Bagi kamu yang dulu dan sedang mengerjakan skripsi, kegiatan mengambil data sebagai bahan penunjang kegiatanmu adalah wajib hukumnya dilakukan. Dulu sewaktu jadi mahasiswa mungkin kebayang begitu rumitnya melakukan kegiatan mengambil data. Pasti berpikir betapa susah dan berbelit-belitnya perijinan, betapa sulit ditemui respondennya. Namun, ketika kamu jadi mahasiswa yang terjebak dalam kegiatan mengikuti berbagai survey entah dari project dosen atau dari lembaga-lembaga survey sewaktu ada pemilihan umum untuk menambah isi dompetmu, pasti merasakan begitu bahagianya bisa mendapatkan tambahan uang saku. Tanpa sadar ketika lulus, pekerjaan sebagai pencari data di lapangan yang punya nama keren enumerator begitu menarik untuk dipilih sebagai alternatif pekerjaan.

1. Jadi Enumerator Itu Dapet Duitnya Cepet, Abisnya Juga Cepet

yeay..money money money via http://media4.s-nbcnews.com

Candaan sesama temen kebanyakan menyebut bahwa kerjaan sebagai enumerator itu mengasyikkan, kerjaannya jalan-jalan dan dibayar. Pekerjaan mencari data kebanyakan hanya memerlukan waktu sebentar, bisa hitungan minggu atau bulan tergantung dari suatu project yang dikerjakan. Bayangkan jika temanmu yang kerja dikantoran harus pergi-pulang dari pagi sampai malam, kamu cukup kerja selama masa kontrak dengan gaji yang lumayan besar dari temanmu. Cuma, kalau gaji temenmu tiap bulan pasti, gajimu besar hanya sekali. sabar vroh!

2. Mendadak Jadi “Traveler” Ketika Bisa Bergabung Dalam Suatu Project yang Luar Biasa

harus strong! via http://www.honeytiesblog.com

Kamu tidak akan menyangka akan ditempatkan dimana ketika terpilih jadi seorang enumerator, dalam project A kamu bisa 'berlibur' ke NTT, project B bisa terbang ke Kalimantan Selatan, bisa pula project C mengharuskanmu keliling Jawa Timur atau pun ditugaskan di lingkungan sekitar tempat tinggalmu. Tidak ada yang tahu rejeki mengikuti suatu project akan berlabuh dimana. ibaratnya, kamu harus jadi seorang 'traveler' yang strong (wajib!) yang biasa turun gunung, blusukan di hutan ataupun tahan panasnya matahari seperti di pantai, seorang enumerator bisa ditempatkan di lingkungan mana saja, bisa dikawasan pantai, pabrik, pedesaan, perkotaan ataupun pedalaman. Pola kerja yang berpindah-pindah dari pagi sampai malam, dari mulai cuaca terik sampai hujan deras kerap jadi teman seorang pencari data. Seninya begitu luar biasa, ini yang dirindukan!

3. Bertemu Hal-hal Hebat Selama Masa Tugas

Advertisement

pengalaman adalah guru tak ternilai via http://www.formasirua.or.id

Ketika bertemu banyak enumerator dari berbagai daerah, kamu akan mendapatkan banyak cerita dan ilmu baru. Tak akan menyangka bahwa teman barumu adalah seorang yang punya banyak pengalaman tapi berpenampilan biasa-biasa saja, ataupun bertemu mentor-mentor yang sangat membumi untuk berbagi ilmunya. Masa-masa ini yang sangat dirindukan ketika sudah berada di lapangan, semacam homesick pengen berkumpul bersama lagi.

Ketika di lapangan, seorang enumerator akan bertemu beraneka ragam responden. Mulai suku, bahasa, agama, pekerjaan yang berbeda-beda. sampai watak dan sikap yang begitu menakjubkan menjadi makanan sehari-hari. Siapa yang akan menyangka ketika bertugas, kita disuguhi makanan khas daerah setempat ataupun mendapat secangkir kopi gratis buatan responden,sungguh nikmat tak terkira. dari sini, pengalaman yang begitu luar biasa adalah bahwa diluar sana begitu banyak kejutan yang tercipta dari orang baik disekitar kita. Percayalah 🙂

4. Dilema Seorang Enumerator Ketika Project yang Ditunggu-tunggu Datang Di Waktu yang Tidak Tepat

Seperti kisah percintaan, seorang enumerator juga bisa galau tingkat dewa ketika project yang diharapkan-harapkan datang bersamaan, situasi mengharuskan memilih salah satu diantara keduanya, memilih rangga atau trian ehh* -_- . Suatu project memang tidak datang setiap waktu, ada kalanya 'sebuah tugas' tidak datang sama sekali dan ada kalanya sewaktu project itu tidak diharapkan malah datang kesempatan yang mengharuskan untuk memilih, situasi ini kerap menimpa seorang enumerator.

"Kesempatan adalah rejeki yang harus disyukuri, didalamnya terdapat proses melepaskan dan yakin untuk memilih yang akan diambil".

Kerapkali pelajaran melepas adalah bagian terberat sesudah bagian dari menunggu, percayalah bahwa rejeki memang sudah ada yang mengatur, yang terbaik menurut kita belum tentu baik untuk kita 🙂 *keep smile* 🙂

5. Percayalah Bahwa Apa yang Kamu Yakini Adalah Hal Terbaik

Bahagia memang sangat sederhana, ketika hobimu diamini semesta dengan sebuah pekerjaan yang sangat sesuai dengan passionmu menghasilkan sebuah pendapatan yang lumayan. Akan tetapi ketika sebuah pekerjaan datangnya tidak pasti, hal ini akan membuatmu harus pandai-pandai mencari peluang lain dan memanfaatkan banyak kesempatan untuk tetap survive guna mengisi kantongmu, boleh jadi memang pekerjaan sebagai enumerator adalah sebuah pekerjaan yang mempunyai seni tersendiri. Tetap semangat kawan!