Indonesia sering dihina oleh masyarakatnya sendiri akibat terlalu banyaknya keburukan di negeri ini. Memangnya benar? Mengapa kok yang diperhatikan yang jeleknya saja sih? Mengapa yang baiknya kok nggak diapresiasi? Lantas, apakah benar dengan cara membuat kritikan bisa menyelesaikan semua permasalahan di Indonesia? Jawabannya tentu tidak. Indonesia butuh kita semua. Jika kita hanya bisa mengkritik tanpa memberi solusi, permasalahan di negeri ini pasti nggak akan kunjung selesai. Mari bersama-sama kita membantu Pemerintah dengan cara memberi solusi.

Berikut cara-cara yang bisa membuat Indonesia menjadi negara yang keren.

1. Koruptor disiksa seumur hidup

Hukuman mati tak pernah diterapkan kepada pencuri uang rakyat. Lantas, apa hukuman yang lebih cocok untuk para koruptor? Salah satu jawabannya adalah dengan menghukum koruptor seumur hidup. Dengan ini, efek jera yang dirasakan koruptor akan lebih ampuh dan membuat koruptor lain tak mau ikut-ikutan memakan uang rakyat. Pemerintah bisa saja menghukum para koruptor dengan mengambil semua harta hasil korupsinya, menerapkan denda yang besar, menghapus hak politiknya, serta dikurung di sel yang hanya berisi satu orang.

2. Hukuman yang adil bagi semua

Pengadilan via http://www.voa-islam.com

Hukum di Indonesia dikenal tumpul ke atas lancip ke bawah. Yang miskin menderita, yang kaya bahagia. Para hakim seharusnya mau bertindak seadil-adilnya dan menolak semua uang yang diberikan untuk menyelamatkan tersangka. Jika para hakim saja tidak jujur, maka mustahil hukum di Indonesia akan membaik.

3. Tegas pada media

Advertisement

Acara TV di Indonesia kebanyakan hanya mengejar rating. Pemerintah harusnya tegas dengan menindak semua acara yang sangat tidak mendidik atau berpotensi merusak generasi masa depan. Seperti halnya berita selebriti, acara tersebut sebenarnya sama sekali tidak berguna karena mereka meliput selebriti bukan karena prestasinya. Selain itu, konten di media sosial harusnya lebih ditegaskan lagi mengenai hak cipta. Masyarakat pemilik konten harusnya berani melaporkan kepada polisi jika kontennya terindikasi dijiplak oleh orang lain karena itu adalah bagian dari hukum.

4. Kurangi parpol di Indonesia

Partai politik di Indonesia jumlahnya banyak, tapi yang aktif hanya sedikit. Pemerintah harus tegas menghapus partai politik yang tidak berguna demi terciptanya demokrasi yang sempurna. Selain itu, partai politik yang terlalu banyak juga akan menyebabkan Pemerintah harus mengeluarkan anggaran yang besar dan justru akan semakin menyengsarakan rakyat.

5. Kurangi jumlah kursi DPR

Pemerintah tak perlu menaikkan jumlah kursi di DPR setiap tahun karena hanya akan menambah jumlah koruptor. Sebaiknya pemerintah mengurangi jumlah kursi DPR karena Indonesia lebih membutuhkan orang sedikit tapi jujur dan mau mengabdi kepada rakyat daripada banyak tapi makan uang rakyat.

6. Tak perlu ada kunjungan ke luar negeri jika hasilnya sama saja

Studi banding via http://cdn.klimg.com

Kunjungan ke luar negeri dengan kedok "studi banding" hanyalah menghabiskan uang negara. Hasilnya sama saja yakni nol. Tak perlu ada kunjungan ke luar negeri jika hanya berniat liburan. Toh ujug-ujungnya yang bisa membawa perubahan bagi daerahnya setelah ke luar negeri kebanyakan rakyat biasa.

7. Stop impor barang yang bisa kita produksi

Kita punya area persawahan yang sangat luas. Tapi mengapa Pemerintah masih impor beras? Tak hanya beras, terlalu banyak barang impor yang berseliweran masuk ke negeri kita. Padahal bisa kita produksi sendiri dan kualitasnya pun terbilang bagus. Dengan fakta tersebut harusnya kita yang bisa ekspor besar-besaran ke luar negeri.

8. Perkecil jalan raya, perluas trotoar

Memperluas jalan raya bukanlah solusi untuk mencegah kemacetan. Dengan luasnya trotoar yang memiliki batas dengan jalan raya, mustahil kendaraan bermotor akan melintas di trotoar. Selain itu, para PKL pemakan jalan juga harus dipindahkan ke area tersendiri agar tidak mengganggu pejalan kaki. Selain itu kendaraan umum fasilitasnya juga harus diperbaiki agar warga mau memilih kendaraan umum ketimbang kendaraan pribadi. Dengan cara ini, niscaya polusi udara akan terkurangi dan macet teratasi.

9. Kembangkan potensi wisata yang tersembunyi

Pemerintah harus aktif dalam mempromosikan dan mengelola potensi wisata yang ada di Indonesia. Banyak surga terembunyi yang harusnya kita datangi. Selain itu, pengelolaan juga harus diimbangi dengan peraturan tegas seperti memberikan denda kepada wisatawan jika meninggalkan sampah di tempat wisata. Dengan cara ini, niscaya akan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan asing ke Indonesia dan menghidupkan perekonomian warga.

10. Jangan jadikan ijazah sebagai patokan menerima karyawan

Wawancara kerja via http://terapiotak.com

Stop bergantung pada hasil ujian di ijazah ketika menerima karyawan. Ijazah hanyalah formalitas. Perusahaan lebih membutuhkan skill si pelamar kerja daripada nilai ujiannya. Lagipula, tak ada yang bisa menjamin kalau ijazah tersebut asli.

11. Benahi pendidikan, jangan buat murid stres

Pendidikan via http://altoday.com

Pendidikan adalah fondasi pembangun negeri. Pemerintah harus aktif dalam memperbaiki pendidikan di Indonesia. Jangan buat generasi kita bodoh dengan mahalnya biaya pendidikan. Jangan buat generasi kita menjadi pembohong dengan meningkatnya standar kelulusan tiap tahunnya. Buat suasana nyaman di dunia pendidikan agar siswa mau datang ke sekolah dengan bahagia.

12. Hargai pahlawan

Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai pahlawannya. Selama ini pahlawan nasibnya sudah terlupakan dan tergusur akibat terlalu modernnya zaman. Padahal tanpa mereka, kita tidak bisa menikmati zaman modern ini. Begitu pula dengan nasib para veteran yang sangat mengenaskan, serta para atlet yang telah mengharumkan nama negeri, mereka seakan tak terurus oleh Pemerintah. Bahkankah pahlawan fondasi bangsa atau guru pun juga nasibnya jauh lebih rendah ketimbang pemakan uang rakyat.

13. Pertahankan budaya dengan konteks milenial

Budaya kita telah terlupakan oleh para pemuda. Jika memang tidak ada yang mau melestarikan, semua itu akan punah. Kita tidak boleh terlambat dalam menjaga budaya. Jangan tunggu negara tetangga mengambil budaya kita baru kita beraksi. Melainkan mulai dari sekarang. Budaya bisa kita kawinkan dengan kondisi saat ini. Contohnya, wayang tidak selalu harus memakai cerita Mahabharata atau Ramayana. Kita bisa kok pakai cerita yang disukai oleh remaja seperti memakai tema percintaan. Dengan begini pemuda akan lebih mencintai budaya dan niscaya akan menghindarkannya dari kepunahan.