Sejak pertama kali mengiyakan akan ada jarak di antara kami, ragu dan takut selalu menyertai. Sederet pertanyaan kemudian membayangi perjalanan hubungan yang masih terbilang baru ini. Bagaimana nanti kalau jarak membuat kami menjauh? Apakah yang selama ini dipupuk bisa tumbuh? Sampai pertanyaan-pertanyaan ngehek yang sempat membuat meragu tapi akhirnya kami tetap melaju. Bahkan ada di satu titik kami bertanya, akankah jarak mengajarkanku sesuatu?

1. Setelah sekian waktu berlalu, akhirnya kami menyadari sesuatu: jarak diam-diam membuat rindu menjadi seberkualitas itu

Photo by Belle Collective

Photo by Belle Collective via https://unsplash.com

Sebelumnya, makna rindu di antara kami hanya sebatas dua hari tak bertemu. Lalu ngambek sebentar dan baikan setelah dibelikan batagor kesayangan. Jauh sebelum jarak ini ada, rindu hanya sebatas kami yang saling menyalahkan masing-masing kesibukan. Dia yang sibuk dengan kuliah yang nggak kelar-kelar, sementara saya dengan pekerjaan yang selalu mengikuti hingga akhir pekan.

2. Dan setelah dipaksa berjauhan, makna rindu jadi tak lagi sesederhana itu

Photo by Tony Lam Hoang on Unsplash

Photo by Tony Lam Hoang on Unsplash via https://unsplash.com

Advertisement

Sekarang, setelah beberapa waktu berlalu, rindu adalah seputar percakapan di tengah malam sebagai pengganti berbulan-bulan tak bisa merasakan pelukan. Kini, rindu adalah rasa lega karena kalimat “How’s your day?” telah menggantikan “Kamu lagi dimana?“.

3. Meski harus struggle saling memahami zona waktu, jarak memberi kami kemampuan baru: bertahan dan menjadi setangguh itu

Photo by Anton Mislawsky on Unsplash

Photo by Anton Mislawsky on Unsplash via https://unsplash.com

Kata orang, hal terberat dari berhubungan jarak jauh itu soal cemburu. Tapi hey, ternyata masih ada yang lebih struggle dari itu. Bagi kami, beradaptasi beda waktu adalah neraka! Selepas pulang bekerja dan ingin bercerita soal betapa sialannya pekerjaan, dia justru baru mau pergi kuliah dan tak bisa berlama-lama bercengkerama lewat suara. Ketika dia tak bisa tidur karena kebanyakan minum kopi, yang di sini sudah harus memimpin briefing pagi.

Meski awalnya harus struggle dengan waktu, tapi jarak ternyata berbaik hati. Ia berikan kami kemampuan baru, yang sebelumnya tak pernah kami tahu. Iya, makin ke sini, kami jadi makin berdamai dengan perbedaan 6 jam itu. Kami pun mampu bertahan dan menjadi setangguh itu.

4. Dear jarak yang dulu sempat kami musuhi, terima kasih ya telah menjadi teman terbaik sekaligus saksi betapa serunya rindu dalam jarak seperti ini

Photo by Adrian Sava on Unsplash

Photo by Adrian Sava on Unsplash via https://unsplash.com

Advertisement

Kalau dulu sempat ada kata tidak bahkan nggak mau, mungkin kami tak akan pernah merasakan rindu dalam jarak seperti ini. Mungkin kami juga tak bisa mengerti bahwa bagaimana hari ini menjadi pertanyaan yang sungguh begitu berarti.

Dear jarak yang dulu sempat kami musuhi, tanpamu, mungkin tak akan pernah ada kami. Seperti sekarang ini.

5. Kamu punya cerita soal LDR juga? Yuk ikutan kompetisi menulis #JarakMengajarkanku dan menangkan kesempatan menerbitkan tulisanmu bersama Hipwee dan Penerbit Elexmedia!

Photo Emma Frances Logan

Photo Emma Frances Logan via https://unsplash.com

Karena LDR itu sejatinya bukan siapa yang paling kuat bertahan atau yang paling tersakiti, tapi siapa yang bisa banyak belajar dari jarak dan rindu di antara kita.

Buat kamu yang punya cerita menarik soal LDR dan belajar sesuatu dari jarak yang membelenggu, yuk bagikan semua itu dengan mengikuti Kompetisi Menulis #JarakMengajarkanku. Simak persyaratannya di bawah ini ya!

1. Tuliskan cerita menarik soal LDR yang pernah kamu alami di laman Hipwee Community. Buat kamu yang belum pernah menulis di Hipwee Community, silakan klik bit.ly/MenulisdiHipwee untuk panduan lebih lengkapnya.

2. Tulisan soal LDR bisa berupa pengalaman, tips bertahan, cerita jatuh bangun, atau kiatmu bertahan dalam jarak. Nggak hanya cerita LDR sama pacar, kamu yang sedang atau pernah mengalami LDR dengan pasangan juga boleh banget ikutan!

3. Tulisan bisa berupa LISTICLE atau NARASI serta harus orisinil buatanmu tanpa ada unsur plagiarisme di dalamnya. Selain itu, tulisan yang diikutsertakan dilarang keras menyudutkan salah satu pihak ya!

4. Periode Kompetisi Menulis #JarakMengajarkanku berlangsung mulai 15 Juli – 5 Agustus 2019. Catat tanggalnya dan jangan sampai ketinggalan ya!

5. Jangan lupa juga untuk mengikuti sosial media Hipwee di @Hipwee, @HipweeCommunity dan @Elexmedia agar kamu nggak ketinggalan informasi lainnya

“Bagi tulisan-tulisan terpilih, akan mendapatkan kesempatan diterbitkan tulisannya ke dalam buku antologi bersama Hipwee dan Penerbit Elexmedia. Selain itu akan ada hadiah voucher belanja dan bingkisan eksklusif dari Hipwee Community.”

Ada yang ingin ditanyakan?

Please hit arintya@hipwee.com dengan subjek “Tanya #JarakMengajarkanku” atau langsung DM ke Instagram Hipwee Community aja!

Selamat tenggelam dalam jarak dan rindu ya. Semoga tulisanmu bisa menginspirasi para pejuang jarak yang tengah menahan rindu di luar sana.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya