Belajar Menjadi Manusia Bodo Amat tapi Tetap Bisa Humble dalam Masyarakat

jadi manusia bodo amat

Bersikap bodo amat itu perlu dalam menjalani hidup ini (halah). Tapi bukan berarti menghindari masalah lho ya~ Jangan salah paham, karena paham yang salah bisa kacau. Jadi manusia bodo amat itu lebih ke bagaimana kamu bisa menyaring masalah, mana yang harus segera dicari solusinya dan mana yang hanya perlu dihindari saja.

Manusia memang diciptakan berperasaan, ada emosi positif seperti perasaan bahagia, gembira, tenang, bersyukur, kagum, humor dan cinta. Itu semua harus ada dalam hidup kamu maka harus senantiasa dijaga agar selalu mempunyai emosi positif bahkan di situasi yang buruk sekalipun. Ada juga emosi negatif, Nah emosi ini yang akan kita bahas bagaimana cara mengendalikannya. emosi negatif berupa perasaan sedih, cemas, takut, khawatir, dan benci. Kalau emosi negatif ini saja tidak bisa kita kendalikan, bagaimana hidup kamu mau asyik~

Coba kamu baca lebih lanjut bagaimana mengendalikan emosi negatif dengan bersikap bodo amat.

Advertisement

1. Jangan berlebihan dalam hal mencintai ataupun membenci

daydreaming

daydreaming via https://uneventful.me

Sudah tahu kan yaa segala sesuatu yang berlebihan itu pasti gak baik, well di dalam hal apapun itu. So please jangan sampai kamu mencintai seseorang atau sesuatu secara berlebihan. Biasa saja dong. Sadar diri bahwa seseorang itu pasti mempunyai kekurangan, begitu juga dengan kamu.

Tidak semua yang ada di dia itu bagus, coba deh berpikir kalau suatu saat orang itu mengecewakanmu, kamu akan down banget. Beda kalau kamu mencintai dia sewajarnya saja, dengan sadar bahwa dia juga manusia biasa yang punya kekurangan. That's simple, right? Self love first, dear.

Advertisement

2. Tidak membesar besarkan masalah sepele

Pinterest

Pinterest via https://id.pinterest.com

Pasti kamu punya kebiasaan menikmati kesedihan yaa.. Hmm aku pun hehe. Sedih boleh, itu wajar tapi jadi nggak wajar kalau sampai berhari-hari. Emosi negatif jangan dibiarkan lama-lama,segera ubah menjadi pikiran positif. Misal nih contoh pada waktu kena macet dijalan, otomatis kamu kesel kan yaa. Responmu bisa saya tebak akan marah-marah

“Gilaa! Macet banget gini kapan nyampeknya! Kamu sih lama dandannya kan jadi kena macet kalau jam segini! Kesel gue!” 

Advertisement

Coba kamu kasih respon beda di pikiranmu gini.

“Waah aku bisa kesempatan ngobrol lama nih sama doi kalo macet gini, nikmati aja”.

Nah, happy kan? Jadi emosi positif kan? Coba latih diri kamu untuk tetap berpikir positif dialam situasi buruk. Butuh waktu dan gak gampang memang. But try it!

3. Memilih dalam berteman

pinterest

pinterest via https://id.pinterest.com

Perbanyak lingkaran pertemanan itu bagus, untuk menambah relasi dan lain-lain karena memang kita manusia adalah makhluk sosial. Pilih teman dalam hal ini adalah bukan dilihat dari harta atau tahtanya atau rupanya, tetapi lebih ke karakter orang itu. Seperti halnya penyakit, karakter atau lingkungan sosial kamu juga sangat bisa menular kepribadian kamu gaes.

Punya teman suka julidin orang, yaa lama kelamaan akan ngikut julid juga. Lebih baik punya teman sedkit tapi berkualitas daripada teman banyak tapi kamu nggak berkembang malah jadi tambah buruk, bahaya dong!

Semakin kamu dewasa pasti akan merasa insecure gitu kan, otomatis kamu akan milih-milih teman mana yang bisa sevisi dan semisi dengan kamu, itu yang akan kamu pertahanin.   

4. Menyibukkan diri dengan kegiatan positif dan produktif

instagram @trenhijabootd

instagram @trenhijabootd via https://www.instagram.com

Kalau kamu sibukkan diri dengan kegiatan positif, otomatis tidak ada waktu untuk kamu nge gosipin orang. Jangankan nge gosip, untuk sekedar mendengarkan julid an orang lain saja gak sempat. Senyumin aja bro and sist. Itu lebih sehat.

Nggak ada waktu untuk membaca berita hoax di internet maupun di grup whatsapp, kamu harus jeli melihat suatu berita dan jangan sembarangan membagikan kembali berita tersebut jika belum paham betul masalahnya.

Hindari juga ikut komen-komen dimedia sosial, karena sekali kamu komen biasanya akan ketagihan untuk balas kembali komennya karena merasa belum menang argumennya, misal. Nah, yang seperti ini mulai deh dihindari saja. Lebih baik diam kalau tidak tahu 100% masalahnya. Bodo amat lah mau 1 atau 2 atau 3 yang penting saya bisa makan hehe~

Emosi negatif sangat rawan di hoax-hoax media sosial ini gaes..orang yang mudah tersulut emosi akan muntub-muntub pada waktunya dan meledak duuaarr!

5. Berani menahan diri

pinterest

pinterest via https://id.pinterest.com

Kamu harus punya cara untuk berhubungan dengan manusia lain. Kita sebagai makhluk sosial harus peduli terhadap sesama, tanpa memandang ras, agama dan suku.Setuju kan? Bahkan kita harus saling membantu.

Nah, menahan diri di sini berarti kamu mempunyai kemampuan untuk mengendalikan opini atau argumen dari orang lain. Pada saat kamu mendapat perlakuan tidak baik dari orang lain, apakah kamu akan terbawa emosi negatif terhadap orang lain tersebut?

Jangan ya gaes. Coba kamu latih diri kamu untuk lebih berpikir rasional, kenapa orang tersebut bisa melakukan itu kepada saya?Salah saya apa? Nah pertanyaan-pertanyaan itu yang perlu kamu jawab dan pertimbangkan dengan baik sebelum kamu men-judge jelek orang itu.

Siapa tahu emang kamu yang salah atau kalau kamu tidak salah, yaa sudah santai saja. Bijaksanalah. Bersikap bodo amat sangat penting untuk berbagai hal atau persoalan, baik hubungan dengan atasan di tempat kerja, hubungan dengan pasangan, keluarga, sahabat dll semua bisa kita terapkan dan latih dalam diri dimanapun kapanpun.

Selamat mencoba!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

Not that millennial in digital era.

CLOSE