Kepada kamu yang mengalami cinta sepihak tanpa berbalas, percayalah bahwa terkadang Tuhan hanya sedang mengujimu. Mungkin Dia sedang mengajarkan kita perihal cinta yang nggak selalu berakhir dengan cerita indah atau pun happy ending

Kesalahanku hanyalah sebab aku terlalu mencintaimu dan hanya memendamnya tanpa kau mengetahui perihnya menahan semua denyar yang hadir saat kau berada disisi bukan sebagai seseorang melainkan sebatas teman.

Mungkin juga Tuhan sedang ingin menjaga hatimu dari luka yang lebih dalam lagi. Jadi jangan mencemaskan cinta yang tak berbalasmu, cemaskanlah hatimu yang lebih membutuhkan perhatianmu. Kau hanya perlu berproses lebih baik lagi. Bukankah selalu ada cinta yang baik yang hadir saat Tuhan yakin kau pantas mendapatkan yang terbaik?

1. Dia yang kau kagumi belum tentu tahu perihal rindu yang kamu alami

Merindukan dia

Merindukan dia via https://unsplash.com

Untuk satu ini, kau menyimpannya dengan cukup baik. Bukan karena tidak memiliki kesempatan mengutarakan melainkan telah ada seseorang dalam genggamannya. Dan kau pun cukup mengetahui jika perihal rahasia, perempuan memang teramat pandai menyembunyikan cintanya. bahkan menyembunyikannya di dasar terdalam Hatinya.

Advertisement

Dia yang kau kagumi dengan sungguh, tahu apa perihal perih yang hatimu alami? Hingga seluruh maupun penuh, kau mengalami rindu yang tak pernah kembali dengan utuh. Dia yang kau kagumi, telah memiliki seseorang untuk di rindu. Bukan kamu.

2. Katakan selamat tinggal pada dia yang bukan diperuntukkan untukmu

Selamat tinggal cinta yang tak tepat

Selamat tinggal cinta yang tak tepat via https://unsplash.com

Ya. Perasaan itu tumbuh tanpa ijinmu sama sekali. Dengan hanya memandangnya dari kejauhan telah memberi bahagia pada hati. Setidaknya menurutmu, perihal mengagumi dia yang bukan lagi bisa kau miliki rasanya telah memberi perih lebih bagi hatimu. Namun kau telah merasa bahagia hanya dengan melihatnya tersenyum saja.

Dan andai kau tahu hatiku, betapa aku tidak lagi punya kata-kata yang mewakili perihalmu. Selain padamu aku memilih menjadi gila seperti ini.

Advertisement

Biarlah tuhan menjadi saksi, cintamu padanya yang terlampau seperti ini. Kau yang akhirnya lebih memilih diam seribu bahasa, lalu menghilang di lini masa.

Tanpa diketahui.

Ya. Cukup kau dan Tuhan semesta alam yang mengetahui patahnya hatimu.

Memang benar bahwa hidup terasa semakin pendek jika dihabiskan hanya untuk menangisi kesedihan berkepanjangan. Bukankah mencintai hanya salah satu lawan dari merelakan? Maka satu hal yang pasti dalam mencintai adalah kenyataan bahwa tak semua pertanyaan memiliki jawaban dan tidak semua hati memiliki frekuensi yang sama.

Ya. Aku memeluknya; Hatiku sendiri yang ku patahkan sebelum ku utuhkan.

3. Kau harus berhenti menyakiti hatimu, jadi relakan dia yang bukan untukmu

Berhenti menyakiti hatimu

Berhenti menyakiti hatimu via https://unsplash.com

Kepadamu yang mengalami cinta yang seperti ini, mengagumi dia yang tak bisa kau miliki bukankah sesuatu yang seharusnya begitu lama kau cemaskan. Kadang tuhan terlalu sering menguji hati dengan banyaknya pertimbangan-pertimbangan.

Jika kau mampu bersabar sedikit lagi, dia yang memiliki frekuensi yang sama dengan hatimu akan menjadi dia yang menerima perasaanmu. Bukan lagi tak terbalas melainkan hingga akhir batas, kalian membersamai.

“Hatiku oh padamu.

Sebab padamu, Rinduku Makin Tak terkira”

4. Temukan dia yang nanti pantas untuk cintamu

Menemukan dia yang tepat

Menemukan dia yang tepat via https://unsplash.com

Kita boleh menangis namun bukan untuk terus terpuruk. Sebab tissue tidak akan cukup untuk menghapus genangan airmatamu. Percuma mengeluarkan segala amarah dihati, jika tuhan berkata ‘Bukan dia, kau bisa apa?

Penolakan hanya cara bagi tuhan menjelaskan bahwa kamu sedang salah jalan.

Yah, kau benar. Mereka juga benar. Bahwa sekeras apapun kamu memaksa, tetap saja tak akan menjadi milikmu jika tuhan berkata bukan milikmu. Yang kau perjuangkan sekuat usahamu pun, jika tuhan tetap berkata Bukan juga milikmu. Tetap juga berlalu segala yang pernah kamu layani dengan hatimu.

Ini hanyalah sebuah belokan saja, masih belum akhiran. Kau terpilih mengalami ini dan semuanya ada di tanganmu; Merelakan dan tetap mendoakannya terus bahagia. Dengan atau tanpamu.

5. Bebaskan hatimu dari segala yang membebani dan berbahagialah sendiri

Berbahagialah sendiri

Berbahagialah sendiri via https://unsplash.com

Tetaplah berjuang, tetaplah berhati lapang. Meski kata-kata ini tidak membantumu sama sekali. Meski cintamu hanya tersimpan dalam perasaan. Setidaknya kau bisa belajar sepenuh penerimaan; Mencintainya dengan cara yang tidak diketahui olehnya.

Semua bahagia yang pernah kau abadikan dalam ceruk kenangan, sudah saatnya untuk direlakan. Bahkan ketika rindu mengajakmu untuk bercerita tentang dia yang tidak menjadi kisah. Ikhlaskan.

Karena kau harus mengerti bahwa dalam hidup kita tidak dituntut untuk menjadi setia kepada satu yang bukan pilihan. Masih ada yang lebih berhak untuk setiamu nantinya. Bersabarlah dalam keyakinan dan doa-doa pada pencipta.

Tuhan yang akan menuntun hati baru untuk diisi. Sebab yang kosong selalu akan terisi. Jangan pernah sesali sebuah perjumpaan, sebab darinya kamu belajar arti sebuah kebahagiaan nantinya.

Tetaplah tersenyum dan bersyukur wahai hati, sebab tuhan tidak pernah melukai.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya