Jikalau Ali Syakieb Menyadari Hal Ini, Kejadian Menjaga Jodoh Sahabat Tak Akan Terjadi: Citra Kirana Malah Bertunangan dengan Rezky Aditya

Kamu yang Tengah Ku Usahakan, Maafkan Aku Jika Berhenti Lantaran Lelah

Wahai kamu, yang namamu selalu ku sebut dalam doaku. Mungkin kamu tak pernah tau bahwa dirimu sebegitu berharga untuk hidupku saat ini. Bagaimana aku menangani sendiri saat aku merindukanmu tanpa harus mengatakannya. Benar kata Ustadz Quraish Shihab bahwa usaha yang paling utama adalah doa. Doa setelah sujud panjang menjadi sesi terspesial yang selalu ku nantikan selain usaha-usaha yang ku lakukan yang mungkin saja semua itu kamu anggap layak dilakukan sebagai seorang teman. Namun aku berharap, kamu dapat memperlajari dan mempertimbangkan sebelum mengambil keputusan yang mungkin saja membuatmu menyesal suatu saat nanti. Pertimbangkanlah sebelum aku sampai pada garis lelah.

 

Akupun tak mengerti mengapa hatiku memilihmu untuk ku cintai dari sekian banyak kamu-kamu yang lain yang kutemui. Kau yang kutemui saat itu, seketika memberikan kedamaian pada hati tanpa aku mengetahui siapa dan dari mana kamu. Apa yang terpancar dari matamu saat itu saat dimana kau menyapaku, ia meyakinkanku bahwa kamu adalah orang yang baik.

 

Dengarlah… dengan tulus dan hati yang bahagia aku mengusahakanmu. Aku ajukan namamu di setiap sujud malamku dan pada setiap selesai solat farduku namun maaf jika suatu saat nanti aku berhenti lantaran lelah memperjuangkanmu sendiri. Jika hal ini terjadi, seharusnya Ali Syakieb menyadarinya sedari lama namun sudah kejadian. Menjaga jodoh sahabat sendiri, apa boleh buat. Nah, sabahat Hipwee coba deh perhatikan poin-poin di bawah ini ya kali aja dapat pencerahan hehe 🙂

Advertisement

1. Aku mencintaimu, namun maaf aku bukan bidadari yang tak pernah mengenal lelah

Broken Angel

Broken Angel via https://pixabay.com

Dengan senang hati aku melakukan hal-hal yang bisa membuatmu bahagia. Kebahagiaanmu adalah motivasi dari semua mood baikku sepanjang hari. Namun terkadang aku lelah untuk berjuang memperjuangkanmu. Aku lelah berjuang sendiri untuk mendapatkanmu dan menyadarkanmu sampai aku lupa untuk mencintai diriku sendiri.

 

Advertisement

Maafkan aku jika suatu saat nanti tak ada lagi orang sepertiku yang memperhatikanmu. Bahkan memperhatikan sampai partikel terkecil dalam hidupmu. Menunggumu datang di lobi, memintamu untuk mengelap sisa kopi di bibirmu, sampai aku hafal tempat favoritmu memarkir motormu. Maafkan aku jika tak ada lagi orang yang sangat sedih sepertiku ketika melihatmu sakit atau hanya sekedar masuk angin. Karena mungkin suatu saat nanti aku terlalu lelah berjuang sendiri.

2. Berhentilah Maju Mundur, Harapan Palsu itu menyakitkan

Ambiguity

Ambiguity via https://pixabay.com

Terkadang kau merespon usahaku dengan baik. Sehingga meyakinkankan hatiku untuk melanjutkan perjuangan. Namun ada saat kau begitu dingin menghentikan semua keyakinan dan usaha atau mungkin hanya perasaanku saja yang terlalu menganggap responmu berlebihan.

Advertisement

 

Jangan membuatku bingung, perbedaan satu detik pun terkadang merubah yakin dan ragu sebegitu cepat. Hingga kadang aku pun sendiri sulit mengenali maunya hati. Kau tau, harapan palsu itu menyakitkan. Bila aku bisa memilih, biarkan seperti sedia kala saat aku tak pernah mengenalmu.

3. Cinta yang terlalu lama diabaikan akan hilang bahkan tertimbun cinta yang lain

Falling love with others

Falling love with others via https://pixabay.com

Hal yang harus kamu tau, meskipun ini tak penting bagimu adalah cinta yang terlalu lama diabaikan akan hilang tertimbun cinta yang lain. Kau tak akan pernah tahu dengan siapa aku bertemu orang baru sejam, dua jam kemudian atau besok, lusa, minggu depan dan selanjutnya.  Bahkan pada waktu selang satu menit, bisa saja saat itu aku masih sangat mengharapkan & mencintaimu tapi kau tak pernah tau dengan siapa aku akan bertemu dan mungkin orang itu bisa membuatku jatuh cinta. 

 

Maka, untukmu orang yang ku kagumi, maafkan aku, jika suatu saat cintamu tertimbun oleh cinta yang baru karena cinta yang tulus terlalu berarti untuk diambaikan.

4. Waktuku tak banyak lagi

Memperjuangkanmu boleh-boleh saja tapi hal yang mesti kamu sadari, aku tak punya banyak waktu lagi untuk bermain-main dalam labirin cinta. Mencintai boleh saja, namun kamu harus tau bahwa ada harga diri yang harus ku jaga. Aku tak akan berlama-lama bermain di dalamnya. Aku bisa pergi kapan saja. Saat terlalu banyak luka dan kecewa. Saat terlalu lelah berjuang sendiri. Saat semua usaha dan perjuangan kamu anggap biasa saja.  

 

Kamu tau, tak ada yang lebih berharga dari apapun selain seseorang yang mencintaimu dengan tulus. Aku ceritakan sedikit kisahku saat menyia-nyiakan seseorang yang kala itu sangat mencintaiku dengan tulus hingga kini aku menyesali menyia-nyiakan cinta yang sebegitu ikhlas dan tulusnya. Maka segeralah lihat, meski tak sempurna, di sini ada cinta.

5. Jangan menyesali jika aku tak menolehmu lagi

Going Back is Impossible

Going Back is Impossible via https://pixabay.com

Banyak hal yang bisa aku terima dan aku pahami. Keabu-abuanmu mungkin saja terjadi karena kamu saat ini sedang memperjuangkan yang lain. Atau banyak hal yang tengah kau perjuangkan sehingga mengabaikan seseorang yang berusaha selalu ada untukmu dan menawarkan waktu yang siap mendengarkan ceritamu kapanpun kau mau. Mungkin saat ini kau sedang memperjuangkan cita-citamu atau bahkan ada adik dan orang tua yang sedang kau ingin bahagiakan dan menjadi prioritasmu. Tapi kamu juga harus ingat kelak kamu akan bahagia dengan orang yang memperjuangkanmu dan hidup seatap denganmu sebagai teman berbagi cerita.

Jika aku sudah bulat memutuskan untuk pergi, di saat kau baru menyadari semuanya. Tolong jangan kau sesali dan memintaku untuk kembali pada langkah awal karena aku tak akan menoleh kembali.

 

 

Aku mencintaimu dengan segala nano nano yang membawaku seolah berada dalam cuaca yang tak stabil. Berusaha menjawab semua tanda yang semampuku untuk ku baca. Berusaha menemukan pecahan-pecahan puzzle yang cukup membuatku berfikir bahwa cinta sebegitu rumitnya. Padahal jika kamu mau, kamu hanya perlu memutuskan maju atau mundur sekalian untuk membantuku memutuskan tanpa rasa penyesalan.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

CLOSE