Namanya juga tahun baru, pasti di barengi dengan harapan dan semangat yang baru dong. Yakni harapan untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya supaya bisa mencapai segala keinginan dan cita-cita, serta semangat untuk meraihnya. Semua itu, tentu dimulai dari diri sendiri banget. Berubah jadi pribadi yang lebih positif, atau mulai melakukan kebiasaan-kebiasaan bermanfaat.

Susah? Sebagian orang mungkin berpikir begitu. Tetapi sebaliknya, banyak hal sederhana yang bisa mengubahmu jadi pribadi yang baru kok. Hanya saja saking sederhananya, sampai seringkali disepelekan atau diremehkan. Ditinggalkan sebelum akhirnya menjadi kebiasaan. Mumpung masih Februari nih.

1. Selalu bertindak positif

Bukan hanya dalam berpikir dan mempertimbangkan segala sesuatu, bertindak positif diwujudkan dalam berbagai hal. Selain dengan berpikir positif yang menghindarkan kita dari suasana hati yang tidak menyenangkan, ada pilihan lainnya. Seperti bersyukur, tabah dan sabar, tidak mudah putus asa, tidak gampang mengeluh, tidak suka melemparkan kesalahan kepada orang lain atau keadaan, siap belajar dan menerima hal-hal baru, saling menghormati dan tidak memandang rendah orang lain, jujur, tulus dan ikhlas, bersimpati terhadap keadaan orang lain, tekun dan cermat, berusaha bersikap adil, fokus, cerdas dan tangkas. Pokoknya banyak lagi yang lainnya deh.


Dari poin ini, tidak bermaksud memaksamu untuk hebat dalam semua hal baik di atas. Namun yang terpenting adalah, kamu menyadari kekurangan diri dan membulatkan tekad untuk memperbaiki kekurangan tersebut. Belajarnya pelan-pelan pun tidak masalah, yang penting berusaha.


Advertisement

Misalnya, kamu adalah seseorang yang pemarah, dan sudah ada banyak peristiwa di tahun lalu yang membuatmu sadar bahwa sikap emosian tersebut memberi dampak buruk bagi dirimu sendiri maupun sekelilingmu. Maka kamu pun fokus untuk berlatih menjadi orang yang lebih sabar, ramah, dan tidak temperamental. Itu saja dulu yang diperkuat. Syukur-syukur kalau ternyata kamu sanggup menambahkan hal lain, menjadi penyabar dan hemat, misalnya, maka mulailah lakukan keduanya.

Beranjak dari sini saja, bisa dipastikan kamu sudah memiliki semangat yang cukup untuk menjadi pribadi baru di tahun yang baru.

2. Berpikiran Terbuka dan Terus Belajar

Belajar tidak harus di dalam kelas, mencari nilai, dan mengejar gelar melalui kelulusan. Proses belajar terus berlangsung sejak lahir sampai akhir hayat, dengan media apa saja, dari mana saja. Akan tetapi, hanya dengan berpikiran terbuka, kita baru bisa menyadari bahwa sedang terus menerus belajar. Khusus mengenai berpikiran terbuka dan terus belajar, masih bisa dibagi menjadi beberapa kiat.

3. Mulai atau Perbanyak Membaca

Advertisement

Belajar bisa diawali dengan membaca. Tidak perlu banyak, yang penting minat membaca saja. Apalagi tulisan dengan beragam topik pembahasan, dan disajikan secara menarik. Pasti akan jauh banget dari kesan membosankan dan menjemukan.

Tidak ada yang menyuruh untuk membaca buku yang tebal, apalagi sampai beribu-ribu halaman tanpa ada gambar maupun fitur-fitur lainnya. Semampunya saja. Sebab, membaca koran atau majalah bekas pun tetap merupakan aktivitas membaca, kan? Lagipula, sebagai generasi zaman now yang hobinya pegang gadget dan serba digital, kan bisa membaca buku elektronik lewat perangkat masing-masing. Selain kelihatan lebih keren karena tidak berisik pula, informasi yang diterima diolah dalam otak. Pikiran kita pun selalu bekerja, mencerna makna yang kita baca, mencoba memahaminya, serta melakukan kritik apabila dirasa diperlukan.

Aktivitas ini setidaknya mampu mengubah kita dari seseorang yang menerima informasi secara asal dan tidak beraturan, menjadi pembaca pesan dan terbiasa berpikir. Dampaknya, kita bisa berucap lebih baik, menyampaikan maksud dan keinginan dengan lebih tepat, tidak sok pinter, dan berkesempatan untuk mendalami dunia yang berbeda serta berbagi manfaatnya kepada sesama.

Intinya, membaca.

4. Coba Dengerin Lagu-lagu Berbeda

Dengerin lagu? Memang apa hubungannya dengan bersikap positif? Yaelah, kan sudah pada tahu kalau lagu berpengaruh pada mood atau suasana hati seseorang. Semua genre memang sama-sama karya seni, dan ini berhubungan dengan selera pribadi. Cuma, kalau memberi kesempatan otak dan hati kita mendengarkan lagu dari jenis irama berbeda, kita pasti merasakan suasana yang berbeda pula.

Kalau biasanya dengerin lagu-lagu bertema galau, suasana hati pasti enggak jauh dari mellow-mellow. Isi pikiran pun biasanya enggak jauh-jauh dari drama, urusan asmara, dan sejenisnya. Lagi kosong dikit, pasti terpikir tentang itu.

Jadi, coba deh sekali-kali nikmati lagu dari penyanyi, bahasa, genre, atau situasi berbeda. Yang biasanya dengar pop, coba dengar EDM. Yang biasanya dengar dangdut koplo kekinian seperti yang dibawain Via Vallen, bagaimana kalau cobain dengar Jazz? Sama sekali nggak repot kok, tidak perlu punya atau simpan koleksi lagu. Sekarang kan zamannya music streaming gratisan atau dari YouTube sekalian, kalau punya kuota cukup banyak. Algoritmanya sudah otomatis akan mengarahkan ruang dengar kamu ke lagu-lagu sejenis. Mana tahu bisa ketemu penyanyi atau lagu yang pas di hati.

Nggak nyaman? Memang. Namanya juga nggak biasa. Tapi, seberapa terganggunya sih pikiran kita ketika mendengar nada dan irama yang berbeda dari biasanya? Kan katanya mau berpikiran terbuka dan belajar mencoba sesuatu yang baru. Ini salah satunya.

5. Pelajari Skill Baru

Masih semodel dengan berusaha suka membaca maupun mendengar musik dari ranah berbeda, coba amati dan pilih satu keterampilan baru untuk dipelajari. Belajar aja dulu, dicoba-coba untuk memfasilitasi excitement baru. Perkara bakal jadi ahli atau sekadar tahu, itu urusan belakangan. Pokoknya seru-seruan deh.

Salah satu contohnya, dunia kopi atau doodling alias gambar menggambar. Beberapa tahun sebelumnnya, ada fotografi pakai kamera serius, hingga berubah jadi fotografi gadget buat di Instagram. Bisa juga berupa minat untuk belajar masak atau bikin kue. Kecil-kecilan aja. Seru sampai ketemu ujungnya. Bisa diseriusi, atau menjadi kebisaan pribadi dan jadi pengalaman.

Bingung mau ngapain? Coba search di internet deh, atau scroll di layar media sosial. Kan banyak banget tuh topik yang tengah dibicarakan. Belajar melukis pakai cat air, atau bikin anyaman, merajut, bikin ilustrasi pakai kapur di papan tulis, banyak deh. Nantinya, ini bisa berhubungan dengan poin selanjutnya.

Oh ya, selain untuk kebugaran, mahir berolahraga juga termasuk skill. Ada yang punya resolusi tahun baru untuk makin rajin berolahraga? Bisa banget melakukan yang ini. Misalnya dengan mulai pergi ke tempat fitness, kemudian banyak-banyak belajar untuk bisa bergerak dan menggunakan semua alatnya dengan baik dan benar. Saat sudah jago, sampai akhirnya merasa mampu mengajari orang lain, apakah itu bukan berarti kemampuan?

6. Mencari dan Bergabung dengan Circle Baru

Circle atau lingkar pertemanan kita pasti dibentuk lewat kesamaan. Ketika kita sedang hobi atau menggemari sesuatu, pasti cenderung berkumpul dengan peminat serupa. Dampak positifnya dobel nih. Selain ngobrolin terkait minat kalian, jaring pertemanan juga meluas, kan? Kenal orang baru, berpotensi untuk menemukan peluang dan kesempatan.

Yang lagi heboh akhir-akhir ini seperti komunitas Vaping. Kelihatannya sih seperti sekumpulan orang menongkrong, “berasap” bersama dengan beraneka aroma, mengobrol sampai berjam-jam sambil sibuk mengutak-atik perangkat masing-masing. Dalam pandangan orang luar, kayaknya begitu doang. Padahal di antara mereka terjadi pertukaran informasi. Mengenai perangkat Vaping-nya sendiri, tips dan trik, sampai pembicaraan lain.

Begitu juga dengan circle lainnya. Baik itu komunitas seni (musik, film, tari, lukis dan gambar), dan beragam lainnya. Jangan tanggung untuk menjadi pribadi baru, atau setidaknya mencoba menjadi pribadi yang baru. Di sisi lain, siapa tahu dengan memperluas pergaulan bisa bikin kita akhirnya ketemu seseorang yang bisa dijadikan calon pasangan. Boleh berharap, kan?

7. Pergi ke Tempat Baru atau Coba Rute Berbeda

Ini salah satu cara yang cukup populer disebarkan sejak bertahun-tahun lalu, soalnya terkesan lebih mengasyikan dan bisa bikin refreshing. Padahal sebenarnya, pergi ke tempat yang baru bukan berarti liburan atau traveling belaka. Tujuannya pun tidak mesti untuk jalan-jalan atau pelesiran, sebab aktivitas ini tetap bisa dilakukan di kota kita sendiri.

Coba dipikirin deh, kita seringkali mengeluh bosan dengan kota yang kita tinggali, merasa tidak ada apa-apanya, tidak menarik perhatian, dan akhirnya tidak diacuhkan begitu saja. Padahal tak menutup kemungkinan masih ada banyak kawasan yang belum pernah kita datangi, atau kalaupun pernah kita lintasi tapi tidak benar-benar memerhatikan sekeliling.

Tak heran kita seringkali terkejut ketika ada traveler atau blogger yang menceritakan pengalamannya saat berkunjung ke kota kita. Pengalaman yang mereka rasakan, tempat dan objek yang mereka temui, seakan-akan belum pernah dirasakan sendiri. Padahal kita tinggal di kota tersebut. Pernah merasa demikian?

Dari beberapa cara di atas, setidaknya bisa mengkondisikan kamu untuk menjadi pribadi yang baru. Mumpung masih Februari. Masih panjang rentangnya, untuk melihat apa yang akan terjadi pada diri sendiri, dan segala keinginan yang telah ditanamkan dalam pikiran.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya