Pertemuan merupakan anugerah dari Allah SWT, begitu juga pertemuanku denganmu. Diriku yang hanyalah manusia biasa terbiasa dengan kesendirian, menghadapi berbagai masalah kehidupan tanpa bantuan insan yang lain. Namun, hadirmu memberikan warna yang berbeda dalam hidupku. Kebaikanmu selalu menemaniku dikala aku membutuhkan pertolongan, perhatianmu selalu kau berikan dikala aku merasa lelah akan beban hidup ini dan kecerdasanmu selalu membantuku dikala aku sesak akan pelajaran yang belum ku paham.

Namun, Allah SWT mengirimmu hadir dalam hidupku hanya sebagai temanku dan tidak lebih dari itu. Untukmu aku ingin mengatakan hal ini :

1. Hari-hari bersamamu begitu indah, hingga kadang aku lupa bahwa kelak kamu akan meninggalkanku

kebersamaan kita via http://ipahwe.blogspot.co.id

Sudah tak terhitung kebersamaan apa yang kita lakukan dan membuatku senang menjalani hidup ini. Namun, ketika ku tersadar Allah SWT hanya mengirimmu sebagai temanku dan tentunya suatu ketika kamu akan meninggalkanku. Namun, akan kugunakan kebersamaan ini sebaik mungkin sehingga ketika Allah SWT memisahkan kita dengan caranNYA aku tidak akan menyesal karena aku sudah berusaha menjadi teman terbaik untukmu.

2. Ketika berbincang denganmu seakan waktu terhenti dan ketika tersadar semua perbincangan itu menyita banyak waktu hingga berjam-jam

perbincangan yang menyita waktu via https://www.merdeka.com

Berbagai perbincangan menarik selalu kau suguhkan hingga aku tak rela jika perbincangan ini berakhir. Memakan waktu berjam-jam adalah hal yang biasa hingga kadang berbincang denganmu lebih ku utamakan daripada tugas kuliah yang menumpuk. Ya…… mungkin aneh jika dilihat orang lain namun, terima kasih ya Allah kau menghadirkan seseorang yang mampu membuatku semangat dalam menjalani hidup ini.

3. Bertemu denganmu adalah hal yang ku inginkan namun, rumah kecil itu adalah batas pertemuan kita

Advertisement

pertemuan yang terbatas via https://www.google.co.id

Hal yang membuatku menunggu adalah menantikan kehadiranmu bermain ke rumahku. Ya, rumah kecil ini adalah batas pertemuan kita. Karena, kita bukanlah muhrim sehingga bisa bebas bertemu di luar sana tanpa mahram. Namun, sesungguhnya diri ini sadar bahwa menantikan kehadiranmu adalah bisikan syaitan yang seharusnya tidak ku hiraukan.

Ya Allah, mulai sekarang diri ini akan berusaha untuk menahan diri lagi agar tidak mengharapkan makhlukMU dan lebih mengharapkan RidhaMU.

4. Berjalan bersama denganmu mungkin menyenangkan namun, semua itu harus ditahan karena syariat tidak mengizinkan

berjalan bersama yang muhal via http://eccbandung.blogspot.co.id

Seperti layaknya teman biasa yang berjalan bersama, keluar makan bersama bahkan liburan bersama. Kita tidak bisa seperti mereka. Ya,… kita adalah makhluk Allah SWT yang harus menaati syariatnya. Bahkan, kebersamaan kita berdua saja di tempat sepi adalah hal yang dilarang karena ketiganya adalah syaitan. Ya Allah, terima kasih Engkau telah mempertemukanku denganNYA namun, jagalah kami agar tidak melewati batas ketentuanMU. Dan tetap menjalin silaturrahim sesuai syariatMu.

5. Lama-lama diri ini sadar bahwa kesenangan itu hanyalah semu dan harus berhenti mulai sekarang agar hati ini tidak mengharap lebih dalam dan tersakiti

memilih mengikhlaskan via https://www.google.co.id

Semakin diri ini tergoda oleh syaitan dan selalu menikmati kebersamaan ini hingga terlupa bahwa hal itu tidak boleh terjadi. Ya,,, kamu mempercayaiku untuk menjadi temanmu dan tidak berharap lebih dari itu maka aku harus selalu menjaga pertemanan kita. Maka, untuk itu semua aku juga harus sedikit mengurangi kebersamaan kita agar diri ini mampu mengontrol hati dan tidak mengharapkanmu lebih dari sekedar teman.

Ya Allah, tolong jagalah hati ini agar tidak mencintai seseorang yang salah. Pertemukan diri ini dengan orang yang Engkau ridhai sehingga hati ini tenang. Jika memang bukan “dia” tolong ikhlaskan hati ini dan buatlah tenang serta hadirkan seseorang yang mampu menyembuhkan kekecewaan akan ketentuaMu. Aku yakin rencanaMu adalah hal yang terbaik meski aku harus merasa sakit.