Bagai angin di siang hari yang terik, dirimu datang lantas membuatku terbawa masuk dalam dunia kau miliki. Semua berjalan begitu sempurna, semua kurasakan begitu mengasyikkan hingga diriku larut dalam pengharapan semu pada mahkluk. Andai aku sadar diri untuk tak begitu hanyut dalam buai asmara saat itu, namun kini semua telah terjadi. Saat itu aku merasakan ada rasa geli saat berada dekatmu, layaknya ada seekor kupu-kupu menggelitiki perutku, kuyakin ini bukan hal biasa. Hari demi hari datang meninggalkan benih-benih perasaan yang membuat kita memutuskan untuk bersama dan berjalan beriringan. Akhirnya kita menyadari bahwa telah jatuh cinta satu sama lain.

 

1. Bersamamu aku merasa yakin hari esok akan lebih indah

esok lebih indah

esok lebih indah via https://www.google.co.id

Seiring berjalannya waktu, diriku semakin mantap berjalan bersamamu untuk berbagi cerita manis maupun cerita pahit masa lalu dan mengecap indahnya cinta yang dimiliki. Bersamamu semua terasa lebih menyenangkan, dunia terasa hanya ada diriku dan dirimu. Bunga-bunga seperti bermekaran di setiap langkah yang kita lewati. Langkah kaki yang semua terasa berat karena berjalan seorang diri kini terasa ringan layaknya terbang di angkasa. Tak kuragukan lagi untuk menyandarkan segenap hati padamu. Hanya dengan dirimu aku merasakan hal seperti ini, dirimulah yang aku cintai.

2. Waktu terlalu kejam, ia membiarkan egoismu dan egoisku bertumbukkan di tempat yang sama.

egoismu dan egoisku bertumbukkan di tempat yang sama.

egoismu dan egoisku bertumbukkan di tempat yang sama. via https://www.google.co.id

Sekian lama dirimu dan diriku berdampingan, ternyata jalan yang dilewati tak lagi lurus bebas hambatan. Aku menyadari bahwa sebuah perjalanan tak layak dikatakan kehidupan apabila tidak mendapatkan ujian. Kini diriku dan dirimu telah mendapatkan ujian tersebut, keraguan mulai timbul dalam benakku. Dapatkah kita terus menjadi sayap yang utuh untuk bisa terus terbang tinggi? Egoisku kini bertumbukkan menjadi satu dengan egoismu. Memang setiap manusia memiliki pandangannya sendiri, namun mengapa untuk satu waktu saja kita tak mampu berdamai dengan segala perbedaan yang ada dan lantas saling menyakiti satu sama lain? Jalan setapak itu kini tak lagi dipenuhi bunga indah, justru kian basah oleh air mata dan keluh kesah. Dirimu dan diriku 100%  berbeda.

3. Hatiku begitu tersakiti olehmu, namun di sisi lain dirimupun begitu tersakiti olehku

dirimupun begitu tersakiti olehku

dirimupun begitu tersakiti olehku via https://www.google.co.id

Jalan cerita yang semula indah kini berubah muram. Kekasih, kini kita lebih sering mengisi hari dengan saling menyakiti bukan mengasihi. Dirimu kian hari kian berbeda, rupanya permasalahan ini semakin menjauhkan kita. Tak ada lagi yang dapat yang semula ditapaki bersama. Tak pernah ada hal yang terus abadi di dunia ini, begitupun cerita ini. Hatiku terasa begitu sakit karena harus melepaskan hal yang paling disayangi, namun ku tahu engkaupun merasakan yang sama, tak ada jalan lain selain saling mengikhlaskan.

4. Di jalan yang baru, kuharap bisa selalu berdamai dengan kenangan bersamamu

berdamai dengan kenangan bersamamu

berdamai dengan kenangan bersamamu via http://bantenplus.com

Kini dirimu dan diriku telah memilih jalan yang berbeda. Begitu banyak kenangan yang tertinggal selepas kepergianmu, dirimulah yang mampu mengisi kekosongan hati, menyirami dan lantas menanaminya dengan bunga yang bermekaran, dirimu yang selalu mampu membuatku menjadi diri sendiri dan dirimu yang bisa membuatku lebih tangguh menghadapi hari-hari berat, sungguh tak ada yang lain pernah sepertimu. Kuakui perasaan ini tidak akan dengan mudahnya surut, kuakui pula butuh waktu lama untuk melupakanmu. Sebulan, dua bulan, setahun dua tahun, diriku masih selalu teringat sosokmu yang begitu aku cintai.  Namun sehari setelah kepergianmu aku telah membujuk hati ini agar segera memaafkanmu bahkan memaafkan diri ini, karena dengan memaafkan pearsaan ini akan lebih tenang. Kekasihku, harus dirimu ketahui bahwa melupakanmu tidak akan pernah semudah memaafkanmu.

5. Walau jalanku dan dirimu telah berbeda, namun tujuan kita akan selalu sama. Kebahagiaan.

 Kebahagiaan.

Kebahagiaan. via https://www.google.co.id

Kini dirimu tak lagi ada disisiku dan aku telah menjalani begitu banyak hari tanpa dirimu. Kuayakin dirimu pun telah mampu berjalan seorang diri tanpa diriku di sampingmu seperti dahulu. Kekasihku, walaupun jalan yang kita lalui telah berbeda, tak lagi sama seperti dahulu namun kuyakin tujuan kita akan selalu sama yaitu kebahagiaan. Entah bagaimana cara kita meraihnya namun pasti diriku dan dirimu ingin meraih kebahagiaan itu. Diriku selalu berdoa untuk kebahagiaanmu yang dahulu pernah membahagiakanku, rencana tuhan selalu memiliki hikmah tersembunyi, jadi diriku yakin ini yang terbaik bagimu dan bagiku. Luka yang di sisakan pertemuanku dan dirimu kujadikan batu loncatan agar lebih kuat kedepannya. Meskipun telah lama luka ini tertoreh dan meskipun maaf itu telah lama kuucapkan namun melupakanmu tidak akan pernah semudah memaafkan.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya