5 Fakta di Balik Kebiasaan Tidur di Depan Televisi. Meski Sepele, tapi Ada Bahayanya Juga Ternyata!

fakta tidur di depan televisi

Sudahkah kamu mendengar fakta di balik kebiasaan generasi milenial yang suka tertidur dan membiarkan tv menyala meski tidak sedang ditonton? Terlebih saat sendirian di rumah. Bahkan hingga tertidur lelap pun, tv tetap dibiarkan menyala hingga keesokan harinya.

Nyatanya, hal ini tidak sepatutnya kamu lakukan secara terus menerusĀ lho, dear. Sebab ketahuilah, bahwa kebiasaan ini membawa dampak yang kurang baik pada kesehatan. Selain itu, kamu juga akan terkejut jika mengetahui penyebab dari kebiasaan ini bisa terjadi pada sebagian besar orang-orang.

Penasaran? Baca fakta dari kebiasaan tersebut berikut ini!

Advertisement

1. Rasa nyaman timbul dari tayangan tv yang kamu lihat

Photo by John Tuesday on Unsplash

Photo by John Tuesday on Unsplash via https://unsplash.com

Bagaimana aktivitas tidur di depan tv bisa menjadi sebuah kebiasaan? Nyatanya, menurut survei yang dilakukan National Sleep Foundation, menonton televisi sambil bersantai memberi sensasi nyaman secara psikologis.

Tayangan televisi yang secara berkala kamu tonton berulang-ulang, secara otomatis terekam di dalam otak. Saat kamu kembali menonton tayangan tersebut, otak mengirim sinyal memori yang memicu sensasi keakraban, dan tanpa sadar menimbulkan perasaan nyaman. Sehingga dari sinilah, rasa kantuk mulai tercipta.

Advertisement

Sensasi nyaman ini tetap timbul sekalipun tayangan yang sedang kamu lihat adalah tontonan favoritmu. Ditambah lagi, jika kamu melakukan aktivitas ini dalam keadaan lelah usai berkegiatan seharian, atau perut sudah kenyang usai makan malam.

2. Tidur di depan tv tidak bisa dianggap istirahat yang berkualitas

Photo by Kinga Cichewicz on Unsplash

Photo by Kinga Cichewicz on Unsplash via https://unsplash.com

Sayangnya, momen istirahat yang kamu alami usai menonton televisi tidak bisa dianggap sebagai bentuk tidur yang berkualitas. Biasanya, rasa kantuk yang datang karena menonton tayangan televisi atau layar handphone sifatnya hanya sementara.

Advertisement

Rasa kantuk yang sifatnya sementara ini, memicu keadaan tidur yang disebut sebagai tidur dangkal. Tidur dangkal atau yang biasa dikenal dengan istilah tidur ayam-ayam ini merupakan tahapan paling awal dalam fase tidur. Sehingga dengan kata lain, istirahatmu belum sepenuhnya maksimal, dear!

Inilah sebabnya, saat terbangun kamu justru tidak sepenuhnya merasa segar. Kamu cenderung masih merasa lelah dan ngantuk, sehingga timbul keinginan untuk kembali tidur.

3. Hindari kebiasaan ini jika kamu sedang fokus diet!

Photo by JESHOOTS.COM on Unsplash

Photo by JESHOOTS.COM on Unsplash via https://unsplash.com

Sejumlah penelitian, salah satunya yang dilakukan National Institute of Health menunjukkan hasil pada wanita yang tertidur dengan televisi dalam keadaan menyala cenderung mengalami penambahan berat badan.

Hal ini bisa saja terjadi, apalagi jika kamu tipe orang yang suka mengemil di depan televisi, dear. Karena ketika kamu makan dalam kondisi pikiran teralihkan pada layar televisi, tanpa sadar kamu bisa mengunyah lebih banyak makanan dari biasanya.

Ditambah lagi, usai makan, kamu tak banyak beraktivitas dan malah tertidur. Tak heran jika berat badan kamu justru bertambah.

4. Tertidur di depan tv bisa mengganggu kesehatanmuĀ lho!

Photo by Grant on Unsplash

Photo by Grant on Unsplash via https://unsplash.com

Selain bisa mengganggu program diet, risiko yang bisa kamu alami ketika tertidur di depan layar televisi yang menyala adalah gangguan pada punggung dan pinggang.

Kebanyakan, tempat istirahat semacam kasur atau sofa yang diletakkan di depan televisi, tidak sama dengan kasur biasa yang ada di dalam kamar tidur.

Posisinya pun bisa kurang tepat bagi postur tubuhmu saat tidur. Sehingga, posisi tidurmu jadi tidak ideal dan mengganggu sirkulasi aliran darah. Justru yang ada, setelah bangun tidur, kamu akan merasa lebih pegal. Istirahat pun tidak maksimal.

5. Tak hanya tv, kamu juga harus mengubah kebiasaan tertidur karena jenisĀ gadget lainnya, lho!

Photo by Victoria Heath on Unsplash

Photo by Victoria Heath on Unsplash via https://unsplash.com

Tak hanya televisi, penggunaan jenis elektonik lain seperti laptop dan gawai atau gadget, sebaiknya mulai dikurangi saat hendak beristirahat. Mulai tentukan batas penggunaan benda-benda tersebut maksimal 15 menit sebelum tidur ya, dear. Fokuskan pikiran dan tubuh pada situasi yang rileks dan nyaman, agar tidurmu dapat lebih maksimal.

Menggunakan TV sebagai bantuan tidur bukan cara terbaik untuk membantu kualitas tidur yang baik. Kegelisahan dan ketidakmampuan untuk menenangkan pikiran adalah salah satu alasan utama orang mengalami kesulitan tidur. Alasan ini seringkali digunakan sebagian besar orang untuk menggunakan TV sebagai bantuan agar menjadi lebih tenang.

Yuk, perlahan ubah kebiasaan ini dengan beralih ke aktivitas menenangkan diri seperti meditasi, Dear. Jika masih bingung untuk memulainya, kamu bisa mencoba Riliv sebagai panduan untuk bermeditasi. Dengan melakukannya secara rutin, niscaya kamu akan lebih rileks dan tidak lagi sulit untuk beristirahat.

Sumber:

  1. www.health.com/condition/sleep/falling-asleep-tv-on-
  2. www.rd.com/health/shouldnt-sleep-with-tv-on-
  3. www.elitedaily.com/p/how-bad-is-sleeping-with-the-tv-on-experts-say-it-should-be-avoided-at-all-costs-

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement
loading...

ā€œ

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

ā€

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Editor

une femme libre

CLOSE