Ya, orang yang kamu banggakan. Yang menemani dan mengisi harimu dengan tawa dan haru bahagia. Yang dengan mantap memilihmu sebagai pendamping hidupnya, apakah ia berasal dari langit lalu turun ke bumi? Tidak teman. Melainkan ada seorang ibu yang telah mengandungnya, orang tua yang telah membesarkan dan mendidiknya sampai seperti sekarang. Hadirnya adalah hasil dari sebuah proses yang panjang.

Ia yang kamu gandeng dan kamu banggakan di depan teman-temanmu, adalah buah cinta dari dua insan yang tak pernah letih mengasuh dan menjaganya. Menyekolahkannya di tempat terbaik dan mengantarkannya sampai pada puncak karier yang gemilang.

Namun belum sempat ia membalas kebaikan orang tuanya, ia lebih memilih untuk menghabiskan sisa umurnya bersamamu!

Ketika kamu pun tidak bisa berbuat banyak untuk membahagiakan orang tuanya. Maka sebagai gantinya, sebuah hubungan yang harmonis antara kamu dan mertuamu adalah sebuah keharusan yang tidak seberapa nilainya.

Jadi apa saja yang harus dilakukan agar hubungan tetap terjaga?

1. Seringnya komunikasi dan perhatian yang diberi akan membuat mukanya berseri

Perhatian dan komunikasi via http://gayahidup.republika.co.id

Sebagaimana kalian yang suka diperhatikan, tentu ibu kedua kalian yang sesama perempuan pun demikian. Merasa diperhatikan, dibutuhkan dan diingat akan berdampak pada kesehatan juga lho.. Kadang beliau merasa kurang enak badan, tetapi lihatlah ketika cucunya datang, maka badan pun tetiba saja segar bugar, membuat cemilan ini itu, mengajak bermain dan menyiapkan makanan yang enak untuk cucu-cucunya.

Di sela-sela waktumu, coba selipkan beberapa pujian untuk masakannya atau keterampilannya. Senyum tulus darimu juga akan menentramkan hatinya lho.

Advertisement

Sekarang kamu hidup bahagia dengan belahan jiwa. Berapa banyak rasa terima kasih yang ingin kamu sampaikan pada orang yang telah melahirkannya?

2. Tak ada yang lebih melegakan selain kabar baik dari menantu idaman

beri kabar via http://www.vemale.com

Anak-anak sehat dan berprestasi, suami lancar pekerjaannya, bukankah ini berita yang sangat membahagiakan untuk dibagi? Mungkin beliau tidak bisa melihat langsung pertumbuhan dan perkembangan anak cucunya, tapi percayalah berita bahagia yang kita sampaikan padanya akan sedikit menjadi obat kala rindu menghampiri. Foto atau video yang dikirimkan tentu dapat membuat senyum beliau mengembang.

3. Wajib tahu! Makanan kesukaan, hobi dan hal-hal yang menyenangkannya

Rasanya senang sekali bukan jika sepulang kantor suami membawakan buah tangan untuk keluarga di rumah? Nahh.. Pasti mertua juga senang sekali jika saat kita berkunjung kita bawakan makanan kesukaan beliau. Suatu waktu kalian juga bisa menghabiskan waktu bersama untuk berbelanja, memasak, menjahit atau membuat kerajinan untuk mempercantik rumah.

4. Jangan memotong pembicaraannya dan dengarkan nasehatnya

Advertisement

Pendidikan memang harus tinggi, tapi ingat, hati harus tetap rendah kawan. Meskipun kalian merasa lebih berpendidikan dan lebih pandai daripada mertua, jangan sekali-sekali membantah. Jika tidak setuju kalian bisa kok sampaikan dengan bahasa yang tetap santun.

Untuk keahlian yang ini, kalian harus banyak latihan guys, karena ini gak mudah. Apalagi kalau sudah keluar kata-kata mutiara dan seabrek fakta tentang rumah yang berantakan, anak-anak kurus dan tak terurus dan macam lainnya? Satu kata untuk kalian : Bersabarlah

Jawablah dengan rendah hati, "Iya Ma, aku akan berusaha lebih baik lagi, doakan ya Ma."

Siapa yang enggak meleleh sama menantu yang sopan kayak gitu? Ini bisa jadi nilai tersendiri lho buat kalian. Siapa yang tau beliau suka membanggakan saat arisan?

"Menantuku itu lho ga pernah ngelawan kalau dibilangin, nurut, sopan dll?" hihi..

5. Jaga baik-baik anak dan cucunya

menjaga anaknya via https://hijapedia.com

Well, anaknya pas sama ibunya dulu ganteng n terawat, jadi pujaan para wanita, eh pas jadi suami kamu malah jadi kucel bin kumel. Kurus kering kurang makan kebanyakan bedagang ngelembur nyari uang. Xixixi… Jangan gitu ya guys..

Salah satu amanah kita adalah menjaga anak dan suami kita. Perhatikan makannya jangan terlambat, mandi 2x sehari, istirahat cukup, selalu sehat dan bahagia serta semangat menjalani hari.

6. Terus berbuat kebaikan, seperti tetesan air yang mampu membuat batu berlubang

Jika hubunganmu belum baik juga dengan mertua, bersabarlah teman. Dan jangan pernah bosan berbuat kebaikan sebagaimana batu yang keras, pasti berlubang juga jika ditetesi air secara terus menerus.

Aku punya teman dan dia mengisahkan perjalanannya yang sangat panjang, dari mulai jadi menantu yang tidak disetujui, tidak sukai dan dibenci, sampai akhirnya jadi menantu yang paling disayang karena kesabaran dan kebaikan yang terus dilakukan.

So, jangan menyerah ya.. Percayalah, hasil tidak akan mengkhianati usaha. Dan kita tidak diwajibkan untuk berhasil, kita hanya harus berusaha. Begitu, bukan?

Oya sama yang yang terakhir cuma mau ngingetin aja. Tapi agak serem ya guys, what's that?

KARMA

Yup. Jadi kalau mau menantu kalian kelak juga baik, sekarang kalian harus jadi menantu yang baik dulu yaaa

Betewe eniwe buswe, penulis juga termasuk menantu yang paling disayang lho (ini sih karena emang belum punya saingan alias menantunya baru satu,xixixi…). Salah satu sebabnya mungkin juga karena sewaktu kecil saya suka melihat ibu saya begitu baik kepada mertua dan sebaliknya. Maka ini menjadi energi positif untuk saya tiru dan praktekkan saat saya berumah tangga. Memang benar anak-anak adalah plagiat yang ulung. Kebaikan yang kita lakukan akan terekam dalam memori anak-anak kita. Akan mereka ingat dan mereka tiru suatu saat nanti. Children see, children do. So don't stop to show them the kindness.

Salam MIM (Menantu Idaman Mertua)

Eaaaaa………………………….

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya