Biar Nggak Melulu Galau Karena Cinta Tak Berbalas, Hadapi Aja Yuk dengan 5 Hal Ini. Yok Bisa Yok~

menghadapi cinta tak berbalas

Memiliki pengalaman cinta tak berbalas memang sungguh menyakitkan. Apalagi jika kamu sudah memendam perasaanmu sejak lama. Rasanya, tak mungkin jika kamu terhindar dari perasaan galau.

Hal ini wajar kok, Dear. Kamu tak perlu merasa malu untuk mengakuinya. Sebaliknya, justru kamu harus menikmati proses ini agar segera pulih dari rasa sakit hati.

Lantas, bagaimana agar proses ini bisa segera terlewati? Simak tipsnya di bawah ini!

Advertisement

1. Berdamai dengan perasaan galau lewat berpuasa, yuk!

Photo by Mia Baker on Unsplash

Photo by Mia Baker on Unsplash via https://unsplash.com

Eiits, maksudnya berpuasa bukan berarti menahan lapar dan haus ya, Dear. Tapi, menahan dulu keinginanmu untuk membuka sosial media ataupun kontak lainnya yang berhubungan dengan orang yang kamu sukai.

Memang terdengar cukup berat. Namun, ini dilakukan agar kamu segera pulih dari rasa galau karena cintamu tak terbalas oleh si dia.

Advertisement

Mulailah dengan membuat target selama 30 hari untuk tidak berhubungan dulu dengannya.

Perlu diingat, itu berarti berhenti mengikuti dan/atau memblokir mereka di media sosial juga. Karena dengan begitu, ini akan membantumu melawan keinginan untuk melakukan cyber stalk yang justru membuat perasaan galaumu malah makin memburuk, tidak semakin membaik.

Perlu dicatat ya Dear, rasa sakit hati karena ditolak oleh orang yang kamu suka bukan berarti menjadi alasanmu untuk membencinya.

Advertisement

2. Jangan ragu menikmati galaumu

Photo de Masha Raymers provenant de Pexels

Photo de Masha Raymers provenant de Pexels via https://www.pexels.com

Beri dirimu sendiri waktu untuk bersedih dengan kegalauanmu selagi memproses emosi. Jumlah waktu yang dibutuhkan biasanya akan tergantung pada berapa lama kamu menyimpan rasa suka pada si dia.

Jika kamu merasa perasaan tersebut cukup mendalam, bisa jadi kamu membutuhkan setidaknya tiga bulan, hingga akhirnya bisa berdamai dengan luka dan bisa lebih netral menghadapi situasi.

Meski begitu, waktu bukanlah ukuran terbaik dari proses penyembuhan luka hatimu. Semuanya akan kembali lagi pada diri masing-masing. Sudahkah kamu meluangkan waktu untuk benar-benar fokus untuk merelakannya? Dan siap menjadi pribadi baru?

3. Kurangi perasaan rendah diri

Photo by Church of the King on Unsplash

Photo by Church of the King on Unsplash via https://unsplash.com

Wajar, kalau kamu merasa minder atau tidak percaya diri karena si dia tidak membalas perasaanmu. Kamu mungkin juga merasa belum cukup baik untuk menjadi pasangannya. Yuk, mulai belajar untuk mengurangi perasaan tersebut, Dear.

Ketahuilah bahwa kamu tidak sendirian. Menurut psikolog sosial Roy Baumeister, 98% dari setiap orang pasti pernah menderita karena cinta tak berbalas pada suatu waktu.

Kamu mungkin berpikir ini tidak akan terjadi pada orang yang lebih baik secara fisik dibanding dirimu, namun nyatanya jika hal ini juga terjadi pada orang yang menurutmu lebih menarik, berarti ini semua bukan soal hal tersebut.

Bisa jadi ini bukan saat yang tepat untuk kamu menjalin hubungan dengannya. Atau, karena dirinya bukanlah pasangan yang tepat untukmu.

Jangan biarkan cinta tak berbalas membuatmu meragukan diri sendiri. Ingatkan dirimu setiap hari bahwa kamu layak untuk dicinta.

4. Lawan galau dengan berani meluapkannya

Photo by Joshua Ness on Unsplash

Photo by Joshua Ness on Unsplash via https://unsplash.com

Jika kamu terlalu tertekan untuk bangun dari tempat tidur di pagi hari, kesulitan untuk tidur karena galau dan gelisah, hingga membuat teman dan keluarga menyadari ada yang tidak beres padamu, mungkin inilah saatnya untuk mendapatkan bantuan profesional.

Tentu saja, jika terapi psikolog tidak sesuai anggaranmu, kamu mungkin ingin mencoba opsi yang lebih hemat biaya, seperti aplikasi konseling psikolog online, Riliv.

Dengan mendapat bantuan profesional, kamu bisa meluapkan semua kegalauan yang mengganggu pikiran dan hatimu. Sehingga, akan semakin besar peluangmu untuk segera sembuh dari luka akibat cinta tak terbalas.

5. Yuk, move on!

Photo by Allef Vinicius on Unsplash

Photo by Allef Vinicius on Unsplash via https://unsplash.com

Meskipun lebih mudah dikatakan daripada dilakukan, itu bisa menjadi cara yang cukup efektif untuk akhirnya mengatasi cinta tak berbalas begitu kamu siap.

Meluangkan waktu untuk bertemu orang-orang baru akan memberi kamu kesempatan untuk mengidentifikasi apakah kamu benar-benar menginginkan seseorang atau hanya keinginan untuk memiliki apa yang tidak dapat kamu miliki. Karena bisa jadi, kamu hanya ingin melepas status lajang agar tidak dipandang sebelah mata oleh orang lain.

Mungkin butuh waktu, tetapi tak ada salahnya untuk mencoba, Dear. Kamu juga tidak perlu menganalisis secara berlebihan setiap hal kecil yang dilakukan seseorang untuk mengetahui apakah ia menyukaimu atau tidak. Sebab, jika benar-benar menyukaimu, mereka akan berusaha menunjukkannya kepadamu, kok.

 

Mencintai seseorang yang tidak mencintaimu kembali pastinya dapat membuatmu merasa sedih dan buruk atas dirimu sendiri. Tapi ingatlah, hal tersebut bukan jadi alasan untuk merasa seperti itu.

Bagaimanapun keadaanmu, hal yang paling penting untuk diingat, bahwa cinta yang tak berbalas merupakan hal indah dan berharga untuk dialami, sebagai peringatan untuk lebih mencintai diri sendiri terlebih dulu.

Sebab, bagaimana orang lain akan mencintaimu jika kamu sendiri belum menerima diri sendiri apa adanya? Pada waktunya, sangat mungkin kamu akan menemukan seseorang spesial yang akan mencintaimu sama seperti kamu mencintai dirimu sendiri.

Sumber:

  1. www.womenshealthmag.com/relationships/a25896483/how-to-get-over-unrequited-love/
  2. www.bustle.com/p/how-to-get-over-unrequited-love-once-for-all-9048661
  3. www.psychologytoday.com/us/blog/the-couch/201502/6-ways-get-past-the-pain-unrequited-love

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Editor

une femme libre

CLOSE