Ketika kita melihat teman-teman kita telah berpacaran di usia SMP, mungkin kamu adalah salah satu spesies terpaksa menjomblokan diri karena faktor dari larangan orang tua akan anaknya yang belum boleh pacaran atau faktor pendidikan seperti memperjuangkan banyak prestasi di akademik maupun non-akademik. Saat itu mungkin kamu cemberut. Saat itu juga pastilah kamu ingin terlihat sama seperti mereka yang telah berpacaran.

1. Pacaran adalah proses perkenalan antara dua insan manusia yang diarahkan menuju pernikahan.

Kalau kita masih SMP atau SMA, apakah pernikahan sudah menjadi tujuannya? Terus seandainya ada teman-temanmu mengajak kita untuk pacaran, mungkin mereka pasti berpikir, pacaran untuk senang-senang, keren, gaul, ada temannya pas malam minggu.

Advertisement

"Eh, lu nggak mau pacaran kayak gue? Sadis banget sih ngejomblo sampai sekarang."

"A, dia dah ngekode lu banyak, tuh. Lu emang nggak punya perasaan apa?"

Sementara kita yang mendengar itu, hanya bisa berdiam saja karena kita tahu apa efek dari pacaran itu.

2. Kalau pacaran di masa sekolah, setuju nggak sih ujung-ujungnya bakal ngehabisin duit orang tua? Mending kalau dia sudah kerja.

Advertisement

Duh, kebanggaan apa yang bisa lu banggakan punya pacar tapi sering suka memakai duit orang tua? Beliin hadiah valentine, make up, tas, pulsa, gojek, aduh, remaja masa now.

3. Masa remaja itu diibaratkan seperti nahkoda, perlu arahan dan penjatian diri sendiri di sekitarnya.

Masa remaja adalah masa untuk mengenal diri sendiri lebih dalam, menggali prestasi akademik atau non-akademik dan mengembangkan kemampuan diri secara positif. Setelah mengenali diri secara penuh di masa muda, anak remaja akan siap mencari orang yang sesuai dengan kepribadiannya.

Ada tipe yang suka menyanyi, membaca, futsal, memasak, ahli komputer, dan lain-lain. Di masa remaja ini, luangkan waktu untuk belajar tentang diri sendiri, memahami identitas diri dan memandang visi ke depan. Saat seseorang sudah mengenali dirinya sejak masa muda, maka semakin besar pula peluang masa depan yang lebih baik. Semakin besar peluang, maka semakin kita membanggakan orang tua lewat hasil tangan kita.

4. Kebanyakan hubungan akan kandas ketika dimulai di masa remaja. Upss…

Kurang dari 2% orang-orang menikahi pacarnya semasa SMA. Hal ini memang sulit dipercaya karena masa-masa SMA itu tampak terasa sangat romantis. Anda mungkin mengenal atau mengetahui beberapa orang yang telah pacaran sejak masa SMA dan berakhir hingga jenjang pernikahan.

Tetapi sesungguhnya, waktu terus berjalan dan banyak dari mereka yang telah menikah merasa kurang puas dalam pernikahannya. Sehingga sangat disarankan untuk tidak memberi peluang bagi diri menyalakan api asmara di masa-masa yang masih sangat muda.

5. Masa remaja adalah masa pertumbuhan fisik dan psikis

Sebuah penelitian membuktikan bahwa masa remaja adalah masa dimana otak remaja mengalami pertumbuhan yang sangat cepat dan mampu mengubah dirinya menjadi sesuatu yang begitu berbeda di masa dewasa nanti. Usia remaja bisa dikatakan sebagai usia perubahan secara psikis dan emosi. Dalam kondisi psikis, laki-laki mimpi basah, sedangkan para wanita menstruasi. Hal ini juga mengakibatkan perubahan emosi seperti labil dan mengalami rasa sakit.

6. Sudahlah para remaja, nikmati dulu hari-harimu bersama sahabat dengan ceria dan bebas

Ya inilah yang terakhir, masa remaja membutuhkan kebebasan untuk berkarya di dunia. Gunakan masa mudamu menjadi usia yang produktif. Gunakan pula untuk mencintai terlebih dahulu keluarga besar dan teman-temanmu. Selain itu, gunakan juga kegairahanmu untuk meraih prestasi mengharumkan negara Indonesia.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya