Patah hati? Kata-kata ini mungkin tidak asing lagi bukan? Apalagi bagi seseorang yang berusia diatas 20 tahun dan pernah menjalin suatu hubungan yang serius. Patah hati baru terasa saat semua hal di dunia ini berhenti padahal waktu terus bergerak. Setiap inci dari hati terasa amat kosong, meskipun sebenarnya kita berada diantara keramaian.

Bahkan, senyum manis yang biasa menghiasi wajah akan musnah dan terenggut seakan-akan ribuan Dementor dalam film Harry Potter telah datang dan merampas semua kebahagiaan yang pernah dirasakan.

Patah hati merupakan sebuah luka lebar dan menganga yang pedih, meskipun tidak ada setetes pun darah menetes dari lukanya.

Otak atau Hati?

Meskipun dinamakan patah hati namun perlu diingat bahwa patah hati adalah istilah yang menggambarkan betapa sakitnya hati seseorang, seolah-olah hati telah patah dan hancur berkeping-keping.

Otak merupakan pemeran utama dari adanya patah hati.

Bagaimana bisa?

Menurut asisten professor di University of California at Los Angeles yang bernama Naomi Eisenberger, rasa sakit yang dirasakan bersumber dari pikiran kita sendiri. Ketika seseorang merasakan jatuh cinta, bagian dari otak kita yang dinamakan Anterior Cingulate Cortex (ACC) dibanjiri oleh neurochemicals dopamine dan oxytocin. Terdengar sangat saintifik bukan? Oke secara sederhananya, neurochemicals dopamine dan oxytocin tersebut akan memberikan perasaan gembira dan bahagia. Merujuk kepada sains, cinta memang lebih candu dari obat-obatan terlarang.

Saat seseorang mengalami patah hati, seperti misalnya ditinggalkan kekasih tanpa sebab, gebetan ditikung oleh sahabat sendiri, diselingkuhi oleh orang tersayang dan berbagai penyebab lainnya.

Semua zat-zat kimiawi berbau cinta tersebut akan menguap dan meninggalkan kita bersama hormon yang menyebabkan kita merasa stress. Rasa stress tersebut yang akhirnya membuat hati akan terasa sakit.

Rasa sakitnya dapat diibaratkan 1000 kali lebih dahsyat dari sakit gigi.

Jangan Biarkan Patah Hati Menguasai Diri Kita

Saya tahu rasanya patah hati, karena tidak dapat dipungkiri bahwa saya juga pernah berada dalam tahap tersebut. Menangis sampai airmata kering dan akhirnya tertidur, tidak nafsu makan, bahkan tidak ada mood untuk bertemu siapa-siapa. Saya juga tahu, betapa susahnya keluar dari jeratan “penyakit” yang bernama patah hati. Tetapi ingat, dunia belum berakhir hanya karena kamu patah hati sekali, dua kali, atau bahkan berkali-kali.

Bagaimana pun sakitnya hatimu, kamu harus bangkit dari keterpurukan dan patah hati yang kamu rasakan.

Terdapat sebuah sindrom yang bernama Takotsubu Cardiomypathy (TC) atau yang lebih sering dikenal dengan nama sindrom patah hati. Menurut seorang kardiologis bernama Dr. Lawrence Weinstein dari Bethesda Memorial Hospital’s Chest Pain/Heart Failure Centre, sindrom ini memiliki persamaan dengan serangan jantung. Bedanya, pada sindrom TC arteri Anda bersih, dan tidak ada sesuatu yang menutup jalannya darah ke jantung.

Mengerikan bukan? Lalu apa saja “obat” terbaik untuk mengobati patah hati?

1. Makan Cokelat dan Mendengarkan Musik

Dark Chocolate bisa membantumu via https://www.pexels.com

Dipaksa makan padahal tidak ada rasa lapar sedikitpun karena patah hati memang menyebalkan. Bahkan diantara kamu mungkin banyak yang terpaksa melakukan rutinitas yang disebut makan, hanya untuk bertahan hidup tanpa benar-benar menikmati makanan yang masuk ke mulutmu. Saat patah hati, ada baiknya kamu coba makan dark chocolate.

Dark chocolate mengandung senyawa bernama Andamines yang dapat memperbaiki mood. Sambil makan dark chocolate, kamu juga dapat mendengarkan musik kegemaran. Dikutip dari seorang professor di Arizona State University yang bernama Kay Norton, PhD, musik dapat membantu untuk melalui masa emosional yang kamu rasakan. Bahkan lagu-lagu sedih yang kamu dengarkan mampu membantumu melampiaskan rasa sedih sehingga kamu merasa lebih baik keesokan harinya.

2. Jalan-jalan ke tempat asik

Cari pengalaman berbeda dengan traveling via https://www.pexels.com

Advertisement

Jika makan dark chocolate dan mendengarkan musik belum cukup untuk mengobati patah hati yang kamu rasakan, kini saatnya kamu travelling. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa travelling adalah salah satu obat terbaik untuk patah hati.

Saat travelling kamu akan terhindar dari rutinitas harian dan juga dapat melihat beragam hal unik yang belum pernah dilihat sebelumnya.

Tunggu apalagi? Segera masukkan baju-bajumu dalam ransel atau koper, pesan tiket pesawat ke tempat-tempat menarik yang ingin kamu kunjungi dan bersenang-senanglah. Siapa tahu “The Right One” yang dinanti secara tidak sengaja bertemu di dalam pesawat yang kamu tumpangi atau bahkan di atas gunung yang kamu daki.

3. Melakukan retail therapy

Shopping time via https://www.pexels.com

Retail therapy adalah sebuah cara yang dilakukan untuk membuat mood mu terasa lebih baik dengan cara berbelanja. Eitssss, semua ini tentunya bukan omong kosong dan telah dibuktikan oleh penelitian.

Menurut sebuah penelitian dilakukan oleh TNS Global, sebanyak 64% wanita dan 40% lelaki di Amerika mengakui bahwa retail therapy dapat membuat mood mereka lebih baik.

4. Melakukan me time

Manjakan dirimu via https://www.pexels.com

Sudah berapa lama kamu tidak melakukan “Me Time”? Jangan biarkan patah hati membuatmu jadi lupa terhadap betapa berharganya diri sendiri. Sedikit me time dengan cara creambath di salon, melakukan manicure pedicure, berolahraga, berjalan-jalan sendirian di taman kota dan menikmati hijaunya pepohonan tentu dapat membuatmu merasa lebih baik.

Tidak ada salahnya sekali dalam sebulan kamu memberikan “penghargaan” untuk diri sendiri, atas prestasi betapa kuatnya kamu bertahan meski telah mengalami patah hati yang buruk.

5. Menerima rasa sakit

Rasakan setiap detiknya via https://www.pexels.com

Patah hati merupakan mimpi buruk bagi setiap manusia. Secara logika, tidak ada manusia yang akan menerima sakitnya patah hati dengan hati berbunga-bunga. Kamu akan terus menyalahkan masa lalu, mengelak dari setiap sakit yang ada karena patah hati dan pada akhirnya? Kamu sendiri lah yang tidak dapat move on. Padahal menurut Paul McKenna dan Dr. Hugh Willbourn dalam bukunya yang berjudul “How to Mend a Broken Heart”, salah satu cara mengobati patah hati adalah dengan menerima rasa sakit tersebut. Hal ini akan membuatmu semakin kuat dan tentunya semakin dewasa dalam menjalin hubungan yang akan datang.

Sesakit apapun patah hati yang kamu rasakan, percayalah bahwa waktu akan menyembuhkan semua luka pada hatimu. Terus bergerak maju dan buka hati untuk seseorang yang akan datang untuk mengapus airmatamu suatu saat nanti.