Dalam pemikiran bapak pendidikan kita, Pak Ki Hajar Dewantara, beliau menempatkan pendidikan keluarga sebagai pendidikan yang pertama diterima oleh anak, baru kemudian sekolah, dan masyarakat. Keluarga tidak jauh dari orangtua yang mempunyai peran besar dalam mendidik (mengasuh) anak dalam hidupnya. Oleh karena itu, orangtua seharusnya membawa anak ke arah yang lebih baik untuk menyadari pentingnya Ilmu untuk anak. 

Di bawah ini adalah hal yang perlu ditanamkan pada kesadaran anak terkait dengan pentingnya ilmu dalam hidupnya. Paparan ini diambil dari sebuah pesan yang dibuat oleh Badi'uz Zaman al-Hamadzani untuk keponakannya.

Engkau adalah anakku selama menuntut ilmu adalah kesibukanmu. Madrasah adalah rumahmu, pena adalah temanmu dan buku adalah sahabatmu. Apabila engkau tidak melakukannya, maka orang lain yang menjadi pamanmu, Wassalam.

1. Menuntut ilmu adalah kesibukan

Yuk Nak, Kita ke Perpustakaan! via http://info.pikiran-rakyat.com

Masa kecil pada anak sebaiknya diberikan keluasan untuk mencari ilmu. Kesibukan mencari ilmu pada masa kecil adalah keharusan yang ditanamkan kepada anak. Karena anak akan menjadi orang dewasa kedepannya yang akan menghadapi banyak masalah yang harus diselesaikan dengan ilmu yang ia dapatkan.

2. Sekolah adalah rumah

Membangun Bersama Sekolah Cita Luhur Medan via http://3ryanta.blogspot.co.id

Sekolah merupakan tempat pendidikan yang diselenggarakan untuk mencerdaskan dan memberikan pelatihan kepada anak dalam menyelesaikan masalah. Orangtua perlu memilihkan anaknya sekolah yang memberikan pelayanan yang luas untuk berlatih menyelesaikan masalah. Sekolah yang dipilih yaitu sekolah yang memberikan ilmu-ilmu dengan cara yang menyenangkan dan dapat menyesuaikan anak.

3. Pena adalah teman

Advertisement

4 Ayat Al-Qur’an Tentang Menuntut Ilmu via http://nuqtoh.com

Alat ini diberikan kepada anak dengan memberikan pesan bahwa pena ini digunakan untuk menulis ilmu yang didapatkan dari siapapun dan dari manapun. Meminta anak untuk menulis dan mengembangkan ilmu yang didapatkan dengan cara menulisnya.

4. Buku adalah sahabat

12 Adab Belajar dan Menuntut Ilmu via http://alfahmu.com

Mencari ilmu tidak hanya terjadi di tempat-tempat formal seperti sekolah yang biasanya ilmu akan diberikan oleh guru. Namun anak perlu ditanamkan bahwa buku adalah pembuka wawasan dan jendela pembuka ilmu. Maka jadikan buku itu sebagai sahabat anak di rumahnya. Cara yang dapat dilakukan orangtua yaitu dengan membuatkan perpustakaan khusus untuk anak agar diberikan kemudahan dalam membaca buku.

5. Memikirkan ilmu adalah mengamalkannya

Ciri Berpikir Anak Usia Dini via http://persisalamin.com

Mendapatkan ilmu dari tempat lain itu perlu dikembangkan oleh anak. Penanaman tentang pengembangan ilmu ini diberikan ketika anak sedang belajar. Caranya orangtua menemani anak dalam belajar untuk membantu anak mengembangkan ilmu yang dimilikinya.

Sudahkah Anda sebagai orangtua menanamkan hal-hal di atas untuk anak Anda? Ayo mulai sekarang tanamkan pada anak Anda.