#KesehatanMental – 5 Manfaat Memahami ‘Healthy Negativity’ untuk Meningkatkan Kesehatan Mental

Nggak selamanya pengalaman negatif membuat hidupmu berantakan, lho!

Kita semua pasti pernah mengalami peristiwa buruk dalam kehidupan kita. Seperti halnya kegagalan, penolakan, kehilangan, dan peristiwa buruk lain yang seolah telah menyingkirkan kebahagiaan yang sedang kita perjuangkan. Hal itu tentunya membuat kita merasa sedih, kecewa, marah, dan emosi negatif lain yang pada akhirnya menimbulkan stres berlebih. Nah, kalau sudah stres tentu kita menjadi tidak fokus dengan diri sendiri maupun dengan aktivitas kita sehari-hari, kan?

Stres yang terjadi akibat peristiwa buruk dapat diminimalisir dengan memberikan pemahaman kepada diri kita. Coba katakan secara berulang pada diri sendiri bahwa setiap peristiwa buruk yang hadir dalam hidup tidak sepenuhnya membawa kerugian bagi kita. Kalian tahu nggak sih bahwa setiap hal negatif yang menimpa kita itu dapat menumbuhkan hal positif di dalam diri kita? Mungkin kita sudah familier dengan istilah ‘Toxic Positivity’ di mana hal positif bisa jadi toxic. Nah, sedangkan untuk ‘Healthy Negativity’ adalah kebalikannya, yaitu hal negatif bisa menimbulkan kebaikan untuk diri kita, tentunya jika kita menyikapinya dengan benar. Healthy Negativity dapat diraih jika kita dapat melihat segala hal buruk yang terjadi dalam hidup kita menggunakan sudut pandang yang positif. Tidak masalah kok kita merasa sakit di awal, berikan diri kita waktu untuk berdamai dengan rasa sakit itu. Namun, setelahnya kita harus bangkit.

Lalu apa sih manfaat memahami ‘Healthy Negativity’ bagi kesehatan mental kita? Yuk, simak ulasan berikut ini!

Advertisement

1. Mengubah pola pikir menjadi positif

Photo by Andrea Piacquadio from Pexels

Photo by Andrea Piacquadio from Pexels via http://www.pexels.com

Pola pikir adalah aset berharga untuk menjalani kehidupan. Oleh karena itu,pola pikir harus kita jaga dengan baik. Pola pikir atau mindset ibarat sebuah tanaman yang harus disiram dan diberi pupuk agar dapat bertumbuh subur. Salah satu pupuk yang dapat kita gunakan untuk menumbuhkan mindset adalah dengan memberikan afirmasi-afirmasi positif di dalam pikiran kita.

Biasanya setiap hal buruk yang menimpa, pasti kita akan fokus pada hal negatifnya terlebih dahulu. Kita merasa bahwa hal ini hanya mendatangkan penderitaan bagi kita. Misalnya saja saat kehilangan orang yang kita sayang. Rasanya pasti sakit, apalagi jika kita sudah bertahun-bertahun bersamanya mengukir kenangan indah. Lantas,kita membayangkan hari-hari kita selanjutnya tanpa kehadirannya pasti tidak akan seindah dulu.

Advertisement

Nah, kebiasaan untuk berpikir negatif sebelum semuanya terjadi inilah yang akan membuat kita terbelenggu oleh rasa sakit yang berkepanjangan. Oleh karena itu, kita harus berlatih untuk tidak membiarkan pikiran-pikiran negatif tumbuh dalam mindset kita. Daripada berpikiran negatif tentang hal yang belum tentu akan terjadi, lebih baik kita latih mindset kita untuk fokus menemukan hal positif dibalik masalah yang kita hadapi.

Setiap peristiwa buruk yang menimpa pasti akan memberikan manfaat bagi diri kita kedepannya. Healthy Negativity dapat kita raih dengan mengubah pola pikir kita ke arah yang positif.

2. Melatih diri menjadi dewasa dan bijaksana

Advertisement
Photo by Matthias Cooper from Pexels

Photo by Matthias Cooper from Pexels via http://www.pexels.com

Kita semua pasti pernah merasa bahwa masalah dalam hidup kita ini terus mengalir tiada henti.  Satu masalah belum selesai, datang lagi masalah yang lain. Apalagi di usia quarter life atau usia 20an tahun pasti sudah mulai banyak hal yang kita pikirkan seperti karir, cinta, finansial, dan lain-lain. Tak jarang masalah yang datang bertubi-tubi membuat kita stres. Tapi jika kita memiliki kesadaran, sesungguhnya masalah ada untuk mendewasakan kita. Menurut Mark Manson dalam bukunya yang berjudul ‘Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat’ menyebutkan bahwa kebahagiaan berasal dari memecahkan masalah.

Nah, otomatis kalau kita menghindar dari masalah ataupun enggan untuk menyelesaikannya maka kita tidak akan pernah menjadi seseorang yang berkembang. Pengalaman buruk yang hadir bisa kita jadikan sebagai media pembelajaran untuk menuju proses kedewasaan. Kita bisa melatih banyak skill dari masalah yang kita hadapi mulai dari cara berpikir, mengendalikan emosi, hingga bagaimana mengambil tindakan yang tepat. Proses tersebut tentunya akan melatih kita menjadi seseorang yang lebih dewasa dan bijaksana.

3. Melatih diri menjadi resilien

Photo by Nilina from Pexels

Photo by Nilina from Pexels via http://www.pexels.com

Healthy Negativity melatih kita untuk tidak mudah baper saat dilanda masalah. Pengalaman buruk seperti berulang kali gagal interview, gagal masuk PTN, ditolak orang yang kita suka, kehilangan seseorang yang kita sayang memang rasanya teramat menyakitkan.

Namun, saat kita sudah paham apa itu healthy negativity, secara tidak langsung akan melatih kita menjadi seseorang yang resilien. Dari banyak pengalaman buruk yang hadir, kita menjadi belajar untuk mengendalikan perasaan. Hati kita pun terlatih untuk menjadi kuat menerima hal-hal negatif yang menimpa kita.

Nah, kalau kita sudah memiliki hati yang kuat, kita tidak akan membiarkan diri kita berlarut-larut dalam kesedihan. Kita akan segera  bangkit dan terus mencoba sampai kita meraih hal yang kita inginkan. Seiring berjalannya waktu kita pun akan menjadi seseorang yang resilien.

4. Menjadikan diri lebih siap menghadapi masalah selanjutnya

Photo by juan mendez from Pexels

Photo by juan mendez from Pexels via http://www.pexels.com

Setelah kita bisa menerima pengalaman buruk sebagai suatu hal yang positif bagi diri kita, tentunya kita akan lebih siap dalam menghadapi permasalahan yang akan datang. Kita pasti tahu bahwa kehidupan ini berisi rentetan masalah yang tiada henti.

Oleh karena itu, dari suatu masalah yang kita hadapi dapat kita jadikan sebagai pembelajaran untuk kedepannya. Seperti kata pepatah, 'Pengalaman adalah guru terbaik'. Pemahaman akan healthy negativity yang baik membuat kita mudah menerima pengalaman buruk yang menimpa kita dan hal itu dapat membantu kita untuk lebih siap menghadapi masalah yang lebih sulit.

5. Meningkatkan self-love

Photo by Andrea Piacquadio from Pexels

Photo by Andrea Piacquadio from Pexels via http://www.pexels.com

Terkadang ketika kita mengalami kegagalan maupun penolakan, kita langsung menyalahkan diri sendiri. Kita merasa bahwa semua yang terjadi adalah salah kita karena kita tidak bisa melakukan suatu hal dengan baik sehingga hasil tidak sesuai dengan harapan. Rasa sedih dan kecewa tentunya membelenggu di hati kita. Apalagi jika kita menyalahkan diri sendiri, bisa bayangin kan sakitnya seperti apa?

Tapi, kalau kita paham akan healthy negativity, rasa sakit yang kita rasakan tidak akan parah kok. Kita akan lebih bisa menerima dan berdamai dengan rasa sakit yang ada. Kita juga bisa lebih memahami bahwa kejadian buruk yang kita alami tidak sepenuhnya salah kita. Jadi, kita tidak akan mudah untuk menyalahkan diri sendiri.

Nah, kalau sudah begitu secara tidak langsung kita telah melakukan self love atau perilaku mencintai diri sendiri. Peran self love sangat penting sekali dalam meningkatkan kesehatan mental kita. Dengan kita selalu berbuat baik untuk diri sendiri tentunya hal itu akan meningkatkan kualitas hidup kita.

Memiliki pemahaman yang baik tentang healthy negativity tentunya tidak mudah. Semua itu tergantung bagaimana kita mengendalikan pikiran dan perasaan kita setiap kali menerima pengalaman buruk yang hadir.

Coba latih diri untuk tidak mudah stres dan down saat mengalami hal buruk. Ingatlah bahwa kita semua punya masa depan yang harus diperjuangkan. Jadi, tetaplah semangat!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Seseorang yang ingin berbagi cerita kepada dunia lewat aksara

CLOSE