Beberapa Hal Menyebalkan di Dunia Kerja, tapi Harus Tetap Dihadapi

Dalam dunia kerja, baik itu di perusahaan swasta atau instansi pemerintahan sekalipun sudah pasti ada┬ábeberapa hal yang membuat mood Sohip dalam bekerja naik turun. Tidak mungkin dalam satu hari, satu minggu, satu bulan bahkan satu tahun berjalan baik-baik saja. Dalam kurun waktu tersebut pasti ada saja problem yang ditemui. Seiring berjalannya waktu dan masa kerja, entah Sohip nyaman atau tidak dengan kondisi tersebut, nyatanya kehidupan harus tetap berjalan kan? Suka tidak suka harus dihadapi. Toh 24 jam Sohip nggak seluruhnya dipakai untuk bekerja­čśé Kira-kira hal menyebalkan apa aja sih yang pernah Sohip alami? Coba kita baca satu persatu dari uraian artikel ini ya!

Advertisement

1. Rekan Kerja yang Nggak Jujur

Teman Kerja Bermuka Dua

Teman Kerja Bermuka Dua via https://www.pexels.com

Permasalahan utama dalam dunia kerja, terutama di perkantoran, sepertinya nggak pernah jauh dari teman kantornya, atasannya, kompetensi Sohip, dan pekerjaannya itu sendiri. Pertama, bicara soal teman kantor, sepertinya agak perlu berhati-hati kalau mau mencari teman di kantor, karena salah-salah dalam misi pencarian, yang awalnya mencari teman yg tulus dan saling support dikantor, yang ada Sohip malah mendapati teman yang kurang kuat prinsipnya, lalu cari aman. Artinya di sini kalau Sohip menguntungkan dan bisa bantu selesaikan pekerjaannya, dia akan mendekat, tapi ketika Sohip tertimpa problem, si teman ini nggak mau kenal, bahkan malah jadiin Sohip bahan ghibahannya. Ghibah atau rumpi di lingkungan kerja adalah hal yang sebenarnya biasa terjadi, tapi akan sangat mengganggu kalau setiap kabar dan berita apapun itu menjadi bahan ghibahan yang kecepatannya melebihi pesawat terbang kemudian dengan cepat diketahui satu kantor.

Nggak perlu baper-baper banget seandainya Sohip berhadapan dengan situasi begini karena setiap orang sebenarnya saling bertahan untuk kepentingannya masing-masing. Kalau nggak nyaman, Sohip cuma perlu membuat jarak aja supaya antara Sohip dan si teman nggak saling berkonflik. Mencari teman yang tulus dan sefrekuensi di kantor memang rasanya agak sulit, karena memang tidak semua orang bisa dipercaya, tapi bukan berarti tidak ada. Karena kita tetap perlu mereka untuk sharing, bantu selesaikan atau backup pekerjaan Sohip, atau sekedar teman makan siang pas jam istirahat kan.

Advertisement

2. Punya Atasan yang Hobinya Suruh-Suruh dan Terima Beres

bossy people

bossy people via https://www.pexels.com

Menjadi pemimpin memang tidak mudah, tapi bukan berarti menjadi bawahan itu lebih mudah daripada jabatan seorang pemimpin. Pastilah tidak nyaman, bahkan menyebalkan kalau Sohip pernah punya pengalaman bekerja dipimpin oleh seorang bos yang bisanya lebih banyak suruh-suruh daripada memberikan contoh pada stafnya untuk menyelesaikan tugasnya.  Dalam dunia kerja yang sempurna, biasanya hubungan antara staf dan atasannya akan terjalinndengan penuh hormat karena mereka memiliki tujuan yang sama.

Namun, tipe Bos menyebalkan yang nggak sedikit ditemui adalah bos atau atasan yang malas. Atasan yang kalau perintah ke stafnya selalu minim contoh. Padahal tingkat cekatan dan kecerdasan staf satu dengan yang lain udah jelas berbeda. Sebenarnya bukan sepenuhnya malas, tapi biasanya lebih kepada alasan-alasan seperti : menyadari bahwa atasan punya hak dan kuasa untuk bisa suruh-suruh stafnya, ada juga atasan yang kurang memahami substansi tapi segan bertanya pada stafnya, atau sekedar memakai alasan sudah mendekati masa purna sehingga sudah malas untuk berkerja dan akhirnya memberi kesempatan pada yang muda-muda untuk belajar. Bukannya belajar selain otodidak juga perlu diberi contoh ya? Biasanya tipe-tipe atasan seperti ini akan merasa sangat diuntungkan kalau secara kebetulan dia memiliki staf yang cekatan, cerdas, berdedikasi, dan berkinerja. Lantas, kalau si atasan ini mendapatkan staf yang cenderung biasa saja, kecepatan berfikirnya lebih lambat dari yang lain, yang ada justru keduanya memiliki masalah baru bukan? Alih-alih Sohip mau mengkritik, yang ada nanti malah dianggap nggak sopan. Karena nggak semua atasan bisa legowo menerima kritik dari staf, begitu pun sebalikya. Eiiits..tapi nggak perlu khawatir, nggak semua atasan itu Bos, banyak juga kok atasan yang berjiwa pemimpin. Semangat terus ya Sohip

3. Beban Kerja

Advertisement
beban kerja

beban kerja via https://www.pexels.com

Seperti yang sudah disinggung di awal, salah satu hal menyebalkan di dunia kerja yang harus tetap dihadapi adalah pekerjaan itu sendiri. Ada beberapa hal yang terkadang menjadikan pekerjaan itu menyebalkan, diantaranya:

1. Sebenarnya Sohip menyukai pekerjaan itu, tapi harus tinggal jauh dari kampung halaman, merantau, jauh dari orang tua, harus sangat mengatur keuangan dan segala resikonya perantau, sedangkan gaji atau upah yang diterima tidak cukup untuk memenuhi.

2. Sohip menyukai pekerjaan itu, tapi berjodoh dengan partner kerja (baik itu teman atau atasan) yang tidak pas, sehingga beban kerja lebih banyak diterima Sohip daripada yang lain.

3. Sohip tidak ditempatkan sesuai minat, bakat, bahkan kompetensi yang dimiliki. Sehingga Sohip merasa perlu waktu untuk menguasainya, namun merasa tidak ada yang support, yang akhirnya malah buat Sohip stres, atau malah ada sesuatu yang seharusnya bisa dikembangkan tapi justru terpendam karena pekerjaan itu sendiri.

Situasi seperti diatas memang menyebalkan, tapi selama Sohip masih mau dan bisa berusaha dan beradaptasi, semua itu bakal terlewati dengan baik walaupun sedikit berliku. Kalau masih susah juga, jangan lupa ambil cuti ya Sohip­čśé

4. Kompetensi

Kompetensi seorang pekerja

Kompetensi seorang pekerja via https://vocasia.id

Kira-kira kenapa ya kompetensi atau skill seorang pekerja juga andil dalam situasi yang menyebalkan? Ada dua gambaran disini. 

Pertama: kalau kompetensi Sohip dibaca, diketahui oleh orang atau perusahaan yang tepat, kemudian Sohip bisa bekerjasama dengan baik dengan seluruh bagian yang ada didalamnya, justru itu adalah hal baik dan menguntungkan. Tapi bagaimaina kalau kompetensi Sohip justru disalah artikan oleh perusahaan? Yang ada bisa jadi Sohip malah mendapatkan porsi beban kerja yang kurang sesuai dengan semestinya. Itu sebabnya pada saat melamar pekerjaan perlu diteliti benar dan dikomunikasikan dengan baik pada sesi wawancara

Kedua: Kalau ternyata terjadi penempatan yang tidak sesuai dengan kompetensi yang dimiliki pun keadaannya bisa berbeda. Bisa saja stafnya beradaptasi dengan cepat lalu terbiasa mengerjakan pekerjaan yang bukan bidangnya.  Bisa juga stafnya merasa kesulitan untuk beradaptasi yg dipengaruhi oleh banyak hal. Biasanya karena belum pernah sama sekali melakukan (karena dunia kerja berbeda dengan dunia sekolah dan kuliah), atau memang kemampuan berpikir dan tingkat kecekatan seseorang dalam bekerja berbeda-beda, sehingga mereka perlu banyak diberi contoh dan didampingi, bukan dibully, dianggap bodoh, bahkan dianggap tidak mampu bekerja. Belum lagi kalau Sohip merupakan salah satu staf yang tergolong introvert yang seringkali takut mengatakan kesulitan yang dihadapi, karena takut dibully. Mereka akan merasakan kesulitan itu sendiri.

Kalau Sohip mengalami situasi ini, nggak perlu stres berkepanjangan, cukup ambil waktu untuk liburan, terus belajar, dan jangan sungkan untuk bertanya kalau memang tidak paham. Karena pepatah Malu bertanya sesat di jalan itu benar adanya. Pasti seiring berjalannya waktu Sohip akan terampil. Semangat ya. Ketiga: pada level pimpinan sekalipun, kalau tidak ditempatkan sesuai kompetensi ternyata juga nggak baik lho. Biasanya justru akan lebih bossy dan kurang bisa menerima kritikan.

5. Rutinitas yang Membosankan

Rutinitas yang membosankan

Rutinitas yang membosankan via https://www.pexels.com

Rutinitas yang terus-menerus juga bisa mengakibatkan timbulnya rasa bosan Sohip saat bekerja. Untuk yang biasa bekerja mengikuti aturan perkantoran, biasanya terjadi dalam kurun waktu rata-rata 7-8 jam kerja, belum lagi kalau Sohip ada lembur secara tiba-tiba. Dalam satu minggu lima hari kerja melakukan tugas yang sama setiap hari. Jika Sohip mulai bosan, biasanya akan berpengaruh juga pada produktivitas dan mood yg juga ikut menurun, padahal dalam bekerja pasti ada target yang harus dipenuhi oleh suatu perusahaan.┬á Tapi Sohip nggak perlu khawatir berlebihan, dan juga jangan membiarkan kebosanan ini terlalu lama ya. Sohip bisa kok untuk cari tahu apa yang menyebabkan Sohip bosan, kalau sudah tinggal cari solusi yang tepat. Bisa mencoba hal baru, sharing dengan teman, mendekor ruang kerja, atau memaksimalkan waktu libur yang ada. Kenyataan yang harus kita jalani dan hadapi di kantor memang tidak selalu sesuai ekspektasi ya Sohip. Yang perlu kita lakukan hanya bekerja keras, bekerja cerdas. Bekerja jujur, dan jangan lupa libur, karena ada mental dan fisik yang perlu kita hibur ­čÖé

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

ÔÇť

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

ÔÇŁ

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

namaku indira acintya hapsari, bisa dipanggil indira/sari punya hobi nulis, nulisnya sesuai mood aja, happy-happy ajalah yuk!

CLOSE