Manusia adalah makhluk yang diciptakan berpasang-pasangan. Pria, akan berpasangan dengan wanita. Wanita, juga akan berpasangan dengan pria. Harus begitu cara berpasangan yang baik dan benar. Meskpiun begitu, di luar cara berpasangan normal tersebut masih ada cara berpasangan yang terlalu out of the box. Misal, pria dengan pria. Atau wanita dengan wanita. Ya, sangat tidak dianjurkan oleh ajaran apapun mengenai cara berhubungan seperti itu. Tapi ternyata, setelah ditelaah kembali, ada satu lagi cara berpasangan yang ada di dunia ini.

Yaitu berpasangan dengan kesendirian, atau dengan kata lain jomblo. Jomblo adalah cara terbaik untuk memilih cara berpasangan, ketimbang harus menjadikan cara berpasangan yang tidak baik dan benar (seperti di atas tadi) sebagai sebuah pilihan.

Tapi, terkadang atau bahkan sering, manusia-manusia lain yang berada dekat dengan jomblo selalu saja menanyakan kalimat sederhana namun terlihat jelas nyiyirnya. "Kenapa masih jomblo?", "Kasian banget masih jomblo", "Cari jodoh dong, jangan cari alasan mulu", kira-kira seperti itulah cara mereka menampar halus jomblo. Ada yang merasa terganggu dengan kalian itu, ada pula yang merasa hanya sebuah "gonggongan anjing".

Sekarang, sudah tidak zamannya lagi jomblo meratapi ke-jomblo-annya. Kalau masih ada manusia lain di muka bumi ini yang memojokkan tentang jomblo, ada cara tersendiri untuk membalasnya. Berikut, ada beberapa alasan untuk meninggikan jomblo dari manusia yang ingin merendahkannya.

1. Ingin Mencari Pasangan Yang Serius

Ingin Pasangan Yang Serius via http://media.viva.co.id

Menjadi jomblo tentu saja ada sebuah maksud tersendiri. Jadi, bila alasan di atas adalah memang sebuah prinsip, maka apapun yang dikatakan manusia lain untuk merendahkan jomblo, maka jawablah dengan alasan tersebut.

2. Diri Ini Terlalu Berwibawa Untuk Dimiliki Sembarang Orang

Orang Berwibawa Bukan Untuk Sembarang Orang via http://michaelvisnick.pbworks.com

Bisa saja, 'kan? Karena memiliki sebuah kewibawaan diri yang begitu tinggi, hingga menjadikan tidak ingin dimiliki oleh sembarang orang. Ingat, sebuah makanan nilainya akan bertambah apabila makanan tersebut dikemas dengan rapi dan ditempatkan pada tempat yang menarik serta terhindar dari debu juga panasnya matahari. Artinya? Silahkan terjemahkan sebijak mungkin.

3. Belum Ada Yang Sesuai Kriteria

Advertisement

Mencari Yang Sesuai Kriteria via http://2.bp.blogspot.com

Sah-sah saja kan tiap orang punya kriteria tersendiri untuk menentukan pasangannya siapa. Maka hal tersebut juga berlaku bagi jomblo. Apalagi, mencari seseorang yang sesuai kriteria itu tidaklah mudah, karena dunia tidak selebar daun kelor. Yang cantik atau tampan banyak, tapi yang pas di hati, itu sulit didapat.

4. Tidak Ingin Buru-buru, Karena Ini Bukan Perlombaan

Bukan Lomba, Jadi Tidak Sedang Terburu-buru via http://nutrilite.co.id

Mencari pasangan itu bukanlah sebuah ajang perlombaan. Dimana siapa yang sampai di garis finish, maka dialah pemenangnya. Dan karena dia yang menang, maka sudah pasti dialah yang dianggap sebagai terbaik. Bukan seperti itu pola pikirnya. Ini bukan soal cepat-cepatan, tapi ini soal ketetapan hati dalam memilih cinta, yang nantinya tidak akan ada ketidakseriusan.

5. Memanfaatkan Ke-jomblo-an Untuk Sesuatu Yang Bermanfaat

Jomblo Ngoceh via http://www.leutikaprio.com

Kalau alasan terakhir ini, adalah alasa pribadi saya. Saya beranggapan menjadi jomblo bukan berarti harus tenggelam dari lautan jomblo yang (kata orang) penuh dengan kesedihan dan kesepian. Saya memanfaatkan ke-jomblo-an saya untuk menciptakan sebuah buku. Karena saya memang orang yang suka menulis, maka saya memilih untuk menulis sebuah buku, yang saya beri judul yaitu Jomblo Ngoceh. Dan seperti yang saya tulis di dalam buku ini, yaitu

Terkadang, sendiri itu indah

-Fariz Anshar-

Lima alasan sederhana tersebut diyakini mampu untuk meninggikan kualitas jomblo. Tapi yang patut diingat adalah, manusia diciptakan berpasang-pasangan, maka sudah seharusnya jomblo pun merubah statusnya menjadi berpasang-pasangan. Oleh karena itu, sambil menyelam minum air. Sambil meninggikan jomblo, maka juga harus mencari pasangan hidup. Untuk apa? Untuk menjadikan diri ini sebagai manusia seutuhnya.