Menjadi mahasiswa kedokteran kerap dijadikan alasan bagi sebagian orang menjadi bersikap apatis terhadap kondisi lingkungan sekitar. Jika kita lihat perjuangan kemerdekaan Indonesia, Mahasiswa Kedokteran STOVIA sangat semangat dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Ketakutan akan jadwal yang sangat padat selalu di jadikan sebuah alasan bagi mereka agar tidak tergabung di sebuah kegiatan bermanfaat di luar jadwal kampus.

Sistem perkuliahan di kedokteran memang terkesan sangat padat tetapi sebagian jadwal sangat tidak logis untuk menghabiskan banyak bab dalam satu jam. Berikut merupakan beberapa alasan kenapa mahasiswa kedokteran tidak boleh apatis. 

1. Dokter merupakan profesi paling dekat dengan kemanusiaan

Dokter yang tergabung di organisasi kemanusiaan

Dokter yang tergabung di organisasi kemanusiaan via http://swa.co.id

Pada tahun 50-an, World Health Organization (WHO ) mendefinisikan sehat sebagai keadaan sehat sejahtera fisik, mental, sosial, dan bukan hanya bebas dari penyakit atau kelemahan.

"Health is a state of complete physical, mental, and social well being and not merely the absence of disease or infirmity."

Advertisement

Lalu pada tahun 80-an, definisi sehat menurut WHO mengalami perubahan seperti yang tertera dalam Undang – Undang Kesehatan Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 1992, yaitu

"Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis."

Nah sehingga dapat disimpulkan bahwa sehat merupakan hal yang komprehensif.

2. Menjadi dokter berati dapat menjadi apapun

Che Guevara sang dokter rovlusioner Argentina

Che Guevara sang dokter rovlusioner Argentina via https://fr.sputniknews.com

Advertisement

Ketika kita memutuskan untuk menjadi seorang dokter berati kita harus mempersiapkan ingin menjadi apa kita kedepannya. Dokter dapat menjadi apa saja sudah terbukti melalui salah seorang tokoh anak betawi yang bernama Dr. H. Abdul Radjak, DSOG. Beliau merupakan dokter kandungan yang dapat membangun rumah sakit serta menjadi salah satu perwakilan Indonesia di WHO.

Profesi bukanlah sebuah penghalang dalam bercita-cita. Dr. Gamal Albinsaid merupakan inovator kesehatan yang menciptakan klinik asuransi sampah. Banyak lagi yang dapat dilakukan ketika telah menjadi dokter. Dokter bukanlah sekedar menyembuhkan tetapi menyehatkan bangsa untuk bangkit berjuang.

Ernesto "Che" Guevara (lahir di Rosario, Argentina, 14 Juni 1928 – meninggal di Bolivia, 9 Oktober 1967 pada umur 39 tahun) adalah seorang revolusioner, dokter, penulis, pemimpin gerilyawan, diplomat, dan pakar teori militer asal Argentina yang berhaluan Marxis. Sebagai salah satu tokoh utama dalam Revolusi Kuba, wajahnya telah menjadi simbol perlawanan dalam gerakan kontra-kebudayaan dan dalam budaya populer.

Nah, dokter bukan hanya berada di dalam rumah sakit dan memegang obat saja bukan?

3. Mahasiswa kedokteran merupakan orang-orang yang terpilih

Mahasiswa STOVIA adalah mahasiswa terpilih dan mendapatkan beasiswa, tetapi tetap peduli dengan bangsa

Mahasiswa STOVIA adalah mahasiswa terpilih dan mendapatkan beasiswa, tetapi tetap peduli dengan bangsa via http://sumber.com

Rangkaian seleksi yang sangat sulit untuk masuk ke fakultas kedokteran seharusnya menjadikan diri mahasiswa kedokteran yakin bahwa mereka merupakan orang yang istimewa. Perjuangan seharusnya dilanjutkan sampai tingkat pergerakan yang lebih tinggi.

Indonesia membutuhkan orang yang peduli dan mampu menyadarkan bahwa negara kita masih belum stabil. Budi Utomo (ejaan van Ophuijsen: Boedi Oetomo) adalah sebuah organisasi pemuda yang didirikan oleh Dr.Soetomo dan para mahasiswa STOVIA yaitu Goenawan Mangoenkoesoemo dan Soeraji pada tanggal 20 Mei 1908. Digagaskan oleh Dr. Wahidin Sudirohusodo. Organisasi ini bersifat sosial, ekonomi, dan kebudayaan tetapi tidak bersifat politik.

Berdirinya Budi Utomo menjadi awal gerakan yang bertujuan mencapai kemerdekaan Indonesia walaupun pada saat itu organisasi ini awalnya hanya ditujukan bagi golongan berpendidikan Jawa. Saat ini tanggal berdirinya Budi Utomo yaitu 20 Mei diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional.

Pada hari Minggu, 20 Mei 1908, pada pukul sembilan pagi, bertempat di salah satu ruang belajar STOVIA, Soetomo menjelaskan gagasannya. Dia menyatakan bahwa hari depan bangsa dan tanah air ada di tangan mereka. Maka lahirlah Boedi Oetomo. Namun, para pemuda juga menyadari bahwa tugas mereka sebagai mahasiswa kedokteran masih banyak, di samping harus berorganisasi.

Oleh karena itu, mereka berpendapat bahwa "kaum tua" yang harus memimpin Budi Utomo, sedangkan para pemuda sendiri akan menjadi motor yang akan menggerakkan organisasi itu.

4. Mereka yang masuk kedokteran berati berani untuk terus belajar

Stetoskop

Stetoskop via http://iyakan.com

Long life learning adalah kata yang istimewa pada kedokteran. Kedokteran merupakan ilmu yang update dalam hal teori. Evidence Based Medicine (Pengobatan berdasarkan bukti) adalah sistem yang diterapkan oleh kemajuan penelitian di kedokteran. Setiap tahunya kamu akan dihadapi dengan penelitian baru. Buku yang mahal pun kamu beli bukan?

Jadi dokter adalah pembelajar sejati.

5. Kedokteran belajar tentang Kepemimpinan

Bashar Al-Assad seorang dokter mata yang menjadi presiden Rusia

Bashar Al-Assad seorang dokter mata yang menjadi presiden Rusia via https://upload.wikimedia.org

Di dalam profesi dokter, tidak sekedar belajar tentang penyakit. Mahasiswa kedokteran merupakan mahasiswa yang harus peduli terhadap lingkungan. Banyak contoh dokter yang menjadi pemimpin. Bashar Al-Assad adalah salah satunya. Beliau merupakan presiden suriah yang merupakan lulusan dari kedokteran. Beliau merupakan dokter mata

Demikianlah artikel ini saya buat. Mahasiswa Fakultas Kedokteran sudah harus bergerak untuk bangsa. IPK 4 hanya menggambarkan sedikit dari ilmu yang didapat. Masih ada 96 lagi ilmu yang bisa didapatkan di luar.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya