Ini Tugas Bersama, Kisah Perjalananku Menemukan Cinta Pada Dunia Lingkungan

Mencari cinta tak hanya sekadar antara dua insan berbeda jenis kelamin. Cinta dapat diberikan kepada banyak hal. Begitu pula dengan diriku yang memutuskan untuk menggeluti dunia lingkungan. Pemanasan global (global warming) dan perubahan iklim (climate change) menjadi ketakutan terbesar dalam hidupku. Hingga pada akhirnya aku mulai menyadari, kini saatnya aku harus bergerak dan berbuat perubahan untuk bumi tempatku berpijak.

ADVERTISEMENTS

1. Kuliah di Bidang yang Berhubungan dengan Alam

Photo by Cassiano Psomas on Unsplash

Photo by Cassiano Psomas on Unsplash via https://unsplash.com

Tak pernah ku sangka sebelumnya, jika pada akhirnya takdir membawaku pada jurusan perikanan kelautan. Banyak cemoohan, sindiran, dan hujatan telah ku terima. Menganggap sebuah jurusan ini identik dengan masa depan suram.

Padahal sesungguhnya, dari jurusan ini aku tak hanya mempelajari apa saja jenis-jenis sumber daya perikanan. Namun di sini aku banyak diberi kesempatan memahami bagaimana menjaga alam agar tetap lestari.

ADVERTISEMENTS

2. Menyaksikan Langsung Kerusakan Lingkungan yang Menyesakkan Dada

Photo by Brian Yurasits on Unsplash

Photo by Brian Yurasits on Unsplash via https://unsplash.com

Ikan-ikan tak lagi memakan plankton, tetapi mikroplastik. Nelayan tak lagi menangkap ikan, tetapi yang ada hanyalah sampah plastik. Lautan tak lagi dipenuhi terumbu karang indah, yang ada hanyalah hamparan bungkus makanan. Hutan mangrove telah ditebang, berganti dengan pemukiman. Itulah sekelumit peristiwa kehancuran alam yang pernah kulihat dengan mata kepala sendiri.

ADVERTISEMENTS

3. Bertemu Sosok Pejuang Bumi yang Tegar Nan Hebat

Foto oleh Women\'s Earth Alliance dari Women\'s Earth Alliance

Foto oleh Women\’s Earth Alliance dari Women\’s Earth Alliance via https://womensearthalliance.org

Mbak Lia, sapaan yang biasa ku berikan. Ia adalah seorang pejuang lingkungan pesisir di kawasan Sendang Biru, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang. Usianya hanya berbeda beberapa tahun dari diriku. Namun semangatnya untuk terus berjuang merawat alam sangat jauh daripada diriku yang lebih muda.

Ada pula Mas Anang, seorang pecinta dan penyelamat nyawa Lutung Jawa. Rela melepas angan untuk berkarier di bidang pembangunan (teknik sipil). Mereka adalah beberapa contoh pemuda yang menjadi idolaku. Mungkin aku tak akan bisa sepertinya, tetapi aku akan selalu mendukung kegigihannya.

ADVERTISEMENTS

4. Melibatkan Diri Pada Kegiatan di Alam Terbuka

Photo by Nikola Jovanovic on Unsplash

Photo by Nikola Jovanovic on Unsplash via https://unsplash.com

Berpanas-panasan, berkotor-kotor ria mungkin menjadi beberapa hal yang dihindari hampir sebagian perempuan. Berbeda dengan diriku, justru aku sangat menikmatinya. Bukan hanya untuk sebuah pengalaman, melakukan kegiatan bersih-bersih pantai dan menanam mangrove adalah caraku bisa lebih mendekatkan diri kepada alam.

ADVERTISEMENTS

5. Kampanye Tak Perlu ke Jalan, Cukup Lewat Internet

Foto oleh Ron Lach dari Pexels

Foto oleh Ron Lach dari Pexels via https://www.pexels.com

Mengajak orang untuk berbuat baik tak perlu lagi melalui ceramah atau seminar yang mengharuskan kontak fisik. Apa lagi harus meneriakkan isu lingkungan dengan membawa banner di depan kantor pemerintahan. Cukup bermodalkan kuota internet, aku ingin membagikan virus-virus cinta lingkungan, salah satunya ialah dengan tulisan ini.

Mari bersama-sama kita bergandengan tangan. Menjaga lingkungan bukanlah kewajiban aktivis atau orang-orang yang bergiat di lapangan. Namun ini soal konsisten dan tugas seluruh populasi manusia di dunia. Mencintai lingkungan berarti mencintai dirimu sendiri.

Kita tidak memerlukan orang yang peduli lingkungan secara sempurna. Kita hanya membutuhkan jutaan orang meskipun tidak sempurna

– Anne Marie Bonneau –

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Sebutir pasir pantai asal Probolinggo, Jawa Timur