#DestinasiHipwee-Yuk Liburan yang Beda! Berwisata Sejarah Bali Mulai Peninggalan Istana Hingga Pengadilan Kerajaan

Melancong Sambil Belajar Sejarah!

Kalau diajak liburan ke Bali pasti ngincernya main ke pantainya yang eksotik, benar kan? Nggak melulu pantai yang kerap menjadi tujuan destinasi bagi wisatawan, beberapa bangunan megah peninggalan Kerajaan Bali nyatanya memiliki keunikan yang patut disambangi. Di Bali peninggalan sejarah leluhur yang bernilai tinggi masih dipertahankan sampai sekarang.

Telusuri kembali warisan kerajaan Pulau Dewata akan membuka wawasan kamu mengenai sejarah masa lampau Bali yang mempesona. Liburan bakal menjadi menyenangkan bisa sekaligus napak tilas wisata bersejarah. Daftar #DestinasiHipwee bertema sejarah berikut menjadi pilihan yang menarik untuk dikunjungi saat liburan di Pulau Dewata apabila pandemi sudah kelar.

Advertisement

1. Puri Saren Ubud (Ubud Palace)

Puri Saren Ubud (Ubud Palace)

Puri Saren Ubud (Ubud Palace) via https://www.instagram.com

Seperti apa tempat tinggal raja-raja kerajaan Bali di masa lampau? Pasti penasaran kan? Kamu bisa melihat gambaran istana kerajaan yang megah di jamannya dan masih terjaga keasliannya dari Ubud Place, sebuah istana sebagai pusat pemerintahan dan saksi kejayaan Kerajaan Ubud yang berkuasa di Bali mulai abad 17.

Kamu masih bisa menjumpai desain dan tata ruang tradisional Bali, serta ciri khas bangunan tradisional yang berdiri kokoh, dipenuhi ornamen ukiran Bali dengan kealamiannya. Tempat tinggal dari raja Ubud (Tjokorde Gede Agung Sukawati) inilah yang bernama Puri Saren Agung atau lebih dikenal dengan nama Ubud Place atau Istana Ubud.

Advertisement

Keberadaan Puri Ubud tertata dan terjaga dengan baik seperti bentuk aslinya. Terletak di Kabupaten Gianyar ini, keberadaan puri ini merupakan identitas dari masyarakat Ubud dan desa-desa di sekitarnya.

Istana peninggalan Kerajaan Ubud Bali ini kini difungsikan sebagai museum dan pusat kesenian tradisional Bali. Coba datang saat malam hari karena hampir setiap malam di puri Ubud diadakan pentas kesenian tari, seperti tari Barong Ubud. Tertarik kan menikmati hiburan malam yang tradisional?

2. Istana Air Taman Ujung

Advertisement
Istana Air Taman Ujung

Istana Air Taman Ujung via https://www.instagram.com

Udah tahu bentuk tempat tinggal sang raja, pengen tahu juga gimana pemandian raja? Istana Air Taman Ujung menjadi sumber pembelajaran yang bagus jika kamu ingin tahu sejarah kerajaan kuno Pulau Dewata.

Menurut sejarah, istana ini dibangun pada tahun 1919 oleh Raja Karangasem yang terakhir bernama I gusti Bagus Jelantik dan berfungsi sebagai rumah peristirahatan raja – raja dan bangsawan. Taman Ujung berasal dari kata 'Taman' dan 'Ujung' yang memang lokasinya terletak di ujung timur Pulau Bali tepatnya di kabupaten Karangasem.

Istana ini bangunannya sangat megah dengan arsitektur khas Pulau Dewata yang kental yang berpadu dengan kolam cantik yang mengelilinginya. Ada tiga kolam besar sekitar 50×20 meter persegi. Yang menarik, beberapa bagian penting di Taman Ujung memiliki makna tersendiri seperti adanya Balai Kapal yang jadi pintu masuk, Kolam Sebentuk, Balai Gili, Balai Bunder hingga Balai Lunjuk dan Pura Manikan.

3. Taman Tirta Gangga

Kolam Taman Tirta Gangga

Kolam Taman Tirta Gangga via https://www.instagram.com

Masih ingin mengintip tempat pemandian dan istirahatnya para keluarga kerajaan selain Taman Ujung? Tirta Gangga dahulunya merupakan taman air milik Kerajaan Karangasem yang dibangun oleh Raja Karangasem, Anak Agung Anglurah Ketut Karangasem Agung pada tahun 1946.

Tirta Gangga adalah nama lain dari sungai suci di India yakni Sungai Gangga dan merupakan bentuk penghormatan kepada masyarakat Hindu. Peninggalan Kerajaan Bali ini memiliki beberapa labirin air serta air mancur yang megah di dalamnya. Ada tiga hal utama yang ada di taman Tirta Gangga yakni kebun, kolam air dan patung.

Kamu pasti betah berlama-lama berada di Tirta Gangga yang lokasinya sejuk yang letaknya di kaki Gunung Agung. Lokasi dari taman Tirta Gangga berada di tengah areal persawahan dan air yang ada di taman ini berasal dari mata air Rejasa.

Dengan suasana alam yang tenang dan damai di Tirta Gangga, bisalah membayangkan diri sebagai bangsawan yang tengah melepas penat dari aktivitas kehidupan yang melelahkan. 

4. Pura Taman Ayun

Pura Taman Ayun

Pura Taman Ayun via https://www.instagram.com

Sebagai daerah yang masyarakatnya sangat memegang budaya Hindu, Bali memiliki banyak pura yang menjadi daya tarik pariwisata selain sebagai rumah ibadah. Pura Taman Ayun pasti menarik minat kamu datang karena kekhasannya yang menyimpan keindahan serangkaian meru bertingkat dan dari kejauhan terlihat seolah terapung di atas danau. 

Pura Taman Ayun merupakan peninggalan sejarah yang dibangun oleh Raja Mengwi, I Gusti Agung Ngurah Made Agung pada tahun 1634 yang digunakan sebagai kuil bagi keluarga kerajaan Mengwi. Pada saat itu, kerajaan Mengwi merupakan salah satu dari delapan kerajaan besar di Pulau Bali.  Pura Taman Ayun berdiri di lahan seluas 100 x 250 meter, terdapat tiga pelataran di dalamnya. Pelataran pertama adalah tempat peristirahatan, pelataran kedua memiliki posisi lebih tinggi serta memiliki 9 patung penjaga, sementara pelataran ketiga berfungsi sebagai tempat melakukan upacara keagamaan. 

Asal kamu tahu kalau dalam bahasa setempat, “Taman Ayun” memiliki arti taman yang indah. Berada di Desa Mengwi, Pura Taman Ayun Bali sering disebut sebagai salah satu pura paling cantik yang ada di Pulau Dewata. Untuk membuktikan seberapa cantik tempat ini, sebaiknya kamu datang langsung! 

5. Kerta Gosa

Pengadilan Kerta Gosa

Pengadilan Kerta Gosa via https://www.instagram.com

Kamu akan mendapatkan gambaran tentang proses peradilan kerajaan di masa lalu dengan berkunjung ke Kerta Gosa. Objek wisata warisan kerajaan ini akan menambah wawasan kamu mengenai kerajaan masa lampu tidak hanya dari  istana, taman dan pura saja.

Sebagai bangunan yang difungsikan untuk sidang pengadilan sejak zaman kerajaan hingga masa kolonial, Kerta Gosa didirikan pada abad XVII, pada jaman kerajaan Klungkung di masa pemerintahan Dewa Agung Jambe, beliau adalah raja pertama Klungkung. 

Selain karena nilai sejarahnya, lokasi ini sering didatangi wisatawan dikarenakan arsitekturnya yang unik. Kerta Gosa  mempunyai berbagai pesan moral yang terdapat pada lukisan wayang pada langit-langit bangunan, yang berisi cerita-cerita Ramayana, Mahabratha dan Tantri, yang merupakan lukisan khas desa Kamasan Klungkung.

Bila dulunya Kerta Gosa digunakan sebagai tempat sidang raja-raja di pulau Bali dan tempat melaksanakan upacara Manusia Yadnya keluarga kerajaan, sekarang Kerta Gosa menjadi tempat wisata dan destinasi tour bagi wisatawan yang liburan ke Bali. 

Sekali-sekali cobalah nikmati liburan sembari pelajari historis bangunan. Telusuri peninggalan bersejarah kerajaan Pulau Dewata akan membuat kita tidak akan melupakan sejarah dengan cara yang menyenangkan. Liburan yang beda bukan?

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

CLOSE