Awas Jeratan Toxic Friendship: Inilah 7 Ciri Teman Tidak Baik

Ciri Toxic Friendship

Toxic relationship ternyata nggak cuma terjadi pada hubungan cinta, lho. Namun, juga bisa terjadi pada hubungan pertemanan. Toxic friendship secara berangsur-angsur bisa merugikanmu tanpa terasa. Hm, Dear, waspadai 7 ciri teman yang tidak baik ini, yang sebaiknya kamu hindari!

Yuk simak ulasan Riliv berikut!

Advertisement

1. Kamu akan heran kenapa dia selalu bisa terfokus pada hal-hal negatif, kamu bahkan nggak punya pikiran sampai ke sana 

Photo by fauxels from Pexels

Photo by fauxels from Pexels via https://www.pexels.com

Teman adalah tempat yang paling asyik untuk curhat dan berbagi suka dan duka dalam hidup satu sama lain. Kamu bisa mengungkapkan semua hal yang kamu alami tanpa takut merasa dihakimi. 

Saat kamu gagal ujian atau punya gebetan baru, kamu dapat dengan mudah bercerita pada seorang teman. Nggak ada, tuh, perasaan takut dimarahi.

Paling parah sih, perasaan jengkel karena mungkin kamu akan diledek habis-habisan. Namun, sadar atau tidak, teman yang toxic akan membuatmu sangat lelah.

Nggak peduli yang kamu sampaikan berita baik atau buruk, mereka cenderung lebih banyak dan akan dengan mudah melihat masalah dari sisi negatifnya saja, tanpa mempertimbangkan sisi positif dari suatu keadaan. 

Mereka cenderung mengabaikan hal-hal baik dan membuatmu mengabaikannya. Secara berangsur, hal ini akan membuatmu kehilangan mood dan motivasi terhadap sesuatu. 

Advertisement

2. Kamu selalu ada saat dia lagi susah, tapi saat kamu butuh seseorang, dia menghilang bagai ditelan angin

Photo by Andrea Piacquadio from Pexels

Photo by Andrea Piacquadio from Pexels via https://www.pexels.com

Saat dia ditimpa masalah, ia akan mencarimu. Kalau bisa, ia akan menyita semua waktumu hingga dapat merasa lega dengan masalahnya sendiri. Hal ini dilakukan bahkan tanpa persetujuanmu sebelumnya. 

Kamu akan hafal di luar kepala, masalah apa yang biasanya timbul dan menimpa temanmu ini. Mulai ribut dengan pacar, keluhan soal pekerjaan, sampai gosip murahan yang menurutmu pun nggak layak untuk mendapat tanggapan.  

Tapi, anehnya, saat tiba giliranmu yang membutuhkan tempat untuk bersandar, ia seolah hilang entah kemana. Kamu mencari-cari sosoknya, tapi ia selalu punya alasan untuk menghindar dan nggak mau tahu tentang masalahmu.

Teman yang toxic selalu mengharapkan kehadiran seseorang ketika ada masalah. Tapi tidak bisa ditemukan saat seseorang membutuhkan bantuan. 

Dear, jika menurutmu ini adalah pertemanan yang normal, kamu perlu berpikir ulang. Teman yang baik tidak akan meninggalkanmu di saat kamu membutuhkan dorongan kekuatan dan dukungan positif.

3. Ciri teman tidak baik yang paling jelas adalah saat ia sama sekali nggak rela melihatmu sukses dan tumbuh lebih baik

Photo by Brett Sayles from Pexels

Photo by Brett Sayles from Pexels via https://www.pexels.com

Saat dirimu mencapai kesuksesan lewat berbagai jerih payah dan usaha, kamu berhak dihargai dengan perayaan, atau ucapan selamat dan penghargaan. Coba amati ini, apakah kamu akan merasa takut menceritakan pencapaianmu terhadap temanmu?

Jika iya, apa alasannya? Jika kamu takut membiarkan temanmu tahu mengenai kisah keberhasilanmu karena khawatir ia akan marah tanpa alasan yang jelas, kamu perlu mewaspadai. Ini merupakan ciri teman yang tidak baik.

Teman yang nggak bisa menghargai kesuksesanmu adalah teman toxic yang dapat merusak kebahagiaan hidupmu. Ia mungkin punya masalah terhadap konsepsi dan identitas dirinya sendiri. Dan itu berada di luar kendalimu, Dear!

Saat orang yang kamu sayangi merasa bahagia, tentu kamu akan bahagia pula untuknya, bukan? Bagaimana jika seorang temanmu, yang tampaknya, nggak bisa menerima kebahagiaan yang kamu terima? 

Penting bagi seorang teman untuk bisa berbahagia satu sama lain dan merayakan kesuksesan bersama untuk menjaga hubungan pertemanan yang sehat dan suportif.

4. Ciri teman yang tidak baik selanjutnya adalah kamu kesulitan menceritakan dirimu karena mereka hanya akan peduli tentang diri mereka sendiri

Photo by mentatdgt from Pexels

Photo by mentatdgt from Pexels via https://www.pexels.com

Jika kamu amati, obrolanmu bersamanya penuh dengan pembahasan mengenai pencapaian-pencapaian yang telah dilakukannya. Kamu ikut senang, sebenarnya. Tapi jika terlalu sering?

Ciri teman yang tidak baik adalah mereka yang tidak pernah berpikir untuk peduli dengan diri orang lain, selain diri mereka sendiri. Ia bahkan nggak pernah bertanya tentang diri dan kehidupanmu. 

Karena pertemananmu bersamanya hanya akan berputar tentang masalahnya. Ia akan menjadi tokoh utama bagi pertemanan kalian. 

Ciri teman yang seperti ini nggak akan baik untuk kehidupanmu. Karena kamu akan merasa bahwa dirimu nggak penting. Padahal, porsi pertemanan semestinya terbagi secara adil dan seimbang. Iya, kan?

5. Ia nggak punya empati bahkan jarang sekali mau tahu tentang apa yang kamu rasakan 

Photo by Oleg Magni from Pexels

Photo by Oleg Magni from Pexels via https://www.pexels.com

Teman yang tidak pernah mempertimbangkan bagaimana tindakannya atau kata-katanya dapat mempengaruhi perasaanmu adalah toxic. Percayalah, bahwa sangat penting bagi kita untuk saling menghargai orang lain, termasuk perasaan mereka!

Saat seorang temanmu seringkali hanya melakukan hal-hal untuk menguntungkan dirinya sendiri, meskipun hal itu menyakitimu, maka ini adalah ciri teman yang tidak baik. 

Memiliki orang-orang seperti ini untuk dijadikan teman sama sekali nggak sehat. Karena hal ini menyebabkan dirimu sendiri dikelilingi bersama orang-orang yang selalu tidak memperbaiki diri dan mengorbankan orang lain. 

6. Ciri teman yang tidak baik: membuatmu melakukan hal-hal yang sebenarnya nggak kamu inginkan

Photo by cottonbro from Pexels

Photo by cottonbro from Pexels via https://www.pexels.com

Saat kamu berada di sekelilingnya, ia menekanmu untuk melakukan hal-hal yang tidak kamu sukai. Jika kamu menolak dan enggan menurutinya, ia akan membuatmu merasa seperti seorang pecundang. 

Punya teman yang mendorong kita untuk mencoba hal-hal baru memang baik. Namun, akan menjadi toxic jika temanmu ini akhirnya membuatmu melakukannya dengan cara memaksa. 

Kamu memang perlu dorongan. Namun, kamu nggak seharusnya dipaksa untuk mencoba hal-hal baru dan keluar dari zona nyamanmu. 

Keterpaksaan memiliki konsekuensi. Hal inilah yang dapat membuat sebuah hubungan jadi nggak sehat. Karena tidak ada dukungan secara suportif dan rasa aman untuk mencoba. 

7. Ciri teman yang tidak baik: ia tahu ia salah, namun ia nggak mau memperbaiki diri

Photo by Moose Photos from Pexels

Photo by Moose Photos from Pexels via https://www.pexels.com

Menjadi manusia adalah kesepakatan untuk menjadi tidak sempurna dan mau untuk terus belajar dan berusaha. Hal inilah yang membedakan manusia dengan ciptaan Tuhan yang lainnya. 

Perubahan akan sangat penting dalam hubungan. Setiap orang akan melakukan kesalahan. Hal-hal yang memperbaikinya adalah perubahan. Agar hubungan dapat terjaga dan seseorang dapat tumbuh dan berkembang, ia perlu berubah dan beradaptasi satu sama lain, hingga mencapai tingkat yang diinginkan. Tentunya, yang menguntungkan semua pihak. 

***

Menjalin hubungan pertemanan memang nggak mudah. Ada fase-fase dimana kita akhirnya menemukan kekurangan satu sama lain, hingga menyebabkan konflik dan pertengkaran. Nggak apa-apa, itu normal!

Namun, yang terpenting adalah adanya kemauan untuk sama-sama belajar dari kesalahan. Jika seseorang secara terus menerus membuatmu lelah dan nggak berdaya, kamu mungkin perlu mempertimbangkan untuk terus tetap ada bersamanya. 

Sama seperti hubungan dengan pacar, kita berhak untuk memilih. Mana seseorang yang sekiranya pantas ada untuk hidup dan tumbuh bersama kita.

Sebelum kita yakin dengan keinginan kita untuk merubah seseorang karena rasa sayang, kita juga perlu yakin terlebih dahulu—apakah kita sudah cukup menyayangi diri kita?

Referensi:

  1. https://www.lifehack.org/articles/communication/10-signs-toxic-friend-that-youve-probably-never-realised.html

Ditulis oleh Safira Adnin Karlina dari Riliv.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

CLOSE