"Kok, dia gampang nangis, sih.."

Mungkin kita kenal dengan seseorang yang mudah menangis, matanya mudah berkaca-kaca, dan dalam sekejap air matanya langsung meluncur begitu saja. Atau mungkin orang itu adalah diri kita sendiri? Memang tidak semua memiliki emosi yang sama.

Dan bukan berarti orang yang mudah menangis itu lemah, justru mereka terbukti memiliki mental yang kuat, lho. Mau tahu kenapa? Nah, berikut ini alasannya:

1. Menangis dapat menjadi terapi diri

menangis sebagai terapi diri

menangis sebagai terapi diri via https://www.almrsal.com

Studi psikologi baru-baru ini telah menemukan bahwa menangis dapat merangsang pelepasan endorphin di otak, yaitu hormon-hormon yang membuat kita merasa lebih baik.

Advertisement

Dengan kata lain, tangisan yang emosional dapat melepas hormon stres dan toksin lainnya dari tubuh kita. Daripada memendamnya yang justru malah berakibat menimbun penyakit dalam diri, kan?

Meskipun mungkin masalah yang kita hadapi tidak langsung selesai begitu saja setelah menangis, tapi dengan ini kita jadi dapat menghadapi masalah dengan lebih tenang dan jernih, serta tidak kewalahan lagi menghadapinya.

2. Menangis mampu "mengajak" orang lain untuk ikut merasakannya

membuat orang lain ikut merasakannya

membuat orang lain ikut merasakannya via https://twitter.com

Jika kamu melihat orang yang disayangi, atau bahkan yang belum kamu kenal, menangis tersedu-sedu dengan begitu sedih, apa yang kamu rasakan

Advertisement

Kasihan, seolah kita dapat merasakan sakitnya meski mungkin kita tidak tahu masalahnya. Tapi rasa empati ini membuat kita mendekatinya, menghiburnya, dengan mencoba memahami perasaannya saat itu.

Ini menjadi bukti bahwa menangis bisa "mengajak" orang lain untuk merasakan hal yang sama, rasa sakit yang sama, seperti apa yang kita rasakan. Selain menumbuhkan rasa empati, juga dapat menumbuhkan kepedulian diantara sesama kita untuk saling menolong disaat sulit.

3. Dengan menangis berarti mampu menerima diri sendiri

menerima diri sendiri

menerima diri sendiri via https://www.deccanchronicle.com

Mereka tidak berusaha mengelabui perasaan hati yang sakit dengan mencoba berpura-pura selalu terlihat tegar. Tapi mereka menuangkan emosinya dalam tangisan, dengan itu mereka mampu untuk menerima sisi lain dari diri mereka sendiri yang tidak ditampakkan di depan publik.

Mereka menyadari bahwa betapapun kuatnya image mereka di depan orang lain, mereka tetap manusia biasa yang merasakan sakit dan butuh waktu untuk mengobatinya dalam tangisan. Justru setelah itu membuat mereka lebih kuat dan tenang dalam menghadapi masalahnya.

4. Menangis membantu menyeimbangkan emosi kita

menyeimbangkan emosi kita

menyeimbangkan emosi kita via https://www.quora.com

Seperti yang kita tahu, menangis tidak melulu karena sedih atau kecewa, tapi juga bisa karena terharu, terlalu senang, dan emosi yang kuat lainnya. Penelitian dari Yale University menunjukkan bahwa menangis dapat menyeimbangkan emosi dalam diri kita.

Jadi, saat kita merasakan suatu emosi kuat, tubuh kita memberi respon menangis sebagai cara untuk menyeimbangkan emosi dalam diri kita. Keseimbangan emosi ini penting karena dapat mempengaruhi kerja tubuh juga, lho.

5. Menangis membantu meningkatkan mood kita

meningkatkan mood kita

meningkatkan mood kita via https://www.fatherly.com

Saat menangis, kita memberi waktu bagi diri ini untuk merasakan sedih, kecewa, dan kehilangan untuk beberapa waktu tertentu. Ini membantu kita untuk melepaskan hal-hal menyedihkan tersebut di masa lalu sehingga saat masa sedih itu telah lewat, kita siap untuk melihat hari yang baru dengan lebih tenang.

Seiring berjalannya waktu membuat mood kita semakin membaik karena emosi yang telah dikeluarkan sebelumnya, membuat kita memahami masalah yang lalu dan merasa cukup dengan itu, dan kini kita memutuskan untuk melanjutkan hidup dengan lebih baik.

Nah, jika kamu mendapati orang tersayang atau bahkan dirimu sendiri yang mudah menangis karena hal-hal emosional tertentu, maka kamu akan lebih memahami bagaimana menyikapinya dan juga mendukung temanmu, bukan malah mengabaikan atau menganggapnya lemah.

Karena seperti kata pepatah ini,


"Orang menangis bukan karena mereka lemah, tapi karena mereka bersikap kuat untuk waktu yang lama."


Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya