Normalnya ukuran kaki wanita adalah 36 sampai 40. Namun, apa jadinya bila kamu mempunyai ukuran kaki yang tak biasa. Bisa dibilang kecil untuk seukuran wanita dewasa. Bayangin bila kamu memiliki ukuran kaki 34 atau 35. Hmmm..ukuran seperti itu adalah ukuran kaki untuk anak SD.

Namun, bila hal itu benar terjadi maka hal-hal ini yang akan kamu rasakan bila kamu memiliki kaki seukuran segitu. Karena tidak mungkin untuk membeli sepatu pun susah. Kalaupun ada paling bisa beli di gerai toko sepatu anak-anak. Kan sedih.

Belum lagi jika ada sepatu idaman dengan bentuk dan warna yang memikat mata, pasti langsung tergiur untuk membelinya. Tapi, pas melihat ukuran kaki kecil begini yang ada langsung mundur karena memang nggak ada ukurannya. Alhasil, sepatu idaman yang kita incar jadi hak milik orang lain deh. Duh, sakitnya tuh disini!

 

1. Sering diejek karena ukuran kaki terlalu kecil

Saat kamu mempunyai kaki seukuran dengan kaki anak SD

Saat kamu mempunyai kaki seukuran dengan kaki anak SD via http://pexels.com

Pertama kali yang akan kamu rasakan saat tahu bahwa ukuran kakimu berbeda dengan wanita pada umumnya atau bisa dibilang tak biasa. Pastinya kamu akan bertanya-tanya, "Kok bisa sih kaki ku sekecil ini? Apa kelainan yah?".

Hal itu pasti selalu ada di benakmu. Bagaimana tidak ketika umurmu semakin bertambah, namun ukuran kakimu tetap seperti itu. Rasanya agak aneh dan mungkin kamu malah sedih. Maka tidak mungkin, jika kamu sering diejek karena ukuran kakimu yang kecil itu.

Advertisement

Sebutan anak SDpun kian melekat di otakmu. Tak jarang jika kamu mempunyai adik yang duduk di bangku SD, kamu sering disama-samakan dengan adikmu. Pengen ngedumel tapi mau bagaimana coba karena kenyataannya memang seperti itu.
Ya sudahlah, terima saja!

2. Sepatumu sering dipinjam oleh adik kecilmu

Eh, sepatunya dipinjam lagi deh!

Eh, sepatunya dipinjam lagi deh! via http://unsplash.com

Ini yang paling buat kamu merasa kesal. Ketika kamu membeli sepatu namun dipinjam oleh adikmu yang masih duduk di bangku SD dan sepatu itu muat. Maka, mau tidak mau kamu harus berbagi untuk saling meminjamkan kepada adikmu.

Semua sepatu yang ada, bahkan yang baru dibeli, pasti akan dipinjam oleh adikmu. Dan kalau tidak dipinjamkan yah konsekuensinya kena marah mama. Serba salah jika berada diposisi ini.

Advertisement

Yang paling menyakitkan adalah ketika adikmu yang dulu duduk di bangku SD, perlahan-lahan tumbuh menjadi sesosok anak remaja dan kakinya pun bertambah ukurannya. Kakimu kalah besar dengannya. Dunia seakan tak pernah adil kepadamu.

Mau pinjam sepatu koleksinya nggak bisa karena kegedean. Padahal pengen banget memakainya apa daya kalau sepatunya kegedean. Nanti dikira orang kamu minjam lagi. Upps…tapi memang minjam sih sepatunya. Hehehehe…

3. Paling susah saat mencari sepatu

Duh, mbak jangan ketawa dong. Malu!

Duh, mbak jangan ketawa dong. Malu! via http://google.com

Ada lagi hal yang paling bikin kamu dilema saat ukuran kakimu kecil. Pada saat cari sepatu bersama ibu dan adikmu lalu kamu menemukan sepatu idamanmu. Pasti kamu segera meminta mbak-mbak SPG tersebut untuk mencarikan sepatu ukuranmu.

Ketika sepatu yang kamu cari tidak ada, dan mbak-mbak itu melihat kakimu sambil ketawa. Cukup rasanya dipermalukan. Atau tak ayal, jika kamu tidak bisa mendapatkan sepatu ukuranmu dan ibumu sambil memasang muka polos bilang ke mbak-mbak SPG kalau kaki kita kecil. Damn! rasanya seperti ditertawakan seluruh orang-orang di gerai toko ini.

Yah, kamu sih pasti sudah memakluminya kan jika mbak-mbak SPG pasti menertawakanmu karena sepatu yang kamu ingin beli nggak ada ukurannya. Dan bukan hanya satu kali saja kamu mengalaminya, pasti setiap kamu bertanya ke mbak-mbak SPG itu siap-siap ditertawakan lagi deh.

4. Ketika keliling toko tak jua menemukan sepatu yang dicari

Apa boleh buat kalau sepatunya hanya ada di sini?

Apa boleh buat kalau sepatunya hanya ada di sini? via http://pexels.com

Keliling seluruh gerai toko yang ada di mall sudah. Keluar masuk sebanyak sepuluh kalipun sudah. Namun, masih belum menemukan sepatu idaman yang di cari. Kaki rasanya mau patah karena keliling-keliling mall seharian. Ketika rasa putus asamu mulai mendera, kamu pun akhirnya memutuskan untuk pergi ke gerai toko sepatu anak-anak.

Belum sampai sepuluh menit kamu sudah menemukan sepatu yang kamu cari. Yah, tapi tidak sesuai dengan ekspektasi. Lihat saja model dan warna sepatu wanita dewasa dengan anak-anak sangat jauh berbeda. Jika sepatu dewasa modelnya beraneka ragam dan warnanya pun sangat indah dilihat.

Apa daya jika model sepatu anak-anak hanya itu-itu saja dan warnanya pun terlalu mencolok mata alias colorfull. Kan nggak enak banget dilihatnya.

Tapi, apa boleh buat kalau kamu hanya bisa beli di gerai toko sepatu anak-anak?
Kamu pun memutuskan membelinya di gerai tersebut daripada tidak membelinya sama sekali. Nasib yah nasib…

5. Apalagi jika sepatu idaman jadi hak milik orang lain. Duh, sakitnya tuh di sini!

Hilang sudah kesempatan memiliki sepatu idaman

Hilang sudah kesempatan memiliki sepatu idaman via http://pexels.com

Terkadang kamu suka iri dengan perempuan lainnya karena mereka dapat memilih sesuka hati mereka sepatu yang mereka inginkan. Tinggal pilih sepatu dan pergi dari gerai toko tersebut. Namun, bagimu hal itu mustahil untuk dilakukan.

Apalagi bagimu gerai toko sepatu tersebut merupakan surganya para perempuan. Pasti semua perempuan akan berebut untuk membeli sepatu yang diinginkan. Coba kalau kakimu seperti mereka, pasti akan sangat mudah untuk membeli sepatu, bayanganmu selalu seperti itu setiap melihat gerai toko sepatu favoritmu.

Ketika kamu tak sengaja melihat sepatu idamanmu dan kamu bertanya kepada mbak-mbak SPG ada nggak ukuran untuk kakimu. Kamu sudah berharap-harap cemas menanti kedatangan sepatu idamanmu. Namun, lagi-lagi sepatu idamanmu nggak ada ukurannya.

Belum sampai lima menit sedih ini hilang, tiba-tiba ada perempuan lain yang mendapatkan sepatu idamanmu.

Duh, sakitnya tuh di sini mbak….

6. Pacar ataupun sahabat kadang bingung sendiri kalau mau kasih kado ke kamu

Pas ulang tahun nggak pernah dapet yang namanya kado sepatu

Pas ulang tahun nggak pernah dapet yang namanya kado sepatu via http://pexels.com

Tak hanya dirimu sendiri yang bingung membeli sepatu. Bahkan, pacar ataupun sahabatmu sendiri pun bingung ingin membelikan sepatu untukmu. Mereka tau ukuran kakimu.

Kalau mereka membelinya di gerai sepatu toko anak-anak, takutnya kamu tidak menyukai model dan warnanya karena kamu selalu ngedumel soal itu. Mau di belikan sepatu ukuran dewasa takut menyinggung kamu. Soalnya takut kegedean sepatunya. Kan kalau nggak kepake kan sayang.

Mau diganjal pakai gel silikon ganjalan sepatu pun tetap kebesaran karena memang ukuran kakimu yang terlalu kecil. Kamu pun lama-lama tidak mempermasalahkan lagi kenapa pacar atau sahabatmu jarang memberikanmu kado berupa sepatu. Yah, walaupun harapan untuk diberikan kado sepatu idaman adalah hal yang sangat kamu impikan.

Tapi, apa boleh buat?

7. Kamu patut bersyukur karena sejatinya kamu itu unik

Selalu bersyukur atas apa yang kamu punya

Selalu bersyukur atas apa yang kamu punya via http://unsplash.com

Lama kelamaan kamupun menyadari bahwa kamu tidak perlu menyalahkan siapapun termasuk ukuran kakimu yang kecil itu. Memang awalnya terasa dongkol karena gara-gara ukuran kaki kecil, kamu nggak bisa membeli sepatu yang kamu idamkan. Namun, di balik itu semua kamu patut merasa besyukur atas apa yang kamu punya.

Mungkin saja kamu tidak bisa membeli sepatu idamanmu. Tapi, kamu masih memiliki sepasang kaki dari yang Maha Pencipta. Kamu masih bisa memakai sepatu lainnya. Bayangkan kalau kamu dilahirkan cacat tidak mempunyai kaki, kamu mungkin tidak bisa memakai sepatu seperti sekarang.

Buanglah rasa sedihmu hanya karena ukuran kakimu yang tak biasa tersebut.

Tuhan menciptakan sesuatu pasti ada manfaatnya. Sudah sepatutnya kamu bersyukur dengan ukuran kakimu itu. Tak usah mempermasalahkan lagi sepatu idaman yang selalu hilang diambil orang.

Kamu harus bangga dengan dirimu sendiri karena kamu luar biasa unik!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya