Kupas Tuntas 7 Hal yang Harus Diketahui Pendaki Pemula. Biar Nggak Kagok Nantinya

yang harus diketahui pendaki pemula

Yeay! Beberapa jalur pendakian sudah mulai dibuka loh! Eits tenang untuk kamu yang belum pernah mendaki sebelumnya jangan risau karena artikel dibawah ini akan mengupas tuntas hal-hal apa saja yang harus pendaki pemula ketahui. Karena sejatinya mendaki bukan hanya perihal naik dan turun, mendirikan tenda, summit puncak, melihat sunrise, namun mendaki merupakan sebuah proses dimana kita belajar dan menjadi lebih tahu siapa diri kita sendiri, bahkan teman-teman kita.

Yuk simak apa saja 7 tips yang harus kamu ketahui agar pendakian pertamamu menjadi aman sekaligus menyenangkan!

Advertisement

1. Gunung apa yang cocok untuk pemula?

Photo de Archie Binamira provenant de Pexels

Photo de Archie Binamira provenant de Pexels via https://www.pexels.com

Hal pertama dan utama yang harus diperhatikan adalah tentukan dan kenali gunung mana yang akan kamu daki. Karena tentunya setiap gunung mempunyai karakteristik yang berbeda-beda. Mulai dari ketinggiannya, kondisi kontur tanahnya, seberapa panjang dan seberapa aman track yang akan dilalui, dan masih banyak hal lainnya. Kamu bisa melakukan research kecil mengenai informasi gunung yang akan kamu daki misalnya melalui Google, atau dengan melihat vlog-vlog tentang gunung tersebut di YouTube.

Pasti banyak di antara kamu yang masih bingung kira-kira gunung apa sih yang cocok untuk pendaki pemula kan? Nah, mungkin kutipan penyemangat dari Fiersa Besari ini akan membuat kita berpikir kembali sebelum memutuskan mendaki,

“Rekan pendakian kita turut mempengaruhi proses kita belajar di gunung. Bukan lagi “Gunung apa yang cocok untuk pemula?” Melainkan “Siapa rekan mendaki yang cocok untuk pemula?” Karena pada akhirnya digunung, kekuatan tanpa pengetahuan adalah hal yang sia-sia” – Fiersa Besari.

2. Pastikan untuk selalu double check segala kondisi

Photo de Germain Rodriguez provenant de Pexels

Photo de Germain Rodriguez provenant de Pexels via https://www.pexels.com

Kondisi yang dimaksudi adalah baik kondisi tubuh kamu maupun kondisi cuaca di daerah yang akan kamu daki. Kedua hal ini sangat penting terutama bagi kamu yang baru pertama kali mendaki gunung dan disarankan agar tidak mendaki saat musim hujan, karena beban akan bertambah 2 kali lebih berat dan kemungkinan bahayanya juga lebih besar.

Advertisement

Selain itu kesehatan juga merupakan hal krusial dalam proses pendakian gunung. Karena kondisi tubuh yang fit juga akan memudahkanmu mendaki. Bahkan peraturan sekarang ini yang mewajibkan setiap pendaki di semua jalur pendakian untuk membawa surat keterangan sehat dari puskesmas sebelum memulai pendakian. Hal ini untuk memastikan kamu berada dalam kondisi sehat dan layak untuk mendaki.

Dan tips agar kamu bisa tetap bugar sebelum mendaki adalah dengan berolahraga. Kamu bisa melakukan olahraga ringan dengan jogging atau olahraga ringan dirumah selama 15-30 menit setiap hari, dan usahakan rutin seminggu sebelumnya. Aktivitas ini akan membantu kamu dalam mengatur nafas, dan mengurangi rasa lelah nantinya di kaki dan tubuhmu.

3. Perhatikan dan prepare semua kebutuhan semaksimal mungkin

Photo by David8js

Photo by David8js via http://instagram.com

Tips yang ketiga agar pendakian kamu menjadi lebih aman dan nyaman lagi adalah perhatikan barang bawaan. Bawalah bahan logistik yang cukup dan seperlunya saja agar tidak memberatkan pundak kamu sewaktu naik. Usahakan untuk tidak terlalu sering minum ataupun makan sewaktu naik, karena itu akan memberatkan tubuhmu, kamu bisa menggantinya dengan coklat atau madu.

Jangan lupa spare perlengkapan tambahan seperti jas hujan, trash bag, kaos kaki yang akan melindungi kaki kita dari dinginnya angin gunung, beanie yang akan menghangatkan telinga kita, dan pastinya adalah kotak P3K dan perlengkapan krusial bagi wanita. 

Pemilihan tas carrier juga penting lho! Sesuaikan tas carrier dengan punggung, dan air back system yang empuk dan baik. Perhatikan juga kapasitas tas carrier, untuk pendaki pemula kamu bisa menggunakan tas yang berukuran 40-50 liter. Dan pastikan ada raincovernya ya! Dan sedikit tips agar air tidak merembes kedalam tas carrier dan membasahi semua barangmu adalah dengan melapisi tas carrier yang kamu pakai dengan trash bag.

4. Pakaian dan sepatu yang dipakai

Photo by Gadis Pendaki

Photo by Gadis Pendaki via http://instagram.com

Faktor berpakaian juga turut membuat pendakian menjadi lebih nyaman lagi. Tidak hanya digunakan sebagai gaya berpakaian saja, namun pakaian ini akan melindungi para pendaki dari berbagai situasi. Misalnya pakaian yang tahan air dan tahan udara akan memudahkan para pendaki dalam menerobos hujan dan dinginnya alam. Pakaian yang ringan dan berbahan tipis juga akan memudahkan para pendaki dalam bergerak dan dari kepanasan.

Bagi para pendaki pemula, ada baiknya kamu menggunakan barang-barang yang waterproof dan windproof. Selain itu bahan yang dianjurkan seperti polyester dan ripstop. Hindari bahan wool atau semacamnya yang akan memberatkan apabila basah. Selain itu gunakan warna-warna gelap guna memudahkan mencuci nantinya.

Selain itu ada sepatu gunung yang wajib kamu kenakan karena tingkat melindunginya lebih besar daripada sepatu biasa maupun sandal gunung, ia bisa mengcover seluruh kaki hingga diatas mata kaki kita. Sepatu dengan alur bawah yang baik akan membuat kaki kita menjadi nyaman dan ringan sehingga kita bisa bergerak leluasa dan cepat.

5. Minimalisir barang digital

Photo by Fiersa Besari

Photo by Fiersa Besari via http://instagram.com

Mungkin sebagian besar tujuan pendaki pemula mendaki agar mendapatkan foto-foto aesthetic waktu dipuncak nanti kan? Tidak salah memang, namun alangkah baiknya untuk tetap menomor satukan keselamatan ya. Karena puncak itu bonus!

Apabila kamu ingin membawa barang digital misalnya kamera, handphone, powerbank atau bahkan laptop, harus benar-benar diperhatikan dan double protection karena selain membahayakan kamu dan teman-temanmu tentu akan merusak barang tersebut jika terjebak dalam kondisi hujan.

6. Cara berjalan ketika mendaki

Photo by Aura Azizah

Photo by Aura Azizah via http://instagram.com

Naik gunung bukan sekedar naik, namun ada teknik naik didalamnya loh! Dan teknik berjalan ketika mendaki yang benar adalah dengan posisi kaki yang selalu lentur dan santai, karena akan mempermudah dan meringankan otot dikaki. Kaki kita harus siap menerima segala jenis kontur tanah yang bisa saja tidak rata. Kaki yang kaku akan memperbesar cidera yang bisa saja terjadi sewaktu-waktu.

Dan untuk menyeimbangkan beban ditubuh dan saat melalui medan yang sulit, salah satu tips untuk pendaki pemula adalah gunakan bantuan trekking pole untuk memudahkan tumpuan beban pada tubuh.

Pada saat di medan yang menanjak usahakan kaki jangan melangkah terlalu panjang, dan posisi trekking pole berada disamping, bukan didepan. Selain itu posisi tubuh yang baik saat medan menanjak adalah bersandar kedepan namun tidak membungkuk.

Selain itu urutan berjalan bagi pendaki pemula atau follower biasanya berada ditengah setelah leader. Apabila kamu sudah merasa lelah, jangan sungkan untuk meminta berhenti sejenak ya, dan usahakan untuk tidak mengeluh.

7. Selalu patuhi segala peraturan

Photo by Fiersa Besari

Photo by Fiersa Besari via http://instagram.com

Pasti tau kan peribahasa satu ini “Dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung”. Nah dimanapun kita berada pastikan untuk selalu mematuhi peraturan yang ada ya. Apalagi ditengah kondisi sekarang ini yang mengharuskan kita untuk mematuhi protokol penerapan “New Normal”. Seperti wajib membawa surat keterangan sehat dari puskesmas, wajib memakai masker, penyemprotan disinfektan, jaga jarak dibasecamp, dan lain sebagainya. Pastikan selalu membawa turun sampah yang kamu bawa saat mendaki ya.

Itu dia 7 tips yang harus kamu ketahui agar pendakian pertama kamu menjadi aman dan menyenangkan. Dan tentunya tetap utamakan kesehatan dan protokol keselamatan apabila mendaki ya. Dan tidak lupa untuk selalu meminta perlindungan dari Tuhan Yang Maha Esa agar menjadi perjalanan pertamamu yang mengesankan!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

une femme libre

CLOSE