Sebagai fresh graduate, banyak hal yang menjadi “ideologi” kamu dalam memulai karir di dunia yang sesungguhnya. Banyak tantangan, hambatan dan juga “jalan-jalan” menggiurkan didepan. Yang pasti, satu hal yang harus kamu ingat,

“Nobody said its was easy, but it’ll worth it”

1. Sudah selesai sidang dan yudisium?

Cari kerja susah susah gampang bos! via http://curriculum-vitae.in

Ini merupakan awal tonggak perbedaan yang nantinya akan membedakan nasib tiap tiap orang. Banyak mahasiswa yang sukanya "menunda" dengan berbagai pembenaran.

Advertisement

Gue capek banget abis sidang dan ngurusin tetek bengek administrasi kampus yang njelimet! Nanti aja deh cari kerja abis wisuda!

Kebanyakan gue temui, orang-orang yang bermental seperti ini. 80% susah mendapat kerja. Ga percaya? Silakan coba..

Jangan kendor dulu, perjuangan berat baru akan di mulai. Kelamaan nganggur bisa bikin pikun lho. Lagipula, enggak ada jaminan didunia kerja IP 3 gampang cari kerja. Dan begitu juga sebaliknya, ga ada jaminan kalo IPK dibawah 3 susah cari kerja. Ditambah sudah berlangsung MEA saat ini. Semua serba jodoh-jodohan.

2. Swasta atau pemerintahan ya?

Kerja dimana aja yang penting TOTAL via http://www.fotogambarlucu.com

Advertisement

Gue juga pernah ngalamin jadi fresh graduate di mana semua "kata-kata" senior itu indah banget. Bikin penasaran dan mau juga mencecap indahnya kerja di perusahaan yang bagus. Memang sebagai job seeker, ada pentingnya bagi fresh graduate mengawali karirnya dengan bekerja di perusahaan ternama. Apalagi kalo berkecimpung di perusahaan swasta. Itu akan meningkatkan self value kita saat menjajakan diri ke perusahaan selanjutnya.

Kecuali, kalo memang sudah memutuskan bergabung bekerja untuk pemerintahan. Untuk Indonesia, gue yakin engga ada yang lebih indah dari bekerja, bergerak dan berkontribusi langsung buat negara. Kayaknya kalo berbakti dipemerintahan, willingness to country kayanya tinggi banget ya.

Tapi percayalah, dimanapun lo berkarya, kerjakan secara total. Kasih lebih dari yang diminta. Nanti pada waktunya memanen, lo bakal merasakan hasilnya. Kalo lo kerja engga total, gimana bisa nilai itu baik untuk lo atau enggak?

A: "Gue kayaknya mau resign deh.."

B:" Maksudnya? Lo kan baru join 6 bulan cepet amat mutusin pindah"

A: "Iya, bos gue bawel banget capek"

Inget ya, untuk pindah keputusannya datang dengan kepala dingin dan bukan karena tekanan dari mana-mana. Pindah karena lo ga dihargai sebagaimana lo berkarya. Bukan karena lo tidak dibayar sebesar tuntutan gaya hidup kopi cantik lo itu.

3. Udah dapet kerja sih.. Tapi….

Ketika udah cocok-cocokan sama perusahaan pemberi kerja, ada aja halangannya.

Yakaaaaliiii gajinya segini, bayar pajak aja engga ini mah…

Kayanya kerjanya kayak romusha deh di sana.

Pas interview, usernya galak banget buseeeeeeetttttt serem ahhhhh

Ihhh pegawainya kok tua-tua gitu sih, malesin banget kerja sama orang kolot mah…

Wahai teman-teman yang beridiologis super kuat dan merasa paling lihai, ilmu yang kita pakai di dunia kerja hanya (paling banyak 20-30%) malah banyak teman-teman kita yang lain, bekerja di bidang yang nyasar jauh dari konsentrasi ilmunya.

Sebagai fresh graduate, pengalaman kita dihargai 0 oleh perusahaan. Memang ada beberapa perusahaan yang menawarkan gaji yang heboh untuk fresh graduatenya. Dan itu adalah berkat Tuhan yang engga bisa diprediksi itungannya dari mana. Diluar itu, tetaplah berusaha. Tetap bersyukur, percaya Tuhan menyiapkan yang terbaik di waktu yang paliiiiingggg tepat.

4. Gimana kalo wirausaha?

Art of Enterpreneurship via http://www.teropongbisnis.com

"Gue sih males kerja sama orang. Capek ati. Berangkat pagi, pulang malem"

Mau wirausaha? WIHHHHH 2 JEMPOL. Mental wirausaha gini yang emang harus dimiliki oleh setiap orang. Berani ambil resiko. Tapi pastikan ide wirausahanya matang ya. Bikin bussines plan yang bagus biar dapet investor (sukur-sukur modal sendiri) 😀

Tapi untuk diingat, wiraswasta bukan jaminan kerja lebih enak. Perjalanan berjuang lo justru lebih berat. Jam kerja lo yang fleksibel justru malah bikin borderless di kehidupan lo.

5. Gue masih di step 1 aja. Belum maju-maju nih!

Keep Pray! via http://tobendlight.com

Seperti yang gue bilang di list 1. Engga ada jaminan dalam dunia kerja. Lo ber IPK diatas 3 akan mudah dapet pekerjaan dibandingkan IPK dibawah 3.

IPK itu hanya menentukan syarat awal pemanggilan kandidat pekerja (Alias buat psikotest)

Keep trying.. Keep Praying.. Be Patient..

Selagi nunggu kerja, lo bisa nambah skill dengan ikutan kursus. Kayak memasak, make-up, menjahit, bahkan brevet atau bahkan ngebengkel.

Prinsipnya, jangan lewatkan hari tanpa melakukan sesuatu yang produktif. Ingat MEA, kawan 😀

Goodluck!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya