorong siswa untuk peka pada lingkungan sekitar. Ia dapat melatihnya dari dalam kelas. Misalnya saat ada teman yang kekurangan, mereka didorong untuk memberikan pertolongan. Hal-hal sederhana yang ditanamkan di dalam kelas biasanya membentuk siswa agar menjadi baik di lingkungan masyarakat.

ADVERTISEMENTS

5. Lakukan evaluasi secara klasikal terkait proses pembelajaran yang dilakukan

Foto oleh Canva Studio dari Pexels

Foto oleh Canva Studio dari Pexels via https://www.pexels.com

Guru keren harus berani untuk membuat evaluasi. Prosesnya dengan melibatkan semua siswa. Ia bisa dilakukan dengan meminta siswa untuk menuliskan kritik dan saran pada secarik kertas, lalu dikumpulkan pada guru.

Hasil dari evaluasi itu bisa jadi bahan pertimbangan bagi guru. Barangkali di dalam catatan-catatan tersebut ada yang tidak disadari oleh guru selama ia mengajar. Catatan itu pun bisa menjadi modal untuk berbenah. Jangan jadikan kritik dan saran untuk menghakim peserta didik. Ia harus objektif, menerima segala kritikan dan saran dengan lapang dada. Dari sana guru dapat berbenah untuk menjadi lebih baik lagi.

Begitu lima hal yang perlu dibuat guru di dalam kelas. Guru perlu tahu, tidak ada murid yang bodoh, yang ada cuma murid yang belum menemukan guru yang tepat. Sudahkah Anda menjadi guru yang tepat?

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Pecinta Kopi Colol dan Sopi Kobok. Tinggal di Manggarai Timur, Flores. Amat mencintai tenunan Mama-mama di Bumi Flobamora.