Hindari 5 Alasan yang Membuatmu Gagal Bahagia di Masa Depan!

Buang alasan yang menghambat pekerjaanmu demi nasib baik di masa depan!

Secara umum, manusia diberikan begitu banyak keistimewaan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa.  Seperti pada tubuh mereka yang dikaruniakan sepasang kaki dan tangan, sebuah lidah, dua buah telinga, serta organ-organ lainnya. Termasuk bagian yang tidak terlihat, seperti hati dan akal yang menjadi faktor utama untuk menentukan nasib baik ataupun nasib kurang baik.

Dengan segala pemberian-Nya, kamu dapat memanfaatkan banyak keistimewaan ini dengan melakukan pekerjaan demi meraih cita-cita yang mungkin sejak kecil sudah kamu miliki. Yakinlah, bahwa nasib baik akan menantimu di masa depan berkat usahamu pada hari ini.

Namun, beberapa alasan terkadang membuatmu malah terlena dan menuju kegagalan untuk menjemput cita-citamu itu.

Jika kamu tidak ingin gagal meraih nasib baik di masa depan, maka hindari alasan-alasan yang bisa membuatmu gagal bahagia tersebut, yuk.

Simak alasan-alasan tersebut di bawah ini, ya.

Advertisement

1. Mengawali hari tanpa niat

Photo by Daria Obymaha from Pexels

Photo by Daria Obymaha from Pexels via https://www.pexels.com

Niat merupakan kunci utama dari suatu pekerjaan yang lahirnya di dalam hati. Berisikan motivasi yang menjadi alasan kamu untuk bekerja, seperti ingin membahagiakan orang tua, pasangan, dan siapapun yang akan kamu bahagiakan.

Dengan mengawali hari tanpa niat, pekerjaan yang kamu garap hanya seperti untuk penuntasan tanggungjawab semata tanpa adanya tujuan yang pasti. Sementara ketika niat sudah dibangun dari hati dan lahir dari motivasi yang jelas, maka dirimu bisa lebih bergairah dan penuh semangat untuk mencapai tujuan.

Advertisement

2. Bekerja tanpa mencintai

Photo by Andrea Piacquadio from Pexels

Photo by Andrea Piacquadio from Pexels via https://www.pexels.com

Apabila kamu rutin mengasah pengetahuan dan kemampuan untuk meningkatkan performa pekerjaan, maka jangan lupa untuk mengikutsertakan rasa cinta di dalamnya. Tanpa cinta, kamu seperti terpaksa untuk melakukan segala hal.

Sama seperti niat, cinta terhadap pekerjaan lahirnya juga dari dalam hati. Hati yang terpaksa maka akan sulit untuk menerima apapun kemungkinan yang terjadi. Jadilah dirimu yang mencintai pekerjaan dari hati ya, agar bisa konsisten dalam bekerja dan menerima segala kondisi yang ada.

3. Kecanduan dengan distraksi

Advertisement
Photo by Juan Pablo Serrano Arenas from Pexels

Photo by Juan Pablo Serrano Arenas from Pexels via https://www.pexels.com

Distraksi merupakan pengalihan fokus dari pekerjaan yang dilakukan. Ketika sedang bekerja sementara dering notifikasi smarpthonemu berbunyi, apakah kamu memilih untuk melanjutkan pekerjaan atau membuka notifikasi dan sibuk dengan gawai? Kalau kamu memilih untuk mengabaikan smartphonemu dan tetap pada pekerjaan, maka pilihan itu sudah sangat tepat.

Namun, akan ada pengecualian ketika notifikasi dari gawaimu merupakan hal yang mendesak. Misalnya orang tuamu meminta tolong agar kamu menemui mereka yang sedang sakit atau mengalami kecelakaan, maka sebaiknya segera membantu mereka dulu ya.

4. Tidak punya pikiran tentang masa depan

Photo by Владимир Васильев from Pexels

Photo by Владимир Васильев from Pexels via https://www.pexels.com

Alasan ini adalah hal yang tidak mungkin dimiliki olehmu yang punya banyak cita-cita. Namun, masa depan tidak hanya tentang cita-citamu. Ada banyak hal yang tidak terduga di depan sana. Siapkan banyak perbekalan untuk menuju ke masa depan, dengan rutin memperbaiki serta mengasah hati dan juga pikiran.

Seperti dengan mengonsumsi bacaan dan tontonan yang dapat berguna sebagai bekal untuk mengarungi kehidupan selanjutnya, seperti kehidupan pernikahan, rumah tangga, karir, sampai kehidupan akhirat.

5. Sering acuh dengan niat

Photo by Andrea Piacquadio from Pexels

Photo by Andrea Piacquadio from Pexels via https://www.pexels.com

Niat yang sudah diceritakan sebelumnya di dalam pikiran dan hati, akan mudah dicemari oleh godaan-godaan yang sifatnya tidak sesuai dengan jalan yang kamu tentukan sejak awal. Bahkan, niat yang telah menggebu-gebu saat awal itu, dapat melemah begitu saja karena perasaan dan pikiran yang tidak perlu. Maka segera evaluasi niat yang telah kamu bangun dari awal, jikapun ada perubahan maka usahakan tidak keluar dari jalan yang kamu pilih.

Yang paling utama adalah bagaimana kamu dapat mengontrol hati dan pikiranmu. Bagaimana kamu telah menentukan niat sejak awal untuk menuju keberhasilan dan kebahagiaan.

Kemudian, ada baiknya kamu tidak lupa untuk menyiapkan perbekalan untuk melewati fase-fase kehidupan selanjutnya yang tidak diketahui secara pasti.

Sejak saat ini, segera cintai diri sendiri dan pekerjaanmu, ya.

Selamat berbahagia sampai masa di depan sana!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Mahasiswa akhir yang sedang mengembangkan diri dalam dunia kepenulisan dan bisnis online

CLOSE