Beberapa orang pasti pernah dan bahkan masih bercita-cita untuk dapat bekerja di perusahaan besar. Namun, seringkali setiap mengajukan lamaran kerja, selalu tidak ada tanggapan. Jangankan sampai tahap seleksi wawancara, tahap seleksi berkas pun selalu tidak ada tanggapan dari pihak perusahaan.

Bagi yang belum mengetahui maksud dari screening atau seleksi berkas, screening adalah tahap seleksi berkas lamaran yang masuk di perusahaan. Proses screening adalah tahap paling awal dalam proses seleksi karyawan.

Biasanya berkas yang tidak lolos seleksi screening, tidak akan mendapat informasi apapun dari perusahaan dan hal tersebut menyebabkan para pelamar kerja menjadi merasa "digantung" oleh pihak perusahaan.

Tetapi, jangan salahkan perusahaan, bisa jadi berkas yang kamu kirim tidak memenuhi standar yang ditetapkan oleh perusahaan. Walaupun pendidikan kamu memenuhi standar, usia kamu belum melewati batas maksimal, dan penampilan kamu layak untuk bekerja diperusahaan tersebut, tetapi kalau berkas kamu tidak sesuai dengan ketentuan perusahaan, kemungkinan besar akan tidak lolos dalam tahap screening ini, walaupun kamu kirim berkas kamu hingga berkali-kali.

Berikut ini adalah hal-hal yang seringkali masih kita lakukan dalam mengirimkan berkas lamaran ke sebuah perusahaan namun tanpa sadar mengurangi penilaiannya.

1. Lamaran Kerja Dengan Subjek Umum dan Sudah Dicopy Berkali-kali

Dengan harapan bisa digunakan di berbagai perusahaan yang berbeda, akhirnya kita membuat subjek yang umum dan di-copy berkali-kali. Memang sih, masih banyak perusahaan yang toleransi dengan hal tersebut. Tapi, akan lebih terasa personal jika kita menyebutkan nama perusahaan dalam surat lamaran yang kita buat, sehingga kita terlihat serius dalam mengajukan lamaran kerja.

2. Menggunakan Form Daftar Riwayat Hidup dan Lamaran Kerja Konvensional

Jika kamu tidak asing dengan formulir ini dan sering menggunakannya dalam melamar kerja, sepertinya hal tersebut harus sedikit dikurangi, karena sekarang ini, perusahaan lebih senang membaca daftar riwayat hidup hasil print out ketimbang menggunakan formulir tersebut.

Advertisement

Dalam formulir tersebut, kita tidak dapat memasukkan informasi yang terperinci karena keterbatasan poin-poin dalam riwayat hidup kita seperti pengalaman organisasi, sertifikat dan penghargaan, referensi, keahlian, dan lainnya.

3. CV yang terlalu kreatif

Desain CV kreatif

Desain CV kreatif via http://medianovak.com

Tidak semua personalia di sebuah perusahaan menyukai hal- hal yang bernilai seni, apalagi kalau desain yang kami buat cenderung seperti memaksakan bukan bernilai estetika. Memang desain CV kreatif ini sedang populer, tetapi kita harus tahu porsi dalam desain tersebut supaya CV yang kamu buat terlihat menarik, bukan malah jadi membingungkan.

4. Menggunakan Dokumen Yang Kadaluarsa

Cara memperpanjang SKCK

Cara memperpanjang SKCK via http://kompas.com

Kita harus selalu memperhatikan setiap dokumen yang kita lampirkan, jika kita melakukan pengajuan lamaran pekerjaan. Niatnya supaya terlihat hebat, malah pada akhirnya merugikan diri sendiri. Perhatikan dokumen yang memiliki tanggal kadaluarsa atau dokumen yang sudah tidak valid secara hukum, seperti surat keterangan sehat, SKCK, sertifikat keahlian, dan yang lainnya. Bahkan termasuk foto juga, jangan sampai foto yang kamu kirimkan bukan foto terbaru kamu ya.

5. Tidak Mencantumkan Posisi yang Dituju

Lamaran kerja

Lamaran kerja via http://merdeka.com

Advertisement

Nah, ini merupakan hal yang paling sering dilakukan oleh para pelamar kerja. Mungkin niatnya sih supaya kesempatan kita lebih besar karena kita mau ditempatkan di berbagai posisi sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Tetapi hal tersebut sebenarnya salah, lho. Perusahaan akan melakukan sortir terhadap setiap lamaran yang masuk mulai dari posisi yang dituju, karena setiap posisi yang dituju, berbeda pula proses seleksinya.

Nah, itu adalah hal-hal yang terlihat sepele, namun masih sering kita lakukan dalam mengajukan berkas lamaran pekerjaan. Semoga sukses ya semuanya!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya