Saya menamai diri saya sendiri dengan istilah 'Single Bu Lik'. Single berarti masih sendiri, dan Bu Lik merupakan singkatan dari Ibu Cilik; teradaptasi dari Bahasa Jawa. Bu Lik di sini maksudnya adalah seorang wanita (tante) yang masih sendiri (alias single atau jomblo atau belum menikah), yang sudah memiliki keponakan.

Saya sendiri kadang bertugas mengurus secara langsung 5 orang keponakan (yang kebetulan cewek semua), jika orang tua mereka sedang bekerja dan bertepatan dengan aku libur kuliah. Menjadi seorang 'Single Bu Lik' tentu ada enaknya dan nggak enaknya; pokoknya berasa nano-nano banget. Dan apalagi kalau d irumah cuma ada aku aja sebagai orang dewasa. Hahaha.

Lalu apa saja sih keuntungan jadi 'Single Bu Lik'?

 

1. Kamu bisa belajar 'parenting' gratis dan efektif dari keponakanmu ini

Parenting gratis, siapa mau????

Parenting gratis, siapa mau???? via http://4.bp.blogspot.com

Hal yang tidak boleh salah di dunia ini adalah mendidik dan mengasuh anak.

Ya, beruntunglah kamu jika menjadi 'Single Bu Lik' atau 'Single Pak Lik' yang dipercaya untuk menjaga para keponakan-keponakan. Secara nggak langsung, kamu sudah belajar parenting an gratis pula! Eh, terkadang kamu yang malah dibayar, lho. Kapan lagi coba bisa bermain sambil belajar?

Kamu juga akan belajar bagaimana untuk membuat susu dengan takaran yang pas, menggendong untuk menenangkan ketika keponakan menangis, bahkan belajar menjadi koki handal yang menyediakan cemilan bebas pengawet, pewarna buatan, dan MSG. Seru!

2. Jangan angkuh; belajar dari anak kecil itu menyenangkan!

Senyummu bahagiaku nak

Senyummu bahagiaku nak via https://fadhliholmes.files.wordpress.com

Makhluk yang paling jujur di muka bumi adalah anak-anak.

Sekaligus makhluk yang paling tersakiti di muka bumi adalah anak-anak.

Kutipan di atas sebenarnya hasil pemikiranku ketika aku bersama keponakan-keponakan. Mereka dengan santai dan ceplas-ceplos mengungkapkan apa yang disukai dan tidak disukai. Misalnya "Kamu jelek", "Susunya nggak enak, nggak manis", "Aku sayang Bu Lik".

Jadi, aku memberikan penghargaan kepada para anak-anak bahwa mereka makhluk paling jujur. Lalu, kenapa mereka yang paling disakiti? Karena, anak-anak yang ditinggal kerja orangtua akan kurang merasakan peran dan kedekatan bersama orangtua mereka. Kehebatan pengasuhan anak-anak tetap ada di tangan orangtua, bukan di tangan om atau tantenya, bukan?

3. Tentunya, di sini kamu akan belajar lebih sabar dan menghargai setiap proses kehidupan yang ada

Sabar...sabar

Sabar...sabar via http://pexels.com

Bu Lik, aku mau itu...

Adik nangis, nih...

Aku minta susu...

Bu Lik, aku mau pup...

Waah,,, pokoknya kalau sudah kayak gitu, bakalan jadi orang paling rempong sedunia!

Satu keponakan saja punya banyak keinginan, bayangkan saja apalagi lima keponakan?! Ah, tapi justru hal itu membuat aku jadi punya banyak stok kesabaran yang berlimpah. Tidak hanya saat menjaga mereka, tapi dalam kehidupan juga. Cocok jadi calon ibu untuk anak-anakku kelak! Hehehe.

4. Nyanyian dan tarian kecil dari mereka mampu membawa kebahagiaan tersendiri. Wah, seru!

Goyang teruuuss

Goyang teruuuss via https://www.instagram.com

Anak kecil itu aktif ke sana ke mari, dan suka menyanyi dan menari

Menjadi 'Single Bu Lik' seperti aku bisa juga meningkatkan kepercayaan diri, lho. Kenapa? Karena aku dengan bebas menyanyi lagu anak-anak sekaligus menari bersama mereka. Rsanya sedikit melupakan beban hidup orang dewasa.

Kegiatan menyanyi dan menari juga akan menambah kedekatan para tante dan om dengan keponakannya.

5. Rasa tanggung jawabmu pun teruji. Bonusnya, kamu jadi makin bisa mengontrol emosi

Belajar tanggungjawablah mulai dari sekarang

Belajar tanggungjawablah mulai dari sekarang via https://www.instagram.com

Punya anak itu tanggung jawabnya luar biasa besar!

Ketika diamanahkan untuk menjaga keponakan-keponakan cantik itu sebenarnya beban yang berat. Kita harus bener-bener menjaga mereka dari mulai fisik hingga psikis. Apalagi keponakanku ini punya alergi yang berbeda-beda, misalnya masalah makanan atau minuman yang nggak boleh dimakan atau diminum. Maka, sebagai 'Single Bu Lik' harus ekstra hapal makanan dan minuman apa yang bahaya dan harus teliti baca komposisi bahan makanan instan.

Kalau masalah psikis, 'Single Bu Lik' harus menanamkan budi pekerti, komunikasi, kreativitas. Ya, bisa dibilang mirip sama guru TK-lah, hehehe.

Jadi, jangan pernah malu jadi tante atau dipanggil serupa 'Single Bu Lik', ya! Hidup tante-tante!