Bersama setelah ratusan purnama, ada banyak cerita yang sudah kita rasakan berdua. Menjadi passangan yang manis di awal hubungan, berubah jadi biasa seperti dua orang teman, lalu mendadak berubah lebih banyak mengekang dengan alasan sayang. 

Kemampuanmu yang lihai dalam membuatku percaya, kadang membuatku lupa jika apa yang kau lakukan sebenarnya salah. Yakin semua aturan yang kau ciptakan hanya untuk kelangsungan hubungan, belakangan aku mulai sadar jika semua yang kau perbuat hanya demi kepuasan egomu semata. 

Ini bukan cinta, bukan pula bagian dari sayang seperti yang kau selalu bilang. Lebih dari itu, kamu sedang berusaha mengurungku, mengerdilkan semua keinginan, dengan tameng takut kehilangan. Padahal, cinta yang baik tak begitu sayang. 

1. Kebersamaan adalah tentang kepercayaan, jika dirimu mengekang itu artinya kau tak benar sayang

Argument

Argument via https://pixabay.com

Advertisement

Kukatakan padamu sayang, hubungan yang semestinya membahagiakan, mengikat tapi membuat kita tak merasa terikat. Karena biar bagaimana pun, kita berdua perlu memiliki kebebasan atas semua hal yang kita inginkan. 

Itulah mengapa sedari awal kita berpacaran, aku selalu mengatakan jika kepercayaan adalah hal penting, yang harus selalu kita pegang. Jika memang tulus dalam menjalin hubungan, kepercayaan tersebut akan tubuh seiring waktu yang berjalan.

Bersama adalah tentang bagaimana kita bisa saling percaya tanpa harus banyak menduga-duga. Bukan pula membatasi semua kegiatan pasangan sesuai keinginan kita, sebab ketika semua itu sudah kau lakukan, itu artinya kau tak pernah benar-benar sayang. 

2. Karena tanpa harus kau larang, aku pun paham batas untuk semua hal

Couple

Couple via http://pixabay.com

Advertisement

Sebagaimana aku yang tak pernah mengusik semua yang kamu lakukan, kuharap kamu bisa membalasku dengan perbuatan yang serupa. Diam tak berusaha mencari tahu apa yang kamu lakukan bukan, berarti aku tak sayang, hanya saja aku percaya apapun yang kamu kerjakan adalah sesuatu yang baik untukmu dan hubungan. 

Anehnya, dirimu kerap berbuat hal yang sebaliknya. Sibuk memintaku melaporkan apapun yang kukerjakan. Awas dengan segala aktivitasku di media sosial, hingga semua password dari akun kepunyaanku yang katamu harus dibagikan.

Sayang, ini berlebihan. Sebagaimana aku yang memberimu ruang, harusnya kamu pun paham sampai mana dirimu bisa mengusik apa yang kulakukan. 

3. Kebebasan adalah hak setiap orang, meski dirimu adalah pacar bukan berarti kau berhak mengekang

Silahkan cintai aku sekuatmu, lakukan semua hal yang mungkin kau mau untuk menyenangkanku. Tapi sekali lagi kuberitahu, setiap orang memiliki hak untuk melakukan apa saja yang ia inginkan.

Kamu mungkin tak pernah merasa mengekang, atau tak bermaksud untuk memenjarakanku dalam hubungan, seperti yang selalu kau katakan. Tapi sadarilah sayang, beberapa hal yang kita anggap benar, tak selalu sejalan dengan yang kita pikirkan.

Tak mengabaikan statusmu sebagai pacarku, aku selalu menempatkan dirimu sebagai teman sekaligus pasangan yang seharusnya bisa sama-sama belajar. Tahu mana yang baik dan buruk untuk hubungan.   

4. Lagipula tak semua hal yang kulakukan harus kulaporkan

Woman tired

Woman tired via https://pixabay.com

Entah apa yang membuatmu berubah, hubungan yang tadinya selalu terasa hangat berubah jadi sesuatu yang menyebalkan dengan berbagai macam aturan yang kau ciptakan tanpa meminta kesepakatan.

Mengharuskanku untuk selalu memberi kabar, memang bukanlah sesuatu yang menganggu apa yang kukerjakan. Tapi jika itu harus kulakukan sepanjang waktu, pastilah berdampak buruk pada apa yang kukerjakan. 

Bukan berarti hubungan kita tak penting, tapi.. lebih dari sekedar basa-basi tentang hal-hal remeh yang seharusnya tak perlu dibicarakan. Ada banyak hal yang bisa kita kerjakan tanpa membuang-buang waktu untuk menjawab semua hal yang selalu kau tanyakan. 

“Pertanyaan 'Dimana?' akan terasa istimewa jika disampaikan pada momen tertentu, bukan setiap waktu.”

5. Maka demi kelangsungan hubungan, mari sama-sama belajar untuk saling memberi ruang

Sweet couple

Sweet couple via https://pixabay.com

Terserah, kau akan mendengarnya atau tidak. Aku hanya ingin kau tahu bahwa tak semua yang lakukan adalah sesuatu yang benar. Dan sebagai kekasihmu, aku merasa berhak untuk menyuarakan itu.

Mari berbahagia, dengan menjalani hubungan seperti pertama kali kita berjumpa. Memberi ruang pada masing-masing pasangan serta paham bagaimana aturan yang seharusnya dijalankan.

Lagipula, cinta yang baik tak perlu mendesak– tidak pula diberikan karena terdesak. Bagaimana kita berdua bisa selalu berkompromi, memahami semua hal yang kita ingini, jauh lebih penting dari sekedar rasa kepo dan perasaan berhak melarang yang kita pikir wajib ditaati oleh pasangan. 

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya