Karena kebaikan adalah sebuah bahasa universal yang akan sampai ke semua hati, ia mampu menembus batas suku, bangsa, ras dan agama.

Matahari musim gugur hampir terbenam saat saya dan beberapa teman lainnya melangkahkan kaki untuk pertama kalinya ke city center yang tak jauh dari tempat kami tinggal. Langit tampak mulai kemerahan pertanda senja akan bersiap datang. Kami baru saja sampai siang harinya, tetapi hati ini rasanya sudah tak sabar untuk menjelajah sisi-sisi lain yang ada di kota itu.

Kota Leeds namanya, terletak di bagian Barat provinsi Yorkshire. Hari itu, sore itu, saya langusng jatuh cinta pada kota tersebut. Saya jatuh cinta pada keelokan warga lokalnya, pada budayanya dan pada cara mereka memperlakukan orang lain. Saya ingin menyimpannya sendiri. Maka izinkan saya bercerita tentang bagaimana orang-orang UK telah membuat hati saya meleleh selama setahun tinggal disana.

1. Mereka Ramah dan Rajin Menyapa

Mereka ramah-ramah!

Mereka ramah-ramah! via https://unsplash.com

Hari pertama datang saya langssung bisa menyaksika betapa orang-orang Inggris, Yorkshire khususnya, sangat ramah kepada orang lain. Cara mereka menyapa pun terbilang unik. Mereka biasanya akan mengucapkan "are you okey?" atau "are you alright?" ketika ingin menyapamu. Jangan salah faham dengan istilah ini ya.

Ini bukan karena kamu terlihat seperti orang sakit atau karena mereka ingin memastikan bahwa kamu baik-baik saja. Ini adalah cara mereka untuk menyapa. It's just another way of saying "hi!". Lalu orang-orang disana terbiasa memanggil dengan panggilan "Love" atau "Sweetheart" kepada siapapun. Jangan kaget jika ketika membayar ongkos bus, suoir bus akan menjawab "Thanks, love!". Mereka tidak sedang ingin mengganggumu kok. Itu cara mereka beramah tamah dengan penumpangnya.

2. Mereka Terbiasa Mengucapkan 3 Kata Sakti; Thank You, Sorry dan Please

Thank you,

Thank you, via https://unsplash.com

Advertisement

Ketika baru sampai di negeri Ratu Elizabeth itu, seorang teman yang terlebih dahulu tinggal di sana memberitahu bahwa tiga kata di atas akan sering kami dengar selama di Inggris. Sehari bisa berpuluh kali, ujarnya. Kami sebagai pendatang pun harus bisa menyesuaikan diri dengan hal tersebut.

Seperti kata orang Minang "Di mana bumi di pijak, di situ langik di junjuang." Awalnya saya dan teman-teman penasaran, sesering apa sih? Hingga akhirnya kami pun menemukan sendiri jawabannya saat berbelanja barang rumah tangga untuk mengisi flat dan menyaksikan langsung dua orang bule bertransaksi.


Kasir : Hi love, you alright? (ramah banget yaa nyapanya 😇) Pembeli : Hi, yaaa .. (lalu meletakkan belanjaan di atas meja kasir) Kasir : Thank you.. (lalu men-scan belanjaan dan kemudian menyebut total harga) 20 pounds, please.. Pembeli : Here you go.. (ngasih duit) Kasir : Thanks, love.. (ngambil duit lalu ngasih kembalian) Pembeli : Thank you.. (ngambil kembalian)


Advertisement

Sekarang coba hitung, ada berapa kata sakti yang bisa ditemukan di percakapan diatas? Kata sorrry juga sering sekali terdengar dalam percakapan sehari-hari. Konon kabarnya orang Inggris bisa mengucapkan kata sorry berkisar 20-30 kali setiap harinya. Wow, what a manner!

3. Orang UK Suka Memuji dan Mengapresiasi, Bahkan Untuk Hal-Hal Sederhana

Mereka suka memuji

Mereka suka memuji via https://unsplash.com

Orang Inggris terkenal dengan kebiasaan mereka dalam memuji dan mengapresiasi mulai dari hal yang paling kecil. Pernah suatu kali saya menyampaikan pendapat di kelas, sang dosen langsung merespon jawaban saya dengan kalimat "Oh My God, that blows my mind.." atau "Amazing, I'm so proud of you!".

Pujian yang menurut kita mungkin terdengar lebay namun bagi mereka adalah hal yang biasa. Suatu hari saya dan teman-teman juga pernah membuatkan satu kotak muffin untuk dibawakan kerumah dosen yang menjamu kami untuk makan siang dirumahnya. Sepanjang acara makan sampai pulang, pak dosen dan keluarga tak henti-hentinya memuji muffin yang kami buat.

Padahal percayalah, itu hanya kue muffin biasa. Namun apresiasi mereka membuatnya menjadi luar biasa. Mereka tahu betul bagaimana cara menghargai usaha orang lain. :)

4. Ringan Tangan Untuk Menolong

Menolong siapa saja dengan ikhlas

Menolong siapa saja dengan ikhlas via https://unsplash.com

Jangan khawatir kalau kamu nyasar di UK. Jika kamu terlihat kebingungan sambil terlihat seperti mencari suatu tempat, misalkan, beberapa saat kemudian akan ada orang yang akan mendatangi lalu membantu menunjukkanj jalan. Pernah suatu hari saya berkunjung ke sebuah kota bernama Chester sendirian.

Kota ini berjarak sekitr 2 jam dari kota Leeds tempat saya tinggal. Diperjalanan handphone saya yang berisi alamat dan tentunya GPS mati karena lowbatt. Bersyukur saya sudah menyalin alamat tersebut ke kertas dan sepanjang jalan mengandalakan bantuan orang-oramg lokal untuk menunjukkan saya jalan.

Saya dibantu oleh banyak sekali orang yang tentu saya tak pernah kenal sebelumnya. Mulai dari nenek-nenek yang menunjukkan saya jalur bus, menemani hingga pemberhentian terakhir hingga sekelompok keluarga British yang membukaan GPS handphone nya untuk saya dan mengantarkan saya sampai ke depan pintu rumah teman yang ingin saya datangi. Ah, mereka malaikat-malaikat tak bersayap.

5. Meski Sudah Sepuh, Pasangan Lanjut Usia di Negara ini Layak Dijadikan "Couple Goals"

Menua bersama

Menua bersama via https://unsplash.com

Suatu hari di awal musim panasa saya dan teman-tempat datang ke sebuah taman kota yang terletak tak jauh dari pusat kota Leeds, taman tersebut di kelilingi danau yang ramai dikunjungi oleh orang-orang lokal. Ketika asik berjalan menikmati pemandangan danau, mata kami sesaat terhenti saat menyaksikan sepasang pasangan lanjut usia yang juga terlihat sedang menikmati udara segar di sore hari itu.

Mereka adalah seorang kakek tua yang untuk berjalan saja sepertinya sudah susah namun tetap berusaha mendorong kursi roda sang belahan jiwanya dengan penuh sabar. Sesekali mereka terlihat berhenti, duduk sejenak sambil mengenggam erat tangan masing-masing, lalu membiarkan deru angin menyapu wajah mereka.
Puas berhenti, mereka melanjutkan perjalanan menapai sisi danau selanjutnya. Sungguh, scene singkat itu membuat hati saya meleleh dibuatnya. Saya terdiam cukup lama hingga kemudian menyadari bahwa cinta sejati itu ada dan ia benar-benar tak mengenal batas usia. Datanglah ke UK, ada banyak kebaikan yang menunggu untuk kau jemput di sana.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya