Fenomena K-Drama di Tengah Pandemi, Gelombang Arus Budaya yang Sudah Tak Asing Lagi

Terutama bagi kalangan remaja di Indonesia.

Diawali dengan munculnya Korean Wave pada tahun 2000an yang kemudian memiliki tempat tersendiri di hati remaja Indonesia.Saat pandemi covid-19, media sosial diramaikan dengan perbincangan mengenai Korean Drama yang sedang naik daun. Sebagian masyarakat yang awalnya merasa asing akan topik ini pun perlahan dibuat terlena dan ikut terjerumus dalam circle perdrakoran. 

2020 lalu kita diwajibkan mengikuti peraturan pemerintah, terkait dengan adanya Corona Virus Diseases atau Covid 19. Salah satunya adalah untuk tetap diam di rumah. Hal ini menjadikan masyarakat berbondong-bondong melakukan aktivitas yang sekiranya bisa menghibur diri meskipun di rumah saja.

Advertisement

1. Pecinta Drakor Jalur Pandemi

Photo by Twitter

Photo by Twitter via http://twitter.com

Menonton drama korea pun menjadi salah satu alternatif. Bahkan drama korea The World of The Married yang ditayangkan di JTBC mendapat rating tertinggi drama korea di televisi swasta, yaitu 28,4%. Selain karena akting dan alur cerita yang memukai, juga diakibatkan efek pandemi. Sehingga banyak yang tertarik untuk menontonnya demi menghibur diri di rumah.

Kebanyakan citra drama korea di mata masyarakat Indonesia, selalu dikaitkan dengan tontonan yang romantis, sosok pria kaya yang jatuh cinta pada perempuan yang hidup sederhana, atau bahkan tontonan yang terasa sangat tidak mungkin jika terjadi di dunia nyata. Bahkan banyak pula kalangan yang ‘jijik’ terhadap orang-orang yang menyukai drama korea.

Advertisement

Namun pendapat-pendapat buruk ini kini dibantah oleh kesaksian masyarakat itu sendiri. Mereka bersaksi bahwa orang-orang yang dahulu menghina drama korea, semenjak pandemi mereka jadi ikut menyukainya. Hal ini tidak terbatas bagi jenis kelamin atau golongan tertentu.

2. Antusias Masyarakat

Photo by Google

Photo by Google via http://www.google.com

Antusias masyarakat terhadap perdrakoran ini semakin meningkat. Ditandai dengan munculnya drakor Start Up yang sukses membuat pecinta drakor terbagi menjadi 2 kubu, yaitu Tim Han Ji Pyeong dan Nam Do San. Hal ini pun kerap dijadikan ajang promosi bagi berbagai perusahaan di Indonesia. Salah satunya Holywings Indonesia.

3. Penggemar dari Berbagai Kalangan

Advertisement
Photo by Twitter

Photo by Twitter via http://twitter.com

Nyatanya, drama korea tidak hanya heboh di kalangan remaja putri saja. Bahkan baru-baru ini di medis sosial Twitter, sebuah akun penyuka korea mengunggah percakapan pengikutnya dengan salah satu dosennya yang ternyata ikut menonton dan mengikuti alur dari drama korea True Beauty, dirinya pun bahkan memilih pemeran laki-laki mana yang menurutnya pantas mendapatkan hati pemeran wanita.

Percakapan membuktikan bahwa drama korea menjadi suatu kesenangan baru bagi masyarakat Indonesia terutama semenjak pandemi Covid-19. Kesenangan ini tidak hanya bisa dirasakan oleh rentang umur, profesi maupun jenis kelamin tertentu saja.

4. Dampak yang Ditimbulkan

Photo by Twitter

Photo by Twitter via http://twitter.com

Percakapan membuktikan bahwa drama korea menjadi suatu kesenangan baru bagi masyarakat Indonesia terutama semenjak pandemi Covid-19. Kesenangan ini tidak hanya bisa dirasakan oleh rentang umur, profesi maupun jenis kelamin tertentu saja. Namun, sama seperti kebiasaan yang lainnya. Menonton drama korea juga dinilai memiliki berbagai dampak. Dampak tersebut baik dampak positif maupun negatif.

Salah satunya munculnya kebiasaan ‘julid’ atau hate comment kepada aktor/aktris yang mereka tidak sukai. Komentar buruk yang dilontarkan pun beragam, bahkan ada yang tidak bisa membedakan dunia nyata dan drama. Hal ini tentu sangat meresahkan. Banyak yang berpendapat bahwa hal ini membuat malu dan terkesan kekanak-kanakan. Sebagai contoh, dalam drama korea The World of The Married, seorang aktris bernama Han So Hee berperan sebagai Yeo Da Kyung.

Seorang perempuan muda, cantik dan kaya namun ia menjadi sosok pelakor dan merusak rumah tangga orang lain. Melihat adegan ini, ia menuai kebencian yang luar biasa dari penikmat serial tersebut. Masyarakat pun secara terang-terangan memberikan komentar pedas dan buruk terutama di media sosial Instagram aktris tersebut. Mereka menyebut Han So Hee tidak memiliki perasaan, dll. Padahal sosok pribadi Han So Hee dinilai sangat berbeda dengan peran yang sedang ia jalani. Han So Hee bahkan mengetahui hal itu dan untungnya menyikapinya secara profesional

Dampak negatif ini juga dirasakan bagi masyarakat itu sendiri. Hingga salah satu stasiun televisi di Indonesia yang terkenal dengan serial kisah nyatanya ikut membuat sebuah seri dengan tema Korea. Seri ini mengangkat cerita dari kisah nyata seseorang yang memiliki masalah dengan istrinya yang terlalu menggilai hal-hal berbau korea. Ternyata hal ini menuai kontroversi di masyarakat, terutama para penggemar Korea. Mereka menilai bahwa stasiun televisi tersebut terkesan melakukan penghinaan.

5. Belajar Bahasa dari Drama

Photo by Twitter

Photo by Twitter via http://twitter.com

Namun ternyata tidak semua orang berpendapat demikian. Bagi sebagian lagi, semua tergantung dari pribadi masing-masing. Menurutnya menonton drama korea memiliki berbagai dampak yang positif. Sama seperti kegemaran pada umunya, segala sesuatu yang berlebihan memang tidak baik. Salah satu dampak positif dari mononton drama korea adalah menambah wawasan dan keterampilan berbahasa asing. Secara tidak langsung, dengan menonton drama korea kita akan mempelajari bahasa korea dari dialog-dialog yang diucapkan oleh sang pemeran.

Kita dapat mengetahui berbagai budaya yang ada di Korea. Kemudian situs wisata, sejarah, perkambangan teknologi, serta makanan korea. Para pembisnis di Indonesia pun kerap membuat bisnis yang bertema korea. Seperti restoran maupun bisnis kecil-kecilan di online shop. Hal ini juga membuat masyarakat berkeinginan untuk pergi ke Korea dan melihat secara langsung lokasi-lokasi yang muncul di drama yang mereka tonton. Tentu ini merupakan salah satu dampak positif juga, karena dapat memotivasi masyarakat untuk bekerja keras dan menabung demi suatu tujuan.

6. Alasan Drama Korea Digandrungi

Photo by Twitter

Photo by Twitter via http://twitter.com

Ada beberapa alasan drama korea sangat digandrungi :

  1. Episode yang tidak bertele-tele. Rata-rata drama korea memiliki 16-20 episode. Hal ini membuat alur cerita tidak bertele-tele dan tidak berlebihan.
  2. Tidak tayang setiap hari. Dengan memiliki jadwal tayang yang terjadwal, secara tidak langsung akan membuat para penonton penasaran dan rela menunggu demi mengetahui lanjutan kisah dari drama yang sedang mereka tonton. Biasanya drama korea tayang 2x seminggu.
  3. Memiliki soundtrack tersendiri. Setiap drama korea memiliki original soundtrack tersendiri, hal ini tentu sangat penting. Karena meskipun dramanya telah usai, para penontonnya pasti akan teringat kembali dengan drama tersebut saat mendengar soundtrack tersebut.
  4. Menyuguhkan akting yang baik. Para aktor dan aktris di drama korea juga dipilih berdasarkan cocok tidaknya dengan karakter dalam drama tersebut. Bukan hanya sekedar dilihat dari popularitas. Sehingga penonton bisa memvisualisasikan karakter dengan baik.
  5. Memberikan informasi. Dalam drama korea banyak sekali hal yang bisa dipelajari, seperti hukum, bisnis, saham, bidang kesehatan, dll. Bahkan setiap drama korea identik dengan bunganya masing-masing. Sang pemeran pun memberi tahu maksud dan arti dari bunga tersebut.
  6. Menyimpan berbagai misteri dan teka-teki. Drama korea menyimpan berbagai teka-teki, bahkan hal-hal kecil yang ada di drama korea memiliki makna tersendiri. Maka penonton pun banyak yang membuat konspirasi atau teori.

Maka kini, jika masih ada yang mengolok-olok tontonan drama korea sebagai tontonan yang berdampak negatif saja. Sebenarnya semua kembali kepada pribadi masing-masing.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

CLOSE