"Nikah sama bule yah? Enak dong ya bisa santai santai shopping sana sini ajah..."

Itu adalah kalimat yang selalu saya dengar dari orang orang di sekeliling saya. Biasanya saya hanya senyum saja, karena saya pikir akan percuma menjelaskan tetek bengeknya pada mereka, mereka tidak akan mengerti kecuali mereka merasakannya sendiri.

Loh emang ada apa soal menikah dengan bule? Ada yang salah? Nggak bahagia? Ntar dulu, nggak boleh su'udzon. Kita lihat yuk apa aja yang 'nggak enak'-nya jadi istrinya bule. Hehehehe...

1. Nggak Ada Asisten Rumah Tangga

Masyak, masyak sendiri… via https://www.facebook.com

Nggak ada ART? Yup, yang artinya semua pekerjaan rumah tangga dari A sampai Z kita yang ngerjain sendiri. Tapi kalo suami kita pengertian, dia gak akan segan segan membantu pekerjaan rumah tersebut. Kebayang dong kalau suami istri kerja dan rumah gak ada yang bersihin? Bakalan kayak kapal pecah deh nantinya.

Oiya, kenapa nggak ada ART? Karna gaji ART di luar negeri itu mahal sekali, apalagi di negara Perancis, kita harus bayar pajak juga untuk pekerja kita, jadi kita akan bayar dobel-dobel, kebayang dong mahalnya. Tapi itu semua mendidik kita jadi wanita ulet, rajin dan gak manja.

2. Jauh dari Orangtua dan Kampung Halaman

Pulangkan sajaaa… Eh, nggak ding becanda… via https://www.facebook.com

Advertisement

Sudah bisa dipastikan, kalau kita nikah sama bule kemungkinan besar pasti akan dibawa ke negaranya dia dan hidup jauh dari keluarga dan saudara. Mau gak mau itu adalah resiko kita, resiko yang kita ambil saat kita memutuskan untuk hidup berdua dengannya. Untuk tahun pertama hidup di negara lain akan menjadi tahun yang sangat sangat sulit, karena harus berhadapan dengan homesick. Homesick adalah suatu momok besar bagi orang yang jauh tinggal jauh dari negaranya dan selalu berharap waktu bergulir lebih cepat supaya bisa melupakan homesick yang sangat menyiksa itu.

3. Penyesuaian Diri

Beradaptasi layaknya bunglon via https://www.facebook.com

Menyesuaikan diri di tempat baru tidaklah gampang. Pertama saat kita datang ke negara suami kita harus bisa beradaptasi dengan keluarganya, untuk yang keluarganya bisa berbicara dengan Bahasa Inggris saya kira tidak akan menjadi masalah, tapi bagaimana dengan keluarga suami yang tidak bisa Bahasa Inggris?

Nah perjuangan pun dimulai. Menyesuaikan diri dengan bahasa di tempat kita tinggal hukumnya adalah wajib, Karena kalau tidak, kita tidak akan bisa melakukan aktifitas sehari-hari seperti layaknya orang lokal karena kendala bahasa. Tidak bisa belanja ke supermarket, tidak bisa berbicara dengan tetangga, tidak bisa berbagi cerita dengan keluarga suami dan juga tidak bisa bekerja atau melanjutkan pendidikan kita.

4. LDR

Aku di sini, dan kau di sana ~ via https://www.facebook.com

Seenggaknya yang punya pasangan bule pasti udah pernah LDR-an, meskipun sudah jadi suami istri. LDR-nya juga gak tanggung-tanggung. Kalau visa belum keluar dan berbagai macam surat lainnya belum selesai, maka bisa dipastikan kita akan menunggu lebih lama lagi untuk bertemu pasangan kita. Hanya Skype atau FB video call yang bisa mengerti perasaan orang yang sedang LDR.

5. Administrasi

Pusying pala plincess via https://www.facebook.com

Ketika kita menikah dengan bule, tiba-tiba kita harus paham dengan segala surat-suratan. Yang dulunya kita tidak tahu menahu atau bahkan masa bodoh dengan administrasi, sekarang dengan tiba-tiba kita harus sigap dan siaga harus punya segala macam bentuk surat yang dibutuhkan untuk pernikahan, kedutaan, lapor diri, perpanjang visa atau izin tinggal dan lain-lain. Kalau bukan kita sendiri, siapa lagi yang harus menyiapkan semua itu?